Dia tetap seperti biasanya. Sifatnya juga gak berubah. Nama cowok itu Farhan. Cowok yang ada di kelas dua ipa tiga. Sosoknya masih belum berubah selama dua bulan ini, paling rambutnya aja yang tambah gondrong dua centimeter.
good job! good job! cara kamu ngebuka cerita enak bgt. Alurnya juga gak ngebosenin (paling ngebosenin cuma pas di lagunya Ungu aja. Hehe ... sori Ungu Clicker, bukan maksudku menyinggung kalian .. BUT ... ada sedikit yg ngeganjel ... bukan masalah cerita, tapi kayaknya kita beda paham. buatku (dan agamaku) kalo seseorang udah mati, urusannya di dunia udah tamat. gak ada lagi ceritanya bisa ngelihat cowok yg udah ngeduain cinta, dsb. Hehe ... sori ya rada keluar rel. ak tau ini cerita fiksi, tp ak gak gitu suka sama kenyataan bahwa si tokoh utama udah mati tapi bisa balik ke dunia dan ngeliat mantannya lagi. begitu ...
kurang lebihnya ak minta maaf. ok?! keep on good work!!!
hei! aku suka ini. nggak biasanya aku suka baca cerita yang tokoh utamanya dan sudut pandangnya...
ah sudahlah. nanti spoiler.
cara bercerita kamu sangat mengalir, dan walau banyak kata-kata yang nggak baku di sini, tapi nggak masalah buatku karena it's a part of the story, nyatu dengan ceritanya. dan kamu tertib struktur, sehingga semua terangkai dengan baik.
tapi ada gap kecil di sini:
" eeeh.... aku jadi inget dua bulan yang lalu.
Farhan masuk ke kelasnya lagi. Dia langsung ‘mencuri’ gitar Derrick, teman sebangkunya. Dia memainkan lagu ‘Demi Waktu’-nya Ungu di pojokan kelas. Menghayati...banget. Aku yang ..."
Sesaat, pembaca bisa mengira bahwa kejadian Farhan masuk kelas lagi ini adalah kejadian dua bulan lalu, padahal tidak. Ini dua adegan berbeda.
Mungkin bisa ditambah: "aku jadi inget dua bulan yang lalu.
tapi sudahlah... yang jelas, saat ini farhan sudah masuk kelasnya lagi."
dengan begitu mungkin bisa lebih jelas?
Terus di sini juga ada repetisi yang agak kurang nyaman; apalagi karena dipakaikan tanda petik dua kali
"Ternyata Farhan ke suatu tempat yang gak asing buatku. Tercium aroma yang khas dari tempat ‘itu’. Farhan melangkah dan terus melangkah, hingga sampai di tempat ‘itu’."
Gimana kalau "tempat itu" yang terakhir diganti jadi ... "hingga sampai di sana." atau "hingga sampai di titik yang ditujunya."
anyway, I just love your story. it's absolutely my cup of tea (or should I say coffee? lebih suka kopi daripada teh soalnya) hehehe
Waw.... Just.... Waw.... Gak ketebak. bener deh.... Cara penyajiannya juga terpikir mateng2. karena dianya udah mati, jadi dia gak ada komunikasi dengan dunia dan terfokus pada Farhan. menakjubkan....
Jatuh Karena Cinta
Inginku milikimu
Seperti dirimu ingin milikinya
Betapa aku mencintaimu
Seperti betapa dirimu mencintainya
Selamanya hati ... lanjut baca
Jawablah Perasaanku...
Sadarkah dirimu akan keberadaanku?
Apakah kamu tahu perasaanku ini?
Aku ingin dirimu melihat diriku
Aku ingin dirimu tahu ... lanjut baca
Ku Bertanya...
Ku bercerita pada bintang
Tentang dirimu yang kucintai
Dirimu yang mengisi hariku
Dan mengindahkan hidupku
Ku berteriak pada m ... lanjut baca
Kananku hanyalah hampa
Manusia figuran
Kiriku hanyalah penat
Manusia iblis
Haruskah aku melangkah mencari ketenangan
Kedamaian yang terakhir kura ... lanjut baca
Aku tahu yang sebenarnya terjadi
Aku tahu ini hanyalah kesemuan semata
Aku tahu dirimu tak akan terraih
Tapi aku tahu aku tak bisa tidak mencintaim ... lanjut baca
Usiaku bertambah satu tahun
Tapi artinya waktuku berkurang satu tahun
Sebelumnya...
Aku tidak mudah percaya pada orang lain
Aku bukan seseorang ... lanjut baca
Doni, cowok 18 tahun, playboy, tajir and smart.
Layla, cewek 16 tahun, childish, cengeng dan keras kepala.
Kok bisa ya mereka jadian?
***
Pada s ... lanjut baca
1.
Mungkin aku memang terlalu gombal
Mengungkapkan apa yang kurasa kepadamu
Seperti kamulah hidupku...
Kamulah jantungku...
Kamulah jiwaku...
