-Legend of Tangerine- (Quest 4: Into The Stranger's Eyes)
SUDAH TIGA hari ini Margo memendam rasa penasaran terhadap sepasang tamu di kedai minum sempitnya, Kedai Merah. Bagaimana tidak, tamu-tamu itu mengenakan jubah yang menutup rapat setiap lekuk tubuh mereka, dan lagi mereka menutup komunikasi terhadap semua orang, selain terhadap pasangannya masing-masing. Yang dapat terlihat dari mereka hanyalah sepasang mata kelabu tua yang akan langsung menyorot tajam pada setiap tatapan mata yang berani meliriknya—Margo adalah yang pertama tahu kebiasaan mengerikan mereka ini.
kata KEY justru bagus loch...!
Ini maksudnya cupilkan dari setting lain yang menampilkan tokoh antagonisnya kan?
Keren banget!
Membuat semakin greget untuk baca lanjutannya...!
@julia, aster, villam, kd:
dan makasi jg udah komen. scene ini emang gak nyambung ama plotnya levrant, tapi kedua tamu itu emang punya plot sendiri sih, yg ke depannya bakal bersinggungan ama perjalanan levrant & celsius..
dan wajar kalo ceritanya gantung, karena emang belom dipost sambungannya ^^
mungkin karena scene2 di bab sebelumnya terlalu pendek, rey.
jadi belon sampe ke puncak atau event penting, udah keburu dipotong.
tapi apa scene-nya si margo ini perlu ditaro di sini ya? atau mending bab 5 dulu?
Dua hari melintasi padang belantara Sierra Nevada menyebabkan diriku mengenal Claymore—dan kawanannya yang terdiri dari sebelas orang.
Mereka ... lanjut baca
Orang itu masih mengintai kami. Tampaknya ia tidak peduli sedikitpun dengan kenyataan bahwa kelompok kami telah beranggotakan dua orang—gara-gara ke ... lanjut baca
Lima tahun kemudian, di sudut terkumuh Hell’s Trap, Salt Lake City, California.
Aku bahkan masih seorang pengecut.
Aku hidup dan bertahan ... lanjut baca
Siang itu, sewaktu matahari mengintip dari awan tebal di langit barat El Banderas, orang-orang berkuda hitam menuruni bukit di sebelah utara desaku. M ... lanjut baca
Dari ufuk
gemuruh yang dibawa laut
ke ujung pelupuk
Dari benua
tarian seorang tua
untuk dunia
Dari selatan
tentang kesahajaan
di seberang ... lanjut baca
Berjarak puluhan ribu langkah kaki dari Sang Perawan, menjelang detik terakhir sebelum cahaya pertama terbit, tiga orang bocah dan seekor kuku merah ... lanjut baca
Di suatu tempat di Lemuria, ketika cahaya pertama masih terlelap…
Kesunyian menjelang fajar di region barat Belantara Perawan Surga mendadak te ... lanjut baca
AKHIRNYA, LEVRANT tiba di Doriénn menjelang malam, bersama seorang anak bernama Celsius. Ia bersumpah demi dirinya, bahwa sebagaimana pun nantinya ke ... lanjut baca
LEVRANT MENERIMA surat dari sobat lamanya, Teran, yang tinggal di desa tetangga, Lemira. Teran memesan sejumlah labu dari Levrant, untuk keperluan seb ... lanjut baca
SEPULUH TAHUN lewat dua puluh delapan hari, Levrant menempati rumah itu, semenjak meninggalkan rumah orang tuanya di suatu desa terpencil, oleh suatu ... lanjut baca
Berangsur-angsur Levrant menghirup sekelebat aroma menggoda dari dalam selimutnya. Sesuatu yang tak kasat mata itu telah merasuki tubuhnya belum lama ... lanjut baca
LEVRANT MENERIMA surat dari sobat lamanya, Teran, yang tinggal di desa tetangga, Lemira. Teran memesan sejumlah labu dari Levrant, untuk keperluan seb ... lanjut baca
AKHIRNYA, LEVRANT tiba di Doriénn menjelang malam, bersama seorang anak bernama Celsius. Ia bersumpah demi dirinya, bahwa sebagaimana pun nantinya ke ... lanjut baca
Wahai, para pembaca terkasih. Inilah kisah dari segala kisah. Bermuara di pesisir barat Tangerine, kampung halaman dari segala dongeng, hikayat, dan e ... lanjut baca
SEPULUH TAHUN lewat dua puluh delapan hari, Levrant menempati rumah itu, semenjak meninggalkan rumah orang tuanya di suatu desa terpencil, oleh suatu ... lanjut baca
Hutan Salome ,Desa Sherad,pinggiran Kota Saire
20 tahun yang lalu
Matahari baru beranjak dari peraduan.Suasana masih sunyi senyap,embun-embun berj ... lanjut baca
Suasana di kantin Pak Jayudi begitu ramai. Para mahasiswa berjubel, ingin menampal perut mereka yang telah bocor. Begitu pula dengan Rafli. Ia dengan ... lanjut baca
“Egrh! Kepalaku sakit sekali. Adu duh duh! Pinggang ane” Rafli yang baru sadar itu langsung meringis kesakitan.
“Sudah! Jangan bangun dulu. I ... lanjut baca
waduh, serpentinenya mirip penampilan Dragoon di ceritaku, agak beda sich hehe tp rata-rata mirip ^^ si Margo lucuuu xD
Woww 0.0
Aku bisa bayangin si manusia pake caping bercadar..
Mantap!
kata KEY justru bagus loch...!
Ini maksudnya cupilkan dari setting lain yang menampilkan tokoh antagonisnya kan?
Keren banget!
Membuat semakin greget untuk baca lanjutannya...!
@julia, aster, villam, kd:
dan makasi jg udah komen. scene ini emang gak nyambung ama plotnya levrant, tapi kedua tamu itu emang punya plot sendiri sih, yg ke depannya bakal bersinggungan ama perjalanan levrant & celsius..
dan wajar kalo ceritanya gantung, karena emang belom dipost sambungannya ^^
ya..... jelaslah gak ada yang perfek, ter.. tapi emang ceritanya gantung..
Bab ini masih kurang nyambung dengan bab yang sebelumnya.Jd ceritanya masih gantung.Mungkin cerita mau dilanjutkan atau sampai disini aja ya !?
mungkin karena scene2 di bab sebelumnya terlalu pendek, rey.
jadi belon sampe ke puncak atau event penting, udah keburu dipotong.
tapi apa scene-nya si margo ini perlu ditaro di sini ya? atau mending bab 5 dulu?
dari bab ke bab tidak sinambung, KD curiga sebenarnya novel ini sudah selesai dan penulis cuma memuat sebagian dari tiap bab. Begitukah?