Suasana jalanan sedang lengang. Matahari berada pas di atas ubun-ubun kepala orang-orang. Panasnya yang menyengat serupa raga diguyur air panas, cukup membuat kepala penat bukan kepalang. Dalam suasana serupa itu orang-orang lebih memilih berteduh di balik apa saja ketimbang menerima begitu saja panasnya matahari. Bukan hanya panas yang menyerang orang-orang, tapi angin kering yang membawa debu-debu pun bukan kepalang bikin orang malas-malasan menginjakkan kakinya ke jalanan.
saya kira nggak kepanjangan kok, standar untuk sebuah cerpen, bahkan kurang. kecuali kalo emang mau bikin cerpen bgt (cerita pendek banget. ups, nggak bisa komentar masalah cerita ini, duah dibahas ama Difa n sepakat bgt, cuman tambahan aja, saya kira kisah ini baru dimulai ketika tokoh tarno muncul. coba aja di mulai dari tarno menemukan supyah. abis itu diselipselipin informasi mereka berdua. kayaknya lebih asyik. emang sih nempatin kejadian ketabrak terkesan lebih dramatis tapi kalo kebanyakan info-info jadinya kisah nggak fokus, atau saya yang salah?
saya pemula banget. agak males juga ngedit apa2 yang menurut saya dah jadi (padahal belum, hehe...) sebetulnya kalo judul, semula ingin dikasih judul "Ziarah pagi hari", tapi melihat kata ziarah, kayaknya itu penyampaian yang terlalu tinggi, karena berkesan niru2 novel "Ziarah" Iwan Simatupang. walaupun hanya sebatas judul. masalah kalimat yang terlalu hiperbolis atau apalah itu, mungkin karena saya masih muda/pemula jadi terlalu sering meledak-ledak, kayak kompor, hihi.. tapi terima kasih sanget, kritiknya ya... love u all!!
Salam kenal buat Julia. Aq juga baru di situs ini. Mungkin blom begitu bisa juga buat nulis...tapi sebagai penikmat bacaan...Fa pengen kasih opini dari apa yang Fa baca ttg cerpen "Pagi Hari di Tanah Pekuburan". Ada beberapa sih yang agak ngganjal waktu Fa bc cerpen ini:
1. Judulnya, Julia pasti lagi antusias banget saat nulis cerpen ini. Sangking kepengennya agar bisa cepet di posting...sampe lupa untuk ngedit. Kata "Pekeburan" dalam judul mungkin seharusnya "Pekuburan".Menurut saya emosi sangat berpengaruh pada hasil cerita. Jadi..tenang aja..pasti jadi kok! ok!!
2. Banyak sekali pengulangan kata yang menjadikan cerita ini agak (maaf-)terkesan terlalu dipaksakan dan datar. Misal kata "Benturan","terpental,mementalkan",dll.
3. Banyak kata yang mungkin ingin mengesankan kesan "sangat" atau hiperbola tapi menurut saya malah membuat (maaf lagi-)jemu. Contohnya,"namun seribu namun", "teremuk-remuk","berkejat-kejutlah",dan masih sangat banyak lagi.rasanya kurang pas gtu...
4. Alur ceritanya kurang tertata, kadang kita harus belajar lagi ke jaman semasa kita SD dulu, dimana ibu/bapak guru sering kali menyuruh kita membuat karangan. Pertama adalah membuat kerangka karangan (inget??). Ini juga sangat membantu saya sendiri sebagai penulis yang juga sangat baru dalam dunia menulis cerita, mungkin juga berhasil buat Julia.
5.Antara judul dan isinya kurang begitu "Greget" atau...apa yah bahasanya??? kurang pas gtu lo.. Entahlah..mungkin karena dipengaruhi alur ceritanya. Atau mungkin hanya persepsi saya saja (maklum..saya juga awam). hehe...
6. Kurang kuat penggambaran tokohnya. Dan dari judul, saya pribadi sebagai pembaca (melihat dari judul) mengharapkan cerita yang sedih banget. soalnya...judulnya mengingatkan saya pada puisinya "Yunus Emre" yang saya juga ga tau judulnya apa (wuahhh...gimana toh aku ini?!).
7. Terakhir nie...Untuk cerpen, ini terlalu panjang ya??? ato saya yang salah???
Ok! Cerpen kamu telah membangkitkan semangat DiFa Buat nulis terus dan memberi inspirasi yang berharga. Salam kenal...
bukannya aku so'tau atau gimana tapi menurutku sebagai penikmat bacaan aku nemuin beberapa hal di cerpen kamu:
1. kalimat per kalimat terlalu kaku
2. terlalu banyak menggunakan kata penghubung 'dan'
3. deskripsi cerita terlalu banyak diulang2. misalkan, Matahari berada pas di atas ubun-ubun kepala orang-orang. seharusnya matahari pas berada tepat di atas ubun-ubun, ini udah cukup mendeskripsikan orang kan?