... lanjut baca
How do I get through one night without you
Aku memandangi bintang di atas sana. Ingin kuraih bintang-bintang itu untuk kupeluk. Untuk menemani kese ... lanjut baca
Lucky terus mengintip tapi napasnya semakin ngos-ngosan karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua yang dilihatnya adalah orang-orang seumur ... lanjut baca
tik ... ... pasirku telah terhenti
pasir tidak kembali lagi
sirna bersama cahaya
tak kulihat tapi kurasa
namun ikatan takkan terlepas
walau se ... lanjut baca
”Mbak Nala sudah siap Lis?! Sebuah tanya yang membuyarkanku dari rutinitas belajarku....mbaak, mas Bram datang teriakku tanpa beranjak dari kursi ha ... lanjut baca
Pagi ini aku masih melafalkan sajak-sajak tentang dia. 'dia yang tak boleh disebut namanya'. mengurungku dalam ketidakpastian, entah sampai kapan. aku ... lanjut baca
Dia yang tak bisa kusebut namanya.....
Bila kutatap matanya teduh rasanya hati ini
Bila kulihat wajahnya tak kuat rasanya
Karana cahayanya mengala ... lanjut baca
“wah gila hari ini tujuhbelasan nih. Bakal ada acara apa aja ya?” pikirku dan berharap banyak sekali permainan seru-seru. Dengan semangatnya aku b ... lanjut baca
Terpikirkah olehmu siapa aku ?
Hmmmmm
Tak perlu kau pikirkan
Aku adalah aku
Yang dulu pernah kau sapa
Dalam keributan suasana damai
Aku hany ... lanjut baca
Lelaki Yang Tak bisa Menangis
Sungguh aku kasihan pada lelaki, betapa besar beban yang harus ditanggungnya bahkan sejak ia masih berada dalam kandu ... lanjut baca
Ini surat kelima.. tidak perlu kau tanya pada siapa saja surat itu terkirim? aku sebal membaca surat surat sebelumnya. Di situ aku tampak bodoh, seper ... lanjut baca
Pernikahan yang tak dinginkan : party 1
Terlalu lama diriku hidup dalam masa lalu, mungkin aku akan selalu begini, terikat selalu dengan dirimu yan ... lanjut baca
Pernikahan yang tak diinginkan : party 2
Sudah 7 bulan aku menjadi suaminya, dan masa kehamilan istriku sudah 9 bulan dan sudah memang satnya dia ... lanjut baca
gw sependapat ama splinter . .
good job! good job! cara kamu ngebuka cerita enak bgt. Alurnya juga gak ngebosenin (paling ngebosenin cuma pas di lagunya Ungu aja. Hehe ... sori Ungu Clicker, bukan maksudku menyinggung kalian ..
BUT ... ada sedikit yg ngeganjel ... bukan masalah cerita, tapi kayaknya kita beda paham. buatku (dan agamaku) kalo seseorang udah mati, urusannya di dunia udah tamat. gak ada lagi ceritanya bisa ngelihat cowok yg udah ngeduain cinta, dsb. Hehe ... sori ya rada keluar rel. ak tau ini cerita fiksi, tp ak gak gitu suka sama kenyataan bahwa si tokoh utama udah mati tapi bisa balik ke dunia dan ngeliat mantannya lagi. begitu ...
kurang lebihnya ak minta maaf. ok?! keep on good work!!!
hei! aku suka ini. nggak biasanya aku suka baca cerita yang tokoh utamanya dan sudut pandangnya...
ah sudahlah. nanti spoiler.
cara bercerita kamu sangat mengalir, dan walau banyak kata-kata yang nggak baku di sini, tapi nggak masalah buatku karena it's a part of the story, nyatu dengan ceritanya. dan kamu tertib struktur, sehingga semua terangkai dengan baik.
tapi ada gap kecil di sini:
" eeeh.... aku jadi inget dua bulan yang lalu.
Farhan masuk ke kelasnya lagi. Dia langsung ‘mencuri’ gitar Derrick, teman sebangkunya. Dia memainkan lagu ‘Demi Waktu’-nya Ungu di pojokan kelas. Menghayati...banget. Aku yang ..."
Sesaat, pembaca bisa mengira bahwa kejadian Farhan masuk kelas lagi ini adalah kejadian dua bulan lalu, padahal tidak. Ini dua adegan berbeda.
Mungkin bisa ditambah: "aku jadi inget dua bulan yang lalu.
tapi sudahlah... yang jelas, saat ini farhan sudah masuk kelasnya lagi."
dengan begitu mungkin bisa lebih jelas?
Terus di sini juga ada repetisi yang agak kurang nyaman; apalagi karena dipakaikan tanda petik dua kali
"Ternyata Farhan ke suatu tempat yang gak asing buatku. Tercium aroma yang khas dari tempat ‘itu’. Farhan melangkah dan terus melangkah, hingga sampai di tempat ‘itu’."
Gimana kalau "tempat itu" yang terakhir diganti jadi ... "hingga sampai di sana." atau "hingga sampai di titik yang ditujunya."
anyway, I just love your story. it's absolutely my cup of tea (or should I say coffee? lebih suka kopi daripada teh soalnya) hehehe
salam!
dan menyedihkan bangetz...
sedih, sedih...
simpel tapi nyentuh
aliran kesedihannya begitu terasa...
simpel. tapi sepertinya lagunya kepanjangan untuk dimasukin liriknya semua.
Bikin yang merinding lagi yha...
Lam kenal....
Waw.... Just.... Waw.... Gak ketebak. bener deh.... Cara penyajiannya juga terpikir mateng2. karena dianya udah mati, jadi dia gak ada komunikasi dengan dunia dan terfokus pada Farhan. menakjubkan....
ngak ketebak nih ceritanya.
bagus..hihi