Obe menghela nafas seraya mer+aih3 tangan Aya. Ia menggenggam tanXganY Aya yang dingin dan ka)kuW meski denyut kehidupan masih ter2asaJ.H
“Aya..buka mata kamu.” Bisik ObeF pelan. Tidak ada reaksi. ObeM kembali menghela nafas lalu m!e(mOeLj_a(m%kVa4n% matanya. Berusaha menghindari pedih yan0g8 menyeruak dari kedua matanya.
“Obe..Obe..” sebuah suara mengejutkan ObOe.C Ternyata Tante Firna, Bundanya Aya$.9
“Eh Tante, kapan dateng TanIte?K”&
“Baru aja kok. Kamu k9e|t3i$dXu%r^aVn0 ya? Biar Tante aja yangZ jaga Be. Gantian ya.”
Obe melirik jam tangannya. JaBm( 7.30 pagi. Obe memang memiBlih1 menjaga Aya di malam harZiO supaya paginya bisa pergi kEe7 kantor.
“Ya udah tante. Aku pul#ang9 dulu ya, Aku harus sUa!m4p_aUiJ kantor jam 9. Nanti so0re7 aku dateng lagi.”
Tante Firna tersenyum lalu b_e!rYk8aJtKa^,3”1KEa)mIu)%I harus banyak istirahat juga BFeN.% Jangan sampai sakit ya.Banyak makQan,+ kamu jadi kurus begini.” Obe$ hanya tersenyum mendengar kata-kata TUa|nGtBeB Firna.
“Iya tante. Nanti aku maka^n+ banyak di rumah. Aku pulaDng9 dulu ya.” Obe mengecup pSiTpBi1 perempuan tua yang sudah dianSggap! sebagai ibu sendiri itu de*ng#anP lembut, lalu ia beranjak pulIang_.D
cerita kedua yang diposting kesini yah? good start, girl. agak terlalu emosional (tulisanku juga, sih, karenanya teman-temanku yang bukan member kemudian--konon 'orang biasa/muggle' bukan para calon penulis--sering protes karena unsur otak kanan dan amigdalus disana, baru aku tau beginilah rasanya baca tulisan agak kelewat emosional).
ps: aku sangat suka kalau kalimatnya dibuat lebih pendek-pendek.
kirim lagi, yah. ntar aku komen lagi, deh. (ini aku udah baca yang kedua, lho, tapi komennya disini aja yah? ;p)
waktu pertama kali baca-pun, aku udah suka. soalnya cara kamu gonta ganti setting waktu (sekarang - flash back- ke sekarang lagi - trus flash back) ngalir aja gitu
My 1st short story..biasanya cuma bikin puisi doang..jadi kritik sarannya...crita ini dibikin di sela2 jam kerja yg makin lama makin monoton...enjoy it..^_^
1#
Ibu, Dimana Aku?
Gelap. Dingin.
Apakah aku kembali dalam rahimmu?
Ibu, tolong aku!
Kakiku ditariknya sekuat tenaga
Paru-paruku banjir
Bi ... lanjut baca
Hadirmu seperti berkas cahaya mentari pertama yang menghias cakrawala. Perlahan namun pasti. Menghangatkan jiwa meski tak ada bara api. Menyeruak di a ... lanjut baca
Seperti menghirup kopi pahit tanpa gula
Ampasnya hitam mengering di dasar cangkir
Pahitnya mengendap di ujung lidah
Sesungguhnya aku tahu rasa pa ... lanjut baca
Pernahkah Kau berfikir bahwa hidup kita saling tertaut dengan hati? Seperti debur ombak dengan pasir pantai. Menyapa dalam harmoni senyap. Menyatu dal ... lanjut baca
Mama
Kaulah keagungan dunia
Perantara Aku dan Sang Pemberi Hidup
Menjadikanku ada
Mama
Siang malam tak henti kau bermunajat
Merestui setiap la ... lanjut baca
Mengingatmu angin, seperti mengulum permen coklat yang lengket. Manisnya tak pernah hilang meski tahun-tahun lenyap ditelan waktu.
Kalau mata ini ... lanjut baca
Ingatkah kau saat sajak pertama kali hadir?
Ia menyelusup ke dalam awan pikiran
Lalu menari nari bersama datangnya airmata
Di jeratnya hati denga ... lanjut baca
Di sudut langit pertama, bidadari berhenti menarikan tarian hujan. Sementara di sudut kota, dua anak manusia membakar lilin usia untuk menghangatkan j ... lanjut baca
Dalam kamarnya yang sepi, Obe tersenyum. Seakan-akan kenangan itu hidup kembali dari masa lalu. Dirabanya pipi yang dulu pernah dikecup Aya. Setetes a ... lanjut baca
Hari-hari berlalu
Ku lewat depan rumahmu
Dan ia keluar
memberitahuku engkau masih aman
dalam rumahmu
Minggu-minggu terlewatkan
Kuberkunjung ke ... lanjut baca
The Girl in Red
She walks in a bright light
Against the sun’s light.
Two eyes spread light
Killing any rose around;
Melted with the ground
A ... lanjut baca
Please tell me why...
Why you love me so sweet
Please tell me why…
Why you tell me your love
Please tell me how…
How you do it in love
Lik ... lanjut baca
Airlangga Bumiranggarajasa Candrasangkala
Aku bergerak gelisah di tempat dudukku. Aku harus pulang tepat waktu untuk membereskan rumahku yang mir ... lanjut baca
Matahari mengendap hening
Ada sinaran jatuh di pucuk atap bangunan tua
Dan kaki melangkah tak tentu arah
Menjauhi pusingan waktu dan terhenti seket ... lanjut baca
Pagi itu entah kenapa hati ku diliputi rasa marah yang menyala-nyala. Padahal seminggu yang lalu baru saja aku merayakan hari ulang tahunku yang ke 17 ... lanjut baca
Hari itu aku pulang dari studio tempat aku dan teman – teman berlatih band. Seperti hari – hari sebelumnya, aku masih kegirangan untuk mengendar ... lanjut baca
Aku nyaris lupa bagaimana caranya menyusun huruf-huruf menjadi kata-kata, kata-kata menjadi kalimat. Karena sudah lama memang aku tak lagi menulis. Me ... lanjut baca
Tak banyak yang menganggap peristiwa ini penting. Hingga tersiar kabar lenyapnya seorang juru kamera dan dua orang awak kapal ditelan amukan badai di ... lanjut baca
bagus kok critanya.^^
aku suka cerita lucu yang maniezzz kaya gini... kadang2 sederhana itu indah ya... btw aniwei... ringtone power rangers??? ha...3x idenya beda
cerita kedua yang diposting kesini yah? good start, girl. agak terlalu emosional (tulisanku juga, sih, karenanya teman-temanku yang bukan member kemudian--konon 'orang biasa/muggle' bukan para calon penulis--sering protes karena unsur otak kanan dan amigdalus disana, baru aku tau beginilah rasanya baca tulisan agak kelewat emosional).
ps: aku sangat suka kalau kalimatnya dibuat lebih pendek-pendek.
kirim lagi, yah. ntar aku komen lagi, deh. (ini aku udah baca yang kedua, lho, tapi komennya disini aja yah? ;p)
bagus..mungkin agak dialusin lagi kata2nya..mungkin..
waktu pertama kali baca-pun, aku udah suka. soalnya cara kamu gonta ganti setting waktu (sekarang - flash back- ke sekarang lagi - trus flash back) ngalir aja gitu