Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kita idamkan
Jika patah cadikmu karena ombak
Ambil lenganku julurkan lagi sebagai pengganti
Di lautan mana ikan-ikan tak lagi menari
Cinta pernah tertanam di celah ganggang dan rumput laut
Ketika itu musim belum mengampak karang sebagai batu kapur
Cincin yang kini melingkar di jari
Begitulah mutiara
“Kala itu kita selami selagi rindu menderu”
Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kau idamkan
Jika karam jangan menjelma si Malin Kundang
Meski nasib terlanjur Khidir di tangan bunda
Banda Aceh, 1 Desember 2007
Dino Umahuk: Metafora Dari Laut
www.birahilaut.multiply.com
Rating
58
points
Views: 62 reads
Comments: 7
Rating:
Comments: 7
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
aku belajar dari apa yang terbaca
tau deh gita kali ini perahu sedang berlayar menuju maut
barangkali ombak dan badai terlalu durjana menghantam
semoga semua baik-baik saja
selalu mendalam tulisanya
*seperti biasa, bagus bang...^^
1 desember itu kan...
smoga smua baek baek aja..!
biarpun patah cadik sebelah tapi lenganmu menjadi pengganti (smoga ini beneran ya om?) hehehehehe...
salam buat edelweis...
Ada beberapa kalimat yg aq ga faham maksudnya. *itu hanya karena pengetahuanku yg sempit saja.
Anyway, puisi yg enak dibaca.
Puisi2 dino selalu saja ekspresif. Belaian cinta menyelaputi apa yang terujar dalam untaian kata dalam paparan makna mendalam yang terkandung di tengah pusaran kata-kata dalam sajaknya.