Perlahan,
tapi pasti...
air terus menerus menghantam karang.
Karang diam tak bergerak,
seakan nyawanya tak ada
seakan setiap gerak air itu tak dirasa
seakan mati...
Perlahan,
tapi pasti...
air masih menghantam karang.
Bukan disengaja,
bukan cari masalah pula
Hanya memang itu yang seharusnya dilakukan
saat air berhadapan dengan karang.
Setelah tertegun sebentar menikmati indahnya,
air melakukan apa yang seharusnya dilakukan
Ya,itu yang seharusnya dilakukan...
Perlahan,
bukan untuk menyakiti...
air tetap menghantam karang.
Sentuhannya mulai terasa lembut,
tidak lagi kasar seperti dugaan semula
Kata-katanya mulai terasa manis,
tidak lagi tak masuk akal seperti pengertian pertama
Pandangannya mulai lembut dan sedikit menusuk,
tidak lagi dapat dipungkiri kuatnya
Bahkan saat waktu terus berlalu
Air tetap tenang menghantam karang
Kadang luapan emosinya terasa
Kadang hanya sentuhan lembut biasa
tapi dia tetap disana
dengan pasti menghantam sang karang
Perlahan,
dengan emosi yang membuncah
air membelai karang lincah
...
Karang terkikis halus
seakan tak percaya
pori-porinya mulai terbuka
segala tingkah pola
masuk menyusup sukma
Karang terkikis mulus
Perlahan,
tapi masih pasti...
air menyatu ke dalam karang
mengikis hingga ke dalam awang
dan membawa karang terlepas dari waktu dan ruang
Perlahan...
karang tak lagi merasakannya
Dimanakah air?
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Tepat, memang karya bagus ^^, tapi... Terkadang, karya yang panjang dapat menghilangkan "rasa" puisi tersebut.. Tapi mungkin tidak berpengaruh pada puisi indah ini ^^
air dan karang
berdesir melenggang
menyusuri pori berlubang
berkelindan dari ruang ke ruang
bagai mempelai baru, tiada rasa gerutu
intinya aku bisa dapat
cuman terlalu bertele-tele kayae
masih kurang. kurang ngisi, ga dapet feelnya. sempurnakan lagi, kawan
hm...