oh, engkau bumi,
aku kan selalu mataharimu
kan terus menghangatimu.
kau dan aku setia
dalam mengayuh bahtera
penuh riak gelombang
dan kutetap menyinarimu.
namun aku teringat hal:
Tuhan tidak cuma menciptakan
satu bumi, namun
bergugus planet di luar sana
berharap hangat matahari.
oh, engkau bumi,
lepaskan mataharimu menebar hangat
menyemai rahmat
memberi hidup planet lain
sebab Tuhan pun memberi ijin.
oh, kau matahariku,
sang surya penebar cahaya,
bumi rela kau tebar sinarmu
kepada segugus planet
yang Tuhan ciptakan
menanti nun di sana.
karna planet pun butuh
sinar seperti diriku
meski aku bisa saja percaya
kau bilang tak akan
kurang hangatmu padaku.
namun periksa lebih dulu
benarkah kau matahari?
sebab jika hanya sebatang lilin
jangan bermimpi mampu bersinar
di planet lain.
di kamar mungil ini pun
sinarmu tak mampu menembus
seluruh dinding yang dingin
dengan semua kehangatanmu.
Oh, kau mestinya
bercermin dengan baik
sinarmu telah kukenali
sedang dirimu?
lilinkah?
mataharikah?
malang, 03.05.08
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
mas.. mengapa aku merasa puisi ini mendayu-dayu yah???
Kalo Lilin jangan harap bisa menyinari planet lain...
boleh.boleh.....
cukup mantab mas....terus nulis ya'????????
kadang matahari, masih mau beralih diri, ketika sudah saatnya nanti, rembulan akan menggantikan, ketika senja berlabuh baru berasa, kehangatan mulai memendar, dan apa yang tersisah?
matahari punya alasan, bukan mencari2 alasan.kenapa ia harus datang, dan kapan ia akan tenggelam, siapa yang mendapat hangatnya, dan siapa yang terbulir dengan gelap tanpa hangatnya.
pastikan kau butuh lilin, matahari, atau sekedar cahaya lampu sorot, semua memberi hangat, namun mampukah kita?
yang tak memiliki keseberkasanpun cahaya, dalam diri.
harus banyak menilik, bilik dalam hati, bahwa tuhan Ambil adil terhadap kehidupan
Benar-benar lugas....
tapi koq semakin lama menelusuri jejak kalimat-kalimat puisimu, rasanya hambar ya?
Tapi tetap salut dengan keberanianmu dalam menulis puisi!
pasti ada jarak berbeda, sebaran akan berbeda-beda, memang sulit majdi adil dan tak akan ada sempurna adil..
tentang kehidupan pologami...
byk planet lain yang mengharapkan hangatnya matahari, bisakah matahari adil berbagi kehangatan dengan planet lain?
wuih... yang ini aku ga bingung baca na =) sangat menikmati puisi ini
bagi ilmu na dunk...=)
...dan bisa dibaca tanpa kerenyit dahi. Mampu menghadirkan rasa, meski tak sanggup kutebak makna yang tersirat. Apakah ini tentang pengayom yang mengobral janji muluk padahal dia lemah?
sajak ini terlalu panjang sehingga jadi kurang bertenaga. ibarat silat, masih terlalu banyak jurus kembangan ketimbang pukulannya.