Mungkin akan bersambung, entahlah...
"Pintu di hadapan F terbuka. Ia tak dapat mempercayai pengelihatannya. Namun belum sempat sepatah kata pun keluar dari mulutnya dua orang berseragam yang membawanya--seragam mereka mirip seragam polisi, salah seorang bertubuh gemuk dengan kumis lebat, yang satunya berperawakan tegap mengenakan kacamata hitam, dua-duanya menyebalkan (paling tidak menurut F)--mendorongnya masuk ke dalam ruangan tersebut lalu menguncinya dari luar.
F hampir-hampir tak dapat menahan diri untuk memaki-maki orang-orang tersebut, namun akal sehatnya mencegahnya. Di tempat ini mereka yang berkuasa.
Maka di sinilah ia sekarang, sebuah kamar kecil berukuran dua kali satu koma lima meter persegi. Lantai dan dinding kamar itu terbuat dari beton, permukaan dindingnya halus sementara lantainya cukup kasar. F bersyukur orang-orang itu tak mengambil pakaiannya--mereka telah mengambil tas dan kacamata hitamnya, juga topi yang baru beberapa hari lalu ia beli berikut sepatu favoritnya--jadi dilepaskannya jas coklat yang dikenakannya lalu dihamparkannya di lantai sebagai alas duduk.
Setelah melonggarkan dasinya dan menutup mata sambil menarik napas dalam-dalam F kembali mengamati ruangan tersebut berharap apa yang dilihatnya tadi hanya khayalan yang dialaminya akibat rasa shock yang dialaminya pagi tadi. Tidak ada yang berubah.
Ruangan berdinding beton itu masih tetap berukuran dua kali satu koma lima persegi. Langit-langitnya sangat tinggi, dan tak satupun jendela yang terlihat. Tapi F tahu setidaknya ada ventilasi di atas sana-- ia masih dapat merasakan aliran udara-- dan seharusnya ada beberapa genteng di atas sana yang terbuat dari kaca karena siang itu-- F bersyukur orang-orang itu tak mengambil jam tangannya, saat ini harusnya pukul 12.45-- sinar matahari bisa menerobos masuk dari atas sana. Bahkan jika di teliti lagi mungkin itu adalah satu-satunya sumber cahaya di ruangan tersebut.
Di sudut ruangan ada sebuah bak mandi kecil--itu masih bisa diterima-- sementara di sampingnya berdiri megah sebuah-- F mencoba menahan amarahnya--toilet yang kelihatannya masih baru. F menggeram, tempat ini sama sekali tak ada bedanya dengan kamar mandi.
dikirim 145 16 minggu 4 hari yang laluTag:







