Saya paling tidak bisa bahasa Inggris. Tapi tidak apa-apa kata ibu, karena dulu masuk SD terlalu cepat. Dulu juga tidak lewat TK, langsung SD karena tidak punya uang.
Saya juga sering mbolos. Sewaktu belum kelas enam ibu sering bilang tidak naik tidak apa-apa karena saya langsung masuk SD tanpa melalui TK. Tahun ini seharusnya aku lulus SD. Jika tidak lulus ibu tidak mempermasalahkan, sebab untuk masuk SMP uang ibu tidak cukup.
Guru bahasa Inggris yang mengajar dalam kelasku seorang perempuan. Walaupun tidak sepintar penyiar Metro TV, aku senang karena ibu guru tidak pernah memeriksa PR.
Tapi temanku ada yang pintar mengarang. Dia juara satu lomba mengarang bahasa Indonesia. Temanku yang satu lagi bahasa juara satu lomba pidato dalam bahasa Inggris.
Sewaktu ujian, biasanya aku dibantu oleh temanku yang pintar itu. Tetapi aku khawatir dalam ikut Unas nanti, karena yang menjaga ujian bukan dari sekolahku. Kalau tidak bisa menyontek teman, mungkin aku tidak lulus. Meskipun menurut ibu tidak apa-apa, sayang karena harus membayar uang sekolah lagi.
Rating
Comments: 16
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
jempol dech...
isinya komplek dan berantai.
walaupun simpel setidaknya mewakili wajah pendidikan disalah satu negri x x x
karya yang bagus
karena disini hanya ada 10 point jadi... ku tak bisa mengasih lebih...
teruslah menulis.... ditunggu karya berikutnya. !
Menurutku ini cerita sep banget. Kalau boleh menduga-duga. Seluruh tulisan Kurniawan terinspirasikan dari anaknya yang sekarang masih kelas 6sd, atau pengalaman pribadi dimulai sejak kelas 6sd.
Dugaan hanyalah dugaan. Kenyataan hanyalah kenyataan. Bukan hal yang penting. (ikhlas) keliatannya gw bakal jadi fans elo Kur. Keep writing short story like this oke.
Nak Kurniawan, kamu punya bakat terpendam untuk menulis cerita-cerita yang bergaya satir. Terus dilatih dan digali ya, Nak? Tante salut sama kamu. Emm... kalo boleh usul, barangkali sebaiknya karakter si teman diberi nama. Selain itu berikan lebih banyak informasi mengenai si teman dan si guru. Keep up the good work
;-D
beneran masih kelas 6 SD? wahh.. 5 jempol deh buat kamu ya. temanya ok loh, terus cara kamu nulisnya juga aku seneng biar masih terasa aneh dibeberapa bagian. tapi bener aku suka. emosinya ada tapi gak jadi emosional. terus nulis deh kur.. salut euy.. dulu waktu kelas 6 SD gue teh ngapain yak??
terima kasih buat nasihatnya, karena itu akan say teruskan cerita ini.
dulu waktu aku klas 6 SD masih blum brani buat cerita trus ditunjukin ke orang lain, terkecuali ke guru bhs indonesia, judulnya juga ga pernah berubah "berlibur ke rumah kakek dan nenek". Tapi untuk Kurniawan..top markotop..good mar so good lah..udah brani unjuk gigi disini.Manfaatkan situs ini, karena banyak orang2 handal di dalamnya!!
dengarkanlah komen dari tante v1vald1, yak! tulisan kamu bagus...terus menulis, ok? bagus banget kalo ceritanya diterusin.
Halluuw... Kurniawan. Kamu kelas 6 SD beneran, nih?? Wah... Ada yang lebih muda dari aku, dong! Kita sama-sama belajar nulis(and bahasa Inggris! Hehe...) Kalo menurut aku, cerita kamu ok, kok. Cuma mungkin, ada beberapa yang perlu diganti/dihilangkan. Gpp! Trus nulis! Baca ceritaku juga, ya! (Hehe... Promosi!!)
Kurniawan masih kelas 6? ok deh. tadi pas baru baca ceritanya sih bingung kayak yang lain. maksud cerita ini apa sih? bingung aja. tapi pas tau dia masih sangat muda, boleh lah, aku menghargai ke "PD"-annya untuk mengirim cerita ini. itu sudah satu point yang bagus. Aku acungin 2 jempol deh buat Kurniawan
Kamu cukup bagus untuk kelas 6 SD, walaupun sebenernya menurut aku, kamu bisa lebih bagus lebih daripada ini.