aku duduk di sudut ruangan itu menunggu kedatangannya. dan seperti biasanya, di jam yang sama seperti kemarin dia datang dan menyapaku ramah. "selamat pagi!" dengan ringan aku akan membalas sapaannya sambil memberikan kotak bekal berisikan makan siangnya dan dia akan memelukku dengan erat sambil mengucapkan terima kasih. "hmm... wangi banget! apa bekal buat gue hari ini?" ia bertanya antusias. "tadi gue masak nasi goreng pake udang ama telor. tuh, ada kerupuk ma sambelnya juga di dalem!" "huwaaaaa!!! pasti enak deh. makasii ya! lu emang sohib gue yang paling mantep deh." aku tersenyum puas mendengar kata-kata itu. seolah sepotong kalimat itu sudah cukup memberikan energi untukku melewati satu hari lagi di atas bumi ini. dan aku bersyukur karena Tuhan mengijinkan aku mendengar kata-kata itu setiap hari. betapa baiknya DIA padaku...
sore itu aku berjalan dengan santai sambil melihat jam tanganku. hmm,,, sudah hampir waktunya, pikirku. dengan mempercepat langkah aku berbelok ke arah gedung olah raga. dari sana terdengar suara Pak Karjo, guru olahragaku membunyikan peluit dan memberikan instruksi. aku langsung mengeluarkan sebotol air mineral dan handuk kecil dari tasku begitu tiba di ruangan itu. dia sudah berdiri menungguku dan tersenyum begitu aku memberikan dua item itu. "makasii... gue pikir lu bakal telat hari ini. gimana urusan mading? dah beres?" "nggak dong! mana mungkin gue telat, kan udah jadi ritual. mading udah beres kok, tinggal dipajang besok pagi." jawabku. "hmm... iya ya! berarti hari ini makan di warung pak amat lagi dong. dan gue yang traktir, seperti biasa. ok?" "ok!" kami pun berjalan bersama sambil bercerita tentang banyak hal dan menertawakan setiap kebodohan yang kami lakukan hari itu. aku benar-benar menikmati kebersamaan ini. betapa baiknya Tuhan, mengijinkan aku menjalani hari-hariku seperti ini.
siang itu dia menghampiriku. wajahnya terlihat murung. pasti terjadi sesuatu, pikirku. aku menyapanya dengan senyum lembut, menyaksikan dia duduk disampingku dan menghabiskan bakso pesananku yang sudah kunantikan dari tadi. biarlah. toh bisa pesen lagi. "kenapa?" tanyaku setelah dia menelan bakso terakhirku. dan ia mulai berkisah tentang hal mengesalkan yang baru saja ia alami. aku hanya akan duduk diam mendengar nada suaranya yang tinggi dan membiarkan dia meluapkan emosinya hingga ia kelelahan. ketika ceritanya berakhir, ia akan berkata. "ya gitu deh pokoknya! bikin kesel aja. makasii ya udah mau dengerin."
begitu juga malam itu. dengan pikiran yang mumet aku datang ke tempat kosnya dan mendapati dia sedang duduk di teras memainkan gitarmya. tanpa ba bi bu aku menghempaskan diriku di kursi plastik sebelahnya dan mulai mengomel panjang lebar. dia akan membiarkanku terus begitu sampai aku berhenti dan terengah-engah. kemudian dia mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi, menyanyikan semua lagu yang bisa ia mainkan sampai akhirnya aku mulai ikut bernyanyi dan tertawa-tawa bersamanya, lupa akan semua kekesalanku sebelumnya. dan di dalam hatiku aku bersyukur pada Tuhan, karena ia memberikan aku tempat untuk berbagi segala keluhku.
aku begitu bahagia dan bersyukur sampai saat itu tiba. dia datang padaku dengan tersenyum lebar. "gue jatuh cinta!!" ujarnya dan aku mengucapkan selamat dengan tulus untuknya. namun tak pernah aku menyangka hari itu akan merubah segalanya.
aku duduk di sudut ruangan itu menunggu kedatangannya. dan seperti biasanya, tepat di jam yang sama seperti kemarin dia datang, tapi tidak sendirian. ia masih menyapaku dengan ramah. "selamat pagi!" dan aku membalasnya dengan ringan. baru saja aku akan mengeluarkan kotak bekalnya dari tasku ketika ia berujar ceria, "lihat! gue dibikinin bekal sama Cinta, pacar gue. spaghetti bikinan sendiri. pasti enak. hehe..." aku hanya bisa tersenyum pahit melihatnya memamerkan kotak bekal berwarna pink itu.
sore itu aku kembali berjalan ke gedung olahraga. suara Pak Karjo masih terdengar dari sana, berarti aku belum terlambat. tapi ternyata tidak juga. begitu tiba di sana aku melihat sudah ada sebotol air mineral dan handuk di tangannya, namun bukan dari aku. tentu saja dari Cinta, pacar barunya yang ternyata ikut menemaninya latihan sore itu. dia melihatku datang dan menyapaku. "halo! gimana madingnya?" "beres dong, seperti biasanya. gue gitu lho!" aku berusaha menjawabnya seceria mungkin. "eh, maaf ya! hari ini nggak bisa makan di warung pak amat. gue ada janji kencan ama Cinta." dan ia pergi berlalu.
aku duduk menyantap bakso pesananku seperti biasanya siang itu. dan aku melihat dia datang dengan wajah kesalnya. aku sudah mempersiapkan senyum terbaikku untuknya. tapi dia tidak menghampiriku. di sana, di meja seberang ada Cinta yang duduk mendengarkan keluhannya dengan sabar...
malam ini benar-benar mengesalkan buatku. aku tak tahu lagi harus ke mana dan akhirnya melangkahkan kaki ke tempat kosnya. dia ada di sana sendirian sedang memainkan gitar seperti biasanya. hhh... terima kasih Tuhan. setidaknya dia masih ada untukku malam ini, doaku dalam hati. dia di sana mendengarkan aku mengomel dengan sabar sampai aku puas. namun ketika dia hendak mengambil gitarnya dan memainkannya, handphonenya berdering. sms dari Cinta, pacarnya. ia terlihat gundah dan akhirnya berkata. "sorry... lu udah beres kan ceritanya? Cinta sms ngajak ketemuan. katanya ada yang penting." dan ia pun pergi meninggalkanku di sana, terhempas kenyataan yang pahit karena cinta. bukan aku menyalahkannya, hanya saja aku kecewa. betapa orang bisa menjadi begitu berubah karna cinta. hhh,,,
dan sejak itu, tak ada lagi yang sama...
bagus deh, sukses
gpp, lewati aja.. jangan dihindari.. coz cinta emg datang dan pergi tanpa kita ketahui dan pasti mengubah segalanya..
Wah adik kita udah pinter nich bikin ceritanya. Salut...
memang cinta tidak gampagn di tebak
Seperti pengalaman pribadi yang (sebenarnya) pengin di-share, tapi agak malu... Dan alurnya jangan terlalu buru2.. ..Cerita yang manis..
bisa memandang dari sudut yang sebenarnya biasa tetapi merubahnya menjadi luar biasa. cuma agak kurang dalam detail. hebat.
Kemudian.com telah kembali, lihat pengumuman lebih lanjut disini. Bagi yang usernya hilang, silahkan lapor disini
Erfurt, 27032008 angela p.
bagus deh, sukses
gpp, lewati aja.. jangan dihindari.. coz cinta emg datang dan pergi tanpa kita ketahui dan pasti mengubah segalanya..
Wah adik kita udah pinter nich bikin ceritanya. Salut...
memang cinta tidak gampagn di tebak
Seperti pengalaman pribadi yang (sebenarnya) pengin di-share, tapi agak malu... Dan alurnya jangan terlalu buru2..
..Cerita yang manis..
bisa memandang dari sudut yang sebenarnya biasa tetapi merubahnya menjadi luar biasa.
cuma agak kurang dalam detail.
hebat.