Tuhan, Aku Lupa Menyatakan Cinta
Sepuluh tahun aku sahabatmu
Hari ini masih tetap sahabatmu
Entah sampai kapan kita kan berkawan?
Masih tak kuasa melepas cerita
Terlalu sayang untuk dilupa
Tak dapat dusta,
Ada cinta dalam dada
Kini kuharus pergi
Bunda sayang inginku pulang
Bukan maksud tuk berlari
Hanya tangisi penyesalan menanti
Ku tak tahu kau sayang daku
Bodohnya daku biarkan kau menunggu
Kini hilang semua hilang
Selamat tinggal cintaku di seberang
Pada rembulan kutitipkan salam
Pada mawar kuberikan pesan
Pada malam kubisikkan sayang
Maafkan daku, sayang
Tuhan, aku lupa menyatakan cinta
Tuhan, aku lupa ku cinta ia
Tuhan, aku lupa ku siksa ia
Tega nian ku paksa ia tunggu hamba
Semoga rembulan kabarkan sayang
Dengan mawar, sedih kan hilang
Dengan Malang, ku takkan hilang
Tuhan,
Maafkan hamba jika berdosa
Bukan maksud mendusta cinta
Tuhan, aku lupa menyatakan cinta
Malang, 2006
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
tetesan air mata g bisa dibendung saat tau kau telah jauh darinya...
Tak perlu katakan cinta
Sebab cinta mungkin bisa luntur
tak perlu kau simpan cinta
sebab lama-lama beku
Tak perlu berkabar lewat rembulan
sebab pagi akan mengusirnya
tak perlu mawar untuk kau pesan
sebab layulah ia tertiup angin
cukup cinta saja
Tuhan mengerti....
(6 bukanlah nilai)

Tiap kehidupan dari insan
Punya jalur perjalanan
Sesal hanyalah peristirahatan
Simpanlah dalam ingatan
nyesel kan
sepuluh tahun bukan waktu yang singkat lo
Aku suka maknanya, penyesalan memang selalu hadir belakangan. Mungkin sebenarnya bisa dibuat lebih 'dalem' lagi niiy.
Btw, cinta perlu diungkapin gak sih, atau cukup ditunjukkan dengan perhatian, dll?
Iya bagus masih original banget ya puisinya. Keep cool..
Bagus banget. Cuma ada beberapa kata yang aku gak suka (spt: daku n tega nian)
Mungkin ada bagusnya tidak di katakan namun penyesalan yang menemani mu.
bagai mana kalau kamu tlp atau kirim surat ama dia dan nyatakan apa yang seharusnya kamu nyatakan dari kemarin.
7 points.