Pulang kampung,sebuah rencana yang telah aku tetapkan sejak lama.Aku rindu pada keluargaku.Ayah,ibu serta kedua adikku.Telah 4 bulan lamanya kami terpisah dan kerinduan ini tak dapat kubendung lagi.Apalagi kudengar ayah sakit.Rasanya ingin segera pulang.
Aku mengambil ransel yang kuletakkan di bawah kolong ranjang.Penuh debu karena lama tak dipakai.Aku membersihkannya dengan Sula.Selanjutnya mengepak beberapa baju ke dalam ransel.Aku sengaja tidak membawa banyak baju karena aku tak akan berlama-lama di kampung.Hanya tiga hari.
Read more (497 words)
Usaha pengepakan baju dan bersih-bersih kamar telah selesai.Siang ini aku akan pulang dengan bis.Perjalanan ke kampung akan memakan waktu kurang lebih 2 jam.Dilanjutkan naik ojek kira-kira setengah jam.Baru aku akan benar-benar tiba di rumah.Aku merindukan hamparan padi yang menghijau.Padang ilalang di belakang rumah dan sungai kecil tidak jauh dari rumahku.
***
“Berapa Mas “,Kataku pada penjual tiket.
“Enam ribu ,Non”,Katanya sambil tersenyum.Mengedip-ngedipkan sebelah matanya.Aku hanya tersenyum menyaksikan tingkah aneh orang itu.
“Ini mas,makasih ya”,Kataku sambil menyerahkan enam lembar uang ribuan.
“B-t-w…Non kok sendirian,mana pacarnya”,Katanya lagi.
“Ngga ada mas,masih sendiri …emang napa “,Balasku.
“Jadi pacar mas aja ya”,Sambil tertawa kecil.
“Ngga ah ,masih ingin menyendiri aja”,balasku.
“Ya udah mas,aku pergi dulu ya”.
“Hati-hati Non,Da..Dah…”.
“Kalau ingin cari pacar cari mas aja ya,aku siap menunggumu”,Katanya dengan intonasi membacakan sebuah puisi.
Aku tertawa dan berlalu dari lelaki penjual tiket itu.Tak memperdulikannya.Aku menerobos keramaian.
***
Bis mulai berjalan.Melewati kompleks perumahan mewah,persawahan di tengah kota,mal-mal besar.Sambil menahan kantuk menyaksikan semua itu dari balik jendela.Kendaraan yang seabrek,bising,asap-asap knalpot,udara yang tidak nyaman lagi untuk dihirup. Kepalaku mulai pusing.
Tak mampu lagi menahan kantuk berat ini,akupun tertidur.
***
“Ibu..”,Aku memeluk tubuh ibu yang mulai mengurus,kulitnya menghitam.Tidak seperti saat aku meninggalkannya.Kerutan-kerutan di wajahnya mulai tampak.
“Halo Meisya “,Sapaku pada adikku yang terkecil.Gadis berusia enam tahun itu spontan mencium tanganku.
“Gimana sekolahnya dik”,Tanyaku.
“Aku dapat sepuluh kak..”,Katanya bangga.
“Pinter…”,Kataku sambil mencubit pipinya,gemas.
“Bu…,Mily mana ?”,Aku rindu pada adik perempuanku.Gadis manis yang mulai beranjak remaja.
“Mily…tadi izin mau belajar kelompok di rumah temannya”,Kata ibu menjawab pertanyaanku.
"Ohh...".
“Ayah...mana Ayah “,Aku rindu Ayah.
***
Aku mandi.Menyiramkan air dengan gayung kesekujur tubuhku.Menggingatkanku pada Aris saat kami mandi bersama.Kami berciuman dan bercinta di kamar mandi.Di bawah guyuran air dari shower.Tiba-tiba aku merasa jijik membayangkan kejadian itu.Rasanya ingin kulempar jauh-jauh bayangan itu dari kepalaku.
Entah mengapa aku selalu berubah pikiran tentang Aris.Kadang merasa bahagia ,kadang merasa benci.Kadang pula merasakan rindu berat.Ah entahlah.
“Elga…”,Suara ibu memanggilku.Aku tersentak dari lamunanku tentang Aris.
“Ya..ada apa”,Aku berteriak dari kamar mandi.
“Ada telepon dari temanmu”,Katanya dari luar.
“Siapa…”,Balasku.
“Aris…”,Tanpa kata-kata aku langsung menerjang handuk dan berlari keluar.
“Sudah ditutup…sebentar katanya mau telepon lagi”,Ibu memegang handphoneku.
Aku duduk di depan cermin,memegangi handphoneku sejak tadi.Menunggu telepon dari Aris.Entahlah,aku merindukannya padahal baru sehari kami berpisah.
Tiba-tiba handphoneku berdering.Telepon dari Aris.
“Halo….”,Kataku mengawali pembicaraan.
“Halo sayang …”,
“Aku rindu kamu”,Suara dari seberang sana.
“Aku juga rindu kamu”,Aku merasa bahagia mendengar suara Aris.
“Aku rindu kamu…sayang”,Aris mengulangi.Suaranya lembut.
“Aku juga rindu kamu…liebe”,Aku tak mau kalah.
Aku rindu pada Aris.
Bersambung
jadi rindu2an nih...
baca jilid 7 dulu...
jangan bercinta di bawah shower...
ntar masuk angin..
go ahead doeloe yah..
chatarou
..lanjutannya dunk..
lanjuuut ....
eh bersambung ...
Aku juga padamu... Ar
ditunggu sambungannya
..yang ini nanggung banget ya. lanjut dulu kali ya.. saya ngga terbayang mau dibawa kemana ceritanya dengan tokoh ini pulang kampung ^^