Sudah dua hari anjing itHuX terkapar lemas di atas ran@janXg.5 Meringkuk dengan tubuh lemas da$n6 wajah pucat. Anjing itu suk%a| mengerang manahan sakitnya. Tak l|a3gQi~ mampu merangkak, namun masih suka* menggonggong pada ibu. Dengan sabVarF ibu merawat anjing itu. Kata# ibu anjing itu sakit pi$le!k,) ingusnya meler-meler mengotori seprai kAaQsFuAr2.4 Lendir itu kadang bercampur deXng!an! darah segar.
Ibu setia merawat anjing itu,A mengkompres kepala anjing itu bah3kanQ sampai membersihkan ingus yang meNnjJij1ik~an~ itu. Aku enggan mendekat padNaE anjing itu. Bau ingusnya mem3buaStkuO ingin muntah.
Karena suka kencing di tOoOiSlIe&tX umum anjing itu kini s+a!k5i+tR pilek.
“Dasar anjing, rasain…!” umpatku.
Rating
Comments: 24
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Kayaknya Anjing story ini...bnyk fansnya ya...ikuuuttt...keren bro..
pertama, kenapa kata meler-meler itu tidak dihilangkan saja. terlihat mengganggu bagiku.
kedua, terlalu banyak kata "itu". kenapa tidak mencari alternatif kata yang lain untuk mengantinya, sebut saja perumpamaan yg lain. mungkin karena ceritanya pendek jadi terkesan banyak.
~Salam ABC~
whoa.. dah mulai serem nih
next anjing..
Kayaknya, tetap pendek begini malah lebih asyik. Soalnya, ini adalah cerita dengan metafora yang sangat ekstrim. Jika terlalu sering diumbar, maka akan sangat membosankan dan tak jarang akan membuat pembaca muak dan buruk-buru menutup cerita ini. Well, jika tetap ingin dipanjangin, jadi 200 kata sepertinya tidak masalah.
aduh gilee, nambah ekstrim ajj!!!
padat tp mengerikaann.
haha.
mulai sedikit bisa memahami.
tulisanmu berkarakter banget, sejak awal.
lanjutan cerita yg wktu itu yah?
anyway...saya nangkep ceritamu loh...
=D
nice dengan metafor anjingnya...
Jo, saya lagi ingin mengharapkan cerita yang panjang lagi dari cerita ini, sehingga ada unsur drama, permainan setting, character, dan moral story , apapun hasilnya...komentarnya jadi enak..hehe..lah kalo ini bermaksud komedi..duh kok ya saya ga dapet lucunya dimana *atau selera saya barangkali, oh atau mau bilang kalo toilet umum itu kotor banget.
maaf tidak memuji, keep write
dan ini bukan basabasi
gruß
tedjo
Hmm.....opo ya??
Aku agak sedikit aneh nyebutin kata meler-meler??
Tapi, yah khas PAIJO ini.........