tik... tik... tik...
hujan datang lagi...
menyirami sudut-sudut kalbu yang t'lah mengering
tik..tik..tik...
hujan semakin deras
menghapus semua hari-hari dulu, yang mm... kadang penuh senyum tapi kadang juga begitu pahit.
tik...tik..tik..
hujan terus membasahi bumi
merenung di bawah atap rumah dengan secangkir kopi hangat.
mm... nikmat sekali
tapi... tidak senikmat dulu saat dia masih ada.
tik...tik...tik...
langit semakin gelap dengan gemuruh yang menggelegar
hujan begitu deras hingga seperti kabut.. buram
seburam penglihatanku karena airmata
tik...tik...tik...
bunyi hujan kini tidak selembut itu lagi
semua telah berubah... semuanya
meski di otakku penuh dia..dia dan dia..
tapi bersama sang hujan..
kularutkan... dan biarlah mengalir dibawa derasnya hujan. semua kepedihan dan bahagiaku..
jauh... terus... menjauh...
hingga ke samudera luas.
tik..tik..tik...
ku pandang ke langit luas
hujan telah reda
sereda rasa yang terus mengerogoti seperti penyakit
layaknya mengingat dia, diri semakin payah
namun bersama munculnya sinar mentari
ku langkahkan kakiku melintasi waktu
meniti hari baru tanpa dia...
yah... sedikit bebanku berkurang
dan dengan ringannya kuayunkan diri ini
tik..tik...tik...
tetes-tetes hujan masih terasa
kutengadah dan membuka kedua tanganku
bersyukur karena hujan menghapus laraku
tersenyum karena embunnya menghiburku
namun... yang pasti
meski telah kukubur senyumnya dalam anganku
cerita bersamanya akan terus dikenang
nanti...suatu saat nanti.
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hmmm...tnpa bs brkata bnyk...
"bagus bangett"
q tggu tulisan yg selanjutnya
cayooo!!!
bgs puisinya berirama bgt,thanks commentnya.
Assalamu'alaikum
Manis dan lembut, hanya saja terlalu banyak perluangan makna di sini. Perhatikan komposisi kata yang Anda gunakan.
Semangat menulis!
bravo, puisi ny ckp menarik jg, and thanx for the comments
tik..tik..tik...
bukan mesin tik kan?
nice
bagiku cukup menyentuh