Ketika aku merasa sendiri
Kamu datang
Dan mengulurkan tanganmu
Kau menolongku
Ketika aku terjatuh dan menangis
Kamu berdiri di sampingku
Merangkulku hangat
Kau menghiburku
Ketika aku ingin memutus nyawaku
Kamu berlari dan memelukku
Membuatku merasa tidak sendiri
Kau menemaniku
Tapi...
Ketika kamu merasa sendiri
Aku tak dapat berbuat apa yang dilakukanmu
Waktu sudah berlalu...
Ketika kamu terjatuh dan menangis
Aku malah pergi dan tak disampingmu
Waktu tak berpihak...
Ketika kamu ingin memutus nyawamu
Aku tak berlari dan memelukmu
Waktu telah terlambat...
Bukannya aku bukan sahabat sejati
Bukannya aku tak menyayangimu
Bukannya aku tidak setia
Tapi...
Ketika kamu sendiri
Aku telah pergi
Ketika kamu terjatuh
Aku di dalam tanah
Ketika kamu ingin memutus nyawa
Aku sudah semu dan mati
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
isinya bagus
wuih...daleem bgt.
mungkin judulnya
"surat dari masa depan'
soalnya tokoh puisi (yg bercerita)ini sudah meninggal kan?
8 points deh, biar km semangat. Terus nulis ya..
wah

aq sepertinya susah ngerti maksudnya deh.
maaf ya just comment...
ama salah satu puisi religi yang pernah gw baca
selamat berkarya