Terlanjur Khidir di Tangan Bunda

Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kita idamkan
Jika patah cadikmu karena ombak
Ambil lenganku julurkan lagi sebagai pengganti

Di lautan mana ikan-ikan tak lagi menari
Cinta pernah tertanam di celah ganggang dan rumput laut
Ketika itu musim belum mengampak karang sebagai batu kapur

Cincin yang kini melingkar di jari
Begitulah mutiara
“Kala itu kita selami selagi rindu menderu”

Berlayarlah hingga batas mana cinta pernah kau idamkan
Jika karam jangan menjelma si Malin Kundang
Meski nasib terlanjur Khidir di tangan bunda

Banda Aceh, 1 Desember 2007

Dino Umahuk: Metafora Dari Laut
www.birahilaut.multiply.com

Rating

58
points
Views: 62 reads
Comments: 7
Rating:
82.8571

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
andi tafader's picture
andi tafader at (1 year 5 weeks yang lalu)
90

aku belajar dari apa yang terbaca

birahilaut's picture
birahilaut at perahuku menuju maut (1 year 5 weeks yang lalu)
90

tau deh gita kali ini perahu sedang berlayar menuju maut
barangkali ombak dan badai terlalu durjana menghantam
semoga semua baik-baik saja

kucing_betina's picture
kucing_betina at waduh (1 year 5 weeks yang lalu)
90

selalu mendalam tulisanya
*seperti biasa, bagus bang...^^

pudtniez_mojang's picture
pudtniez_mojang at hmmm (1 year 5 weeks yang lalu)
80

1 desember itu kan...

gheta's picture
gheta at om dino.. (1 year 5 weeks yang lalu)
80

smoga smua baek baek aja..!
biarpun patah cadik sebelah tapi lenganmu menjadi pengganti (smoga ini beneran ya om?) hehehehehe...

salam buat edelweis...

dimas_rafky's picture
dimas_rafky at . (1 year 5 weeks yang lalu)
70

Ada beberapa kalimat yg aq ga faham maksudnya. *itu hanya karena pengetahuanku yg sempit saja.

Anyway, puisi yg enak dibaca.

gembel's picture
gembel at dino faurus....moooy (1 year 5 weeks yang lalu)
80

Puisi2 dino selalu saja ekspresif. Belaian cinta menyelaputi apa yang terujar dalam untaian kata dalam paparan makna mendalam yang terkandung di tengah pusaran kata-kata dalam sajaknya.