4. adanya ketidaksinkronan cerita seperti, Ia berjalan dengan terpincang-pincang pelan dari sisi luar tikungan (wanita itu berjalan) tapi di paragraf berikutnya tertulis,Sepeda yang dikendarai wanita itu pun ikut terpental. jadi wanita itu sebenarnya jalan atau naik sepeda?
5. EYD harus lebih diperhatikan lagi.
ditunggu tulisan selanjutnya ^^
menulis itu harus dilakukan lebih sering algi biar tulisan kita lebih 'luwes'.
salam kenal..
aku lihat ide yg km ambil cukup oke.^^
hanya ingin memperjelas maksud dari mbak Rien ya?
salah satunya kata mas sebaiknya dengan huruf depan kapital Mas karena merupakan sapaan.
kata Tauk! seharusnya Tahu!
Kalau mau pakai bahasa sehari-hari, boleh kok, tapi lihat struktur kata tersebut.
Maaf ya kalau ada kata2 yg buat tersinggung.. hehe^^,, gak ada maksud apa-apa lho..
Ini datang pada suatu hari, sebuah ambisi yang diawali sebuah mimpi. Mimpi adalah bunga tidur. Dimana bisa saja tumbuh karena suatu peristiwa atau pek ... lanjut baca
Kemarin, datang serombongan mahasiswa ke kampungku. Kedatangan mereka membuat segala apa yang ada di kampungku berubah saja. Mushola jadi ramai oleh ... lanjut baca
"Bu........aku haus!" jerit anak
"Sabar anakku, ibu ambil air dulu..." jawab ibu
Diciduk ibu air dari kali ciliwung yang tercemar
"Ibu....mana ... lanjut baca
Mentari datang...
Lepaskan belenggu kegelapan
Derap langkah pun berdatangan
Kebisingan mulai berperang
Ku sambut kalian seperti biasa
Di ikuti ... lanjut baca
Dari kuas hati yang merindu
Sendok perak itu beradu dengan dinding gelas keramik, mengeluarkan bunyi saat membantu melarutkan bubuk kopi dalam sela ... lanjut baca
Senja ini laut tak berombak,hanya alunan gemulai saja menyentuh bibir pantai,lembayung di ufuk barat tampak kemerahan.
Senja di pantai memang terasa ... lanjut baca
Sore hari di Belakang Rumahku
Bermaksuk membuat tulisan yang agak panjang...bagian dari Perginya Sang Pemimpi...)mohon masukannya...terimakasih..:)
... lanjut baca
Cuaca terlihat sangat cerah dan hanya sedikit awan awan putih yg terlihat dari jendela di sisiku. ku lihat ke arah bawah, daratan sudah nampak deka ... lanjut baca
Bagian Dua
*****
"I...i-i, i ch-ch-choose........NH, Sir !",
akhirnya aku mengambil keputusan. Yay!!
Huuuuuuuuuuuuuuu......
Seisi kelas tiba-ti ... lanjut baca
setelah khitan, selepas khatam,
kuberanikan diri membentang sajadah di tanah seberang
berteman kawan berbeda iman
menjalani hari disetir masehi
d ... lanjut baca
DERITA PAGI HARI
indah pagi
sambut deru mesin dipanaskan
dengan paksa, meraung
pecahkan kesunyian rumah tua.
cangkir dan kopi kental
jadi ... lanjut baca
RAFE ALARDIA
“Syair Impian di tanah Khatulistiwa...”
"Harta karun yang paling berharga tersimpan di segenap hati manusia..."
PROLOG
ROYAL ... lanjut baca
saya kira nggak kepanjangan kok, standar untuk sebuah cerpen, bahkan kurang. kecuali kalo emang mau bikin cerpen bgt (cerita pendek banget. ups, nggak bisa komentar masalah cerita ini, duah dibahas ama Difa n sepakat bgt, cuman tambahan aja, saya kira kisah ini baru dimulai ketika tokoh tarno muncul. coba aja di mulai dari tarno menemukan supyah. abis itu diselipselipin informasi mereka berdua. kayaknya lebih asyik. emang sih nempatin kejadian ketabrak terkesan lebih dramatis tapi kalo kebanyakan info-info jadinya kisah nggak fokus, atau saya yang salah?
tulis terus, terus tulis
kepanjangan, Bu....
selamat..selamat..
selamat bergabung....
di kemudian.com
saya pemula banget. agak males juga ngedit apa2 yang menurut saya dah jadi (padahal belum, hehe...) sebetulnya kalo judul, semula ingin dikasih judul "Ziarah pagi hari", tapi melihat kata ziarah, kayaknya itu penyampaian yang terlalu tinggi, karena berkesan niru2 novel "Ziarah" Iwan Simatupang. walaupun hanya sebatas judul. masalah kalimat yang terlalu hiperbolis atau apalah itu, mungkin karena saya masih muda/pemula jadi terlalu sering meledak-ledak, kayak kompor, hihi.. tapi terima kasih sanget, kritiknya ya... love u all!!
Salam kenal buat Julia. Aq juga baru di situs ini. Mungkin blom begitu bisa juga buat nulis...tapi sebagai penikmat bacaan...Fa pengen kasih opini dari apa yang Fa baca ttg cerpen "Pagi Hari di Tanah Pekuburan". Ada beberapa sih yang agak ngganjal waktu Fa bc cerpen ini:
1. Judulnya, Julia pasti lagi antusias banget saat nulis cerpen ini. Sangking kepengennya agar bisa cepet di posting...sampe lupa untuk ngedit. Kata "Pekeburan" dalam judul mungkin seharusnya "Pekuburan".Menurut saya emosi sangat berpengaruh pada hasil cerita. Jadi..tenang aja..pasti jadi kok! ok!!
2. Banyak sekali pengulangan kata yang menjadikan cerita ini agak (maaf-)terkesan terlalu dipaksakan dan datar. Misal kata "Benturan","terpental,mementalkan",dll.
3. Banyak kata yang mungkin ingin mengesankan kesan "sangat" atau hiperbola tapi menurut saya malah membuat (maaf lagi-)jemu. Contohnya,"namun seribu namun", "teremuk-remuk","berkejat-kejutlah",dan masih sangat banyak lagi.rasanya kurang pas gtu...
4. Alur ceritanya kurang tertata, kadang kita harus belajar lagi ke jaman semasa kita SD dulu, dimana ibu/bapak guru sering kali menyuruh kita membuat karangan. Pertama adalah membuat kerangka karangan (inget??). Ini juga sangat membantu saya sendiri sebagai penulis yang juga sangat baru dalam dunia menulis cerita, mungkin juga berhasil buat Julia.
5.Antara judul dan isinya kurang begitu "Greget" atau...apa yah bahasanya??? kurang pas gtu lo.. Entahlah..mungkin karena dipengaruhi alur ceritanya. Atau mungkin hanya persepsi saya saja (maklum..saya juga awam). hehe...
6. Kurang kuat penggambaran tokohnya. Dan dari judul, saya pribadi sebagai pembaca (melihat dari judul) mengharapkan cerita yang sedih banget. soalnya...judulnya mengingatkan saya pada puisinya "Yunus Emre" yang saya juga ga tau judulnya apa (wuahhh...gimana toh aku ini?!).
7. Terakhir nie...Untuk cerpen, ini terlalu panjang ya??? ato saya yang salah???
Ok! Cerpen kamu telah membangkitkan semangat DiFa Buat nulis terus dan memberi inspirasi yang berharga. Salam kenal...
"Keep writing and Be Dream Fighter!"
Mohon bimbingannya di lain waktu-
-DiFa-
selamat bergabung julia..
bukannya aku so'tau atau gimana tapi menurutku sebagai penikmat bacaan aku nemuin beberapa hal di cerpen kamu:
1. kalimat per kalimat terlalu kaku
2. terlalu banyak menggunakan kata penghubung 'dan'
3. deskripsi cerita terlalu banyak diulang2. misalkan, Matahari berada pas di atas ubun-ubun kepala orang-orang. seharusnya matahari pas berada tepat di atas ubun-ubun, ini udah cukup mendeskripsikan orang kan?
4. adanya ketidaksinkronan cerita seperti, Ia berjalan dengan terpincang-pincang pelan dari sisi luar tikungan (wanita itu berjalan) tapi di paragraf berikutnya tertulis,Sepeda yang dikendarai wanita itu pun ikut terpental. jadi wanita itu sebenarnya jalan atau naik sepeda?
5. EYD harus lebih diperhatikan lagi.
ditunggu tulisan selanjutnya ^^
menulis itu harus dilakukan lebih sering algi biar tulisan kita lebih 'luwes'.
Prens read my short story & my poems and give ur comment yaaa
Part of Mine
Met bergabung...ceritanya bagus hanya ada sebagian kalimat yang masih perlu di edit
ex : mementalkan seorang manusia itu berapa jauh meternya
but keep writing y
salam kenal..
aku lihat ide yg km ambil cukup oke.^^
hanya ingin memperjelas maksud dari mbak Rien ya?
salah satunya kata mas sebaiknya dengan huruf depan kapital Mas karena merupakan sapaan.
kata Tauk! seharusnya Tahu!
Kalau mau pakai bahasa sehari-hari, boleh kok, tapi lihat struktur kata tersebut.
Maaf ya kalau ada kata2 yg buat tersinggung.. hehe^^,, gak ada maksud apa-apa lho..
---------------
----
More about Sefryana Khairil and her books, klik here:
SEFRYANA KHAIRIL OFFICIAL WEBSITE
Read and give your comments..
SEFRY'S STORIES & POEMS AT K.COM
sepsep..
yah, mungkin emang peRLu diedit kaLimaTnya.. biaR enaK baCanya..
owyah.. waKTu tabRakannya..
mendingan "cKiieeet..."" duLu baRu "BraaaK...."
kan biasanya seBeLum nabRaK diRem duLu..
sKaLian biaR LebiH mendRamaTisiR giTuLaah... huhuhu
Kip wRiTin.. masi bLajaR saia ju9a..
sepsep...
kayaknya mesti di edit lagi, terus penggunaan kata dalam kalimat tolong diperhatikan..
jadi yang baca juga enak..
oke..
keep writing