Namun, buat yang tiba-tiba ingin menjadi penulis atau bisa menghasilkan sebuah karya tulisan (aku rasa ini di luar karaya tulis yang berbau ilmiah), mungkin aku bisa sharingkan sebagian pengalamanku dalam cara-cara menulis.
1. tekad--> ini sangat penting karena menjadi landasan buat ke depannya nanti. siapa tau saat menulis kamu menemukan yang namanya stres atau boring atau sedang nggak mood, nah, kamu tinggal mengingat-ingat lagi kalau cita-cita kamu memang pengen menghasilkan sebuah tulisan. atau lebih kerennya disebut penulis. biasanya akan sangat efektif untuk membuat kamu menjadi lebih bersemangat.
2. temukan inspirasi--> kalau nggak ketemu, mungkin kamu bisa cari di koran.... ini juga penting loh untuk menunjang cerita kamu. kalau nggak ada inspirasi, kamu mau nulis apa? bisa-bisa malah ngawur atau cuma tulisan-tulisan hasil stres kamu. nah, untuk mendapatkan inspirasi, kamu bisa cari di mana aja. teliti lagi hidup kamu, hidup temanmu sampai tetanggamu. siapa tau ada yang bisa di"curi" dari pengalaman mereka. tapi biasanya kalau mau "nyuri" dari pengalaman orang lain, akmu harus minta ijin dulu sama mereka. tapi kalo nggak, yah...diem-diem aja. hihihi....
3. coretan buram--> maksudnya bikin coretan di kertas buram? bukan. ini tuh dimaksudkan buat kamu menuliskan secara garis besar ide yang udah kamu kumpulin dari pencarian inspirasi tadi. nggak hanya garis besar cerita tapi juga karakter-karakter tokoh dan embel-embelnya. pokoknya semuanya ini harus menunjang kamu buat bikin cerita keselruhannya nanti. biar nggak pusing sendiri.
4. outline--> ini sih sebisa mungkin jangan dilupain. biar cerita kamu nggak ngacir kemana-mana, atau jadi kebingungan sama ending sendiri, maka outline sangat dibuthkan untuk "memandu" kamu bercerita.
5. persiapan--> nah, kalau yang ini sih kamu tinggal mempersiapkan diri kamu buat berhadapan dengan komputer atau laptop (ada yang masih pake buku dan pensil?) selama beberapa minggu ke depan, tergantung kecepatan kamu menyelesaikan cerita itu sendiri. bisa satu bulan, bisa dua bulan, atau...bisa juga setengah tahun. hahaha, tenang aja, ini nggak bisa dijadikan patokan kok. kamu bisa menyelesaikan cerita kamu hanya dalam satu minggu. kalau kamu mau.
6. bosan atau idenya hilang---> buka lagi coret-coretan buram tadi. liat-liat lagi outline kamu. denger-denger musik, nonton-nonton film, jalan-jalan ke mall, atau melakukan apa aja yang bisa bikin otak kamu refresh. setelah stres itu sudah agak berkurang, kamu harus buru-buru kembali ke cerita kamu sebelum perasaan kamu hilang terhadap cerita kamu. kata lainnya ilfeel. kalau ini sampai hilang, gawat! cerita kamu bisa-bisa nggak punya emosi nantinya. jadi hati-hati, aku masih suka seperti ini soalnya. hehehe...
7. ending and editing--> yah, akhirnya selesai juga cerita kamu. selesai? hei, tunggu dulu. mungkin kamu telah menyelesaikan keseluruhan sampai ending. tapi bukan berarti ide kamu berhenti di situ saja. coba pelan-pelan kamu tinjau lagi dari halaman pertama. kamu baca, dan kamu rasakan apa yang kurang. tata bahasa, kalimatnya, tanda baca atau...? nah, di sinilah saatnya kamu berperan sebagai editor untuk naskah sendiri. kamu bisa mericek ulang supaya hasilnya bisa lebih baik.
proses ini justru sebenarnya memakan waktu lebih banyak. karena editing nggak cukup satu kali atau dua kali. kamu harus sering-sering mengedit naskah sendiri sampai (kalau perlu sampai muak, hehehe) kamu merasa sedikit lebih mantap. setelah melalui proses editing sendiri yang banyak itu, kamu bisa memberikan cerita kamu ke teman, saudara atau tetangga. biarkan mereka yang menilai cerita kamu dari sudut pandang yang berbeda. usahakan kamu "mengancam" mereka untuk bisa memberikan kritik bagi tulisan kamu.
8. kirim atau simpan--> yang ini sih terserah kamu. mau coba nekat kirim ke penerbit? silahkan. atau mau disimpan sebagai kenang-kenangan? juga silahkan. hak sepenuhnya ada di tangan kamu. hanya saja, kalau disimpan sendiri dan nggak dicoba kirim, rasanya sayang aja. nekat juga nggak masalah. yang penting coba!
Nah, sebagian di atas adalah hal-hal yang biasa aku lakuin sebelum nulis cerita. tidak harus terpaku pada teori sih, sebenarnya, tapi tidak ada salahnya juga kalau mengetahui teorinya. intinya, kan, yang namanya menulis itu bebas. terserah kalian mau bagaimana membuatnya.
karena itu, selamat mencoba dan good luck!
pamulang
dikirim KuRaRa 1 year 6 weeks yang laluTag:
Menulis adalah kewajiban
bukan pilihan
sebab, Tuhan pun menuliskan firman-firmannya untuk kita baca
kenapa kita manusia hanya diam?
Menulis adalah pilihan, oleh karena itu menulislah....
Tips yang bagus untuk penulis pemula seperti saya ^__^