Engkau main untuk menang...
Engkau main untuk berjuang...
Berjuang di atas pertandingan
Pertandingan yang sangat menentukan.
Deruh suara yang engkau dengar
Suara yang mewakilkan.
Mewakilkan suara keinginan untuk menang
Suara bangsa yang selalu berjuang
Berjuang untuk lari dari keterpurukan.
Aku percaya engkau akan mengembalikan kejayaan..
Kejayaan bangsa yang dulu sangat di takutkan
Bangsa yang dulu sangat di takuti lawan
Berjuanglah pahlawan......
Berjuanglah hadapi semua lawan yang menghadang.
Rating
87
points
Views: 29 reads
Comments: 7
Rating:
Comments: 7
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
duh.sebelumnya maaf ya kalo ada salah-salah kata.. saya tidak bermaksud menggurui atau merasa labih cerdas dari kamu, saya jg masih belajar.
tapi kalo menurut saya: puisinya masih terlalu sederhana. gak ada bedanya sama puisi jaman saya SD... ayo berusaha!! semangat! qt belajar sama2 ok?
bangkit itu aku,,untuk indonesiaku!!!
boleh jadi kalau naskah deklamasi ini ditulis setengah abad lalu masih banyak berdaya guna.
tapi, hari ini? siapa peduli kalau seabad lalu ada pejuangan kaoem muda melawan kelaliman. siapa peduli kalau kemiskinan masih meraja lela? siapa peduli kalau pendidikan kebanyakan boemipoetra masih saja terbelakang?
kata penulis:
Kejayaan bangsa yang dulu sangat di takutkan
Bangsa yang dulu sangat di takuti lawan
lupakan saja masa lalu. kita tak hadup hidup di masa lalu apalagi untuk masa lalu. kita toh tak pernah benar-benar menjadi bangsa yang ditakuti. sebab silih-berganti kekuatan asing bercokol di negeri ini. termasuk hari ini.
kalau masih muda sebaiknya Anda benahi diri sendiri aja deh ketimbang ngajak orang lain jadi pahlawan. di negeri ini yang benar-benar pahlawan dengan menyumbang tenaga, perasaan, dan harga diri aja -para TKI dan TKW- ditelantarkan apalagi Anda.
aku ikut Niken Rosady aja ah:
weehhh...
untuk pemula aku bilang : LUMAYAN
apanya yang lumayan? keren kok! kenarynya maksudnya.
untuk pemula aku bilang : LUMAYAN
sebenarnya puisi ini lebih cocok klo jadi prosa biasa aja... diksinya masih kurang kuat, bahkan tak ada metafora pula... hmm.. tapi lumayan lah..
sebenarnya ini untuk para atlit kita ya.. yaudah selamat menulis lagi deh..
baris ke 8 ada salah ketik ya?
berjuang jadi berjaung??
trus ketepurukan ato keterpurukan??
dr thomas ma uber cup ya??
syangnya pmain kita ga msuk final tuh..
hehehe..
terus nulis deh..
terinspirasi ma uber dan thomas cup yachh
keren limutz sudah bisa mengekspresikan rasamu...
StEH ya aku...he..he..
terus menulis saja nanti jga
tau letak baik buruknya tulisan kamu keyy
mari kita belajar lagi
good
dah bgus
emosinya lebih di munculkan lagi, kawand..
keep spiriit