Aku kangen banget sama kamu. Pengen ketemu tapi kita jauh. Padahal hampir setahun lebih kita bareng. Aku ingat waktu pertama kali kamu keluar. Lucu banget! Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Butuh dua bulan baru aku berani memelukmu, penuh rasa cinta. Kamu lembut dan membuatku nyaman. Kamu diem aja setiap aku peluk, aku cubit, aku cium. Itu semua buat aku makin cinta sama kamu.
Dalam beberapa minggu kita langsung dekat, tapi begitu kamu minta makan atau minum ke aku, aku pasti memanggil kakakku. Itu aku anggap bagian kakakku untuk memuaskan perutmu. Tapi kalau kamu mau bermain, tanpa kamu suruhpun aku akan menghampirimu dan mengajakmu bermain.
Kamu inget gak, suatu saat waktu aku lagi tidur. Tiba-tiba kamu menggangguku. Mencakarku, mencubitku, dan duduk di atas kakiku. Membuat badanku sakit-sakit begitu bangun. Tapi aku gak bisa marah kalau kamu udah menatapku penuh bersalah. Gak tega.
Dulu kamu sering deh menemani aku kalau aku sendirian. Kamu pasti bersandar di pahaku dan menatapku iba. Aku langsung memelukmu dan kamu langsung membelai tanganku. Tapi sekarang, kalau aku sedih, gak ada yang bisa menemaniku kayak kamu dulu.
Akhirnya, persahabatan kita berjalan selama setahun. Dan kamu ingat, apa yang aku kasih ke kamu? Aku kasih makanan favorit kamu...Kamu memakannya dengan lahap. Aku gembira sekali.
Tapi setelah merayakan setahun kedekatan kita, kamu malah berubah jadi genit sama orang lain dan akhirnya dikejar-kejar. Akibatnya kamu malah ketakutan. Padahal itu kan gara-gara kamu yang kegenitan! Kamu tinggal di rumahku untuk berlindung. Saat itu sempat kamu gak bisa tidur malam itu karena ketakutan. Akhirnya, aku menemani kamu sampai kamu terlelap.
Setahun tiga bulan persahabatan kita, keluargaku harus pindah ke luar kota. Bahkan keluar pulau. Aku gak tega ninggalin kamu. Di hari perpisahan, kamu malah melepas pelukanku. Aku yakin, kamu marah padaku. Maaf...waktu itu aku harus meninggalkan kamu...Aku pun nangis terus-terusan.
Belum genap 4 bulan, aku pulang ke kampung halamanku. Dan yang aku ingat adalah kamu. Aku langsung mencarimu. Kata sepupuku, kamu berubah jadi sombong. Tapi ternyata kamu enggak sombong padaku, aku malah langsung memelukmu saking bahagianya. Kita pun saling melepas rindu.
Lima hari aku pulang kampung, aku lewatkan untuk bersamamu. Sampai di hari terakhir, aku tak berani menatapmu. Aku terus berminta maaf, karena aku harus pergi lagi. Dan aku gak tau, apa saat aku kembali, kamu masih ada.
Setelah pulang, aku kembali merindukanmu. Aku kangen sama kamu. Makanya aku menulis ini di k.com, berharap kamu akan membacanya. Tapi aku sadar, penglihatan kamu kan jelek...cuma bisa menanggapi gerakan. Bicara aja cuma bisa satu kata : Meoooooong...
Tapi aku yakin, kamu tau seberapa besar aku cinta dan sayang sama kamu ketika aku membuat cerita ini...
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
wkt baca judulnya aq kirain gi kangen ma sapa gitu...t'nyata ma kucing...hua...aq kan jg gi kangen...tp bkn ma kucing...i miss someone...
pas paragraf ke3 br nyadar klo itu bukan manusia,heheh,,,
miss someone, Kak? Yah,,begitulah namanya rindu. Merasa kalau ada satu pertanyaan yg belum terjawab dan selalu merasa ada yg kurang.
Hmm,,sptnya cerita ini mirip diari. Mirip sebuah curhat. Tp maaf, menurutku rasa 'kangennya' kurang menyentuh. Disini Kakak menuliskan semuanya dengan bahasa sehari2, dan itu bisa membuat pembaca tidak tertarik.Supaya lebih terkesan unik, seharusnya Kakak tuangkan imajinasi ke dalamnya,,tuliskan seluruh rasa rindu Kakak dalam berbagai kata indah yg 'sulit ditebak', sehingga benar2 melukiskan kerinduan yg amat sangat.
Satu lg saranku, dalam cerita ini 'kan orang yg Kakak rindu itu disebut 'kamu',,dan menurutku akan lebih bagus jika diganti dg kata 'dia'.
Hehehe,, sori kalo kepanjangan ya Kak..
Keep on