aku duduk di sudut ruangan itu menunggu kedatangannya. dan seperti biasanya, di jam yang sama seperti kemarin dia datang dan menyapaku ramah.
"selamat pagi!"
dengan ringan aku akan membalas sapaannya sambil memberikan kotak bekal berisikan makan siangnya dan dia akan memelukku dengan erat sambil mengucapkan terima kasih.
"hmm... wangi banget! apa bekal buat gue hari ini?" ia bertanya antusias.
"tadi gue masak nasi goreng pake udang ama telor. tuh, ada kerupuk ma sambelnya juga di dalem!"
rapuh kelopak mawar putih
berdiri tegak menahan terpa badai
masih ingin bicara
masih ingin merajut kisah
mungkin besok
atau mungkin hanya kemar ... lanjut baca
kusangkakan pergi sudah kau
seret bongkahan sarat rasa bersama
tapi...
ah!
amboi belaian surya fajar
bawa semburat warnamu
rambahi hitam put ... lanjut baca
jemari bertaut
kepala merunduk
merentang jiwa ini di hadapMu
ingin bawakan kesemuanya
bibir bergetar
tangis mengalir
bersimpuh raga ini di dep ... lanjut baca
semua yang bertutur tentangmu
hanyalah kisah yang datang dari masa lalu
tak akan pernah roda itu berputar kembali
walaupun darah yang menetes dar ... lanjut baca
di pasar
di kota
di desa
di tengah peperangan
di tengah pesta pora
di setiap sudut bumi
betutur semua bibir tentang sebuah kata tanpa definisi ... lanjut baca
pekat
hitam itu datang
diam menggegorogoti jiwa
tinggalkan lubang menganga
tak mampu tuan menutupnya dengan sekedar senyum
tak mampu tuan membalu ... lanjut baca
terkuak satu tanya dalam lapisan fikir kusut terpaut
bergeliat resah ingin segera bertemu jawab
yang dengan pilu kusampaikan, tak tahu kabarnya
mun ... lanjut baca
tubuh ini semakin payah
tak mampu bawa jiwa ke penghujung
tinggal terseok di emper jalan
ingin berbaring saja
diam...
biar lepas fikir berkelan ... lanjut baca
Malam tergagap di belah ranting
sepi pun bergunjing pada sengau angin
hanya udara merengkuh beku
senyum-senyum tua pepohonan
aku duduk di bawah ... lanjut baca
Sore itu
Diantara kebisingan kota
Beralaskan tanah kering
Pohon besar sendirian
Sampah dibakar
Tanpa satupun yang mendengar
Isak tangisnya, me ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
Wanita di sudut sana mencontek.
Aku tahu. Dengan sebuah benda yang teramat canggih.
Aku lihat berulang. Jika dia buka kedua pahanya, benda itu ak ... lanjut baca
Sayang aku menunggumu di bulan, sekarang!
Berpikir sejenak setelah membaca sms dari istriku, menerka nerka apa ini hanyalah lelucon atau memang ben ... lanjut baca
Sudah kucoba berbagai cara untuk dapat menciptakan rasa bersalah, tapi tak bisa. Sugesti ini sudah sedemikian pekat aku tanamkan di akar logikaku yang ... lanjut baca
Sayang aku menunggumu di bulan, sekarang!
Berpikir sejenak setelah membaca sms dari istriku, menerka nerka apa ini hanyalah lelucon atau memang ben ... lanjut baca
Surat Untuk Tuan yang Duduk di Kursi Dewan
(Dari Rini Anak Kelas Empat)
Tuan, namaku Rini
Diusiaku yang masih sehijau pucuk pepaya di ladang Bapa ... lanjut baca
bagus deh, sukses
gpp, lewati aja.. jangan dihindari.. coz cinta emg datang dan pergi tanpa kita ketahui dan pasti mengubah segalanya..
Wah adik kita udah pinter nich bikin ceritanya. Salut...
memang cinta tidak gampagn di tebak
Seperti pengalaman pribadi yang (sebenarnya) pengin di-share, tapi agak malu... Dan alurnya jangan terlalu buru2..
..Cerita yang manis..
bisa memandang dari sudut yang sebenarnya biasa tetapi merubahnya menjadi luar biasa.
cuma agak kurang dalam detail.
hebat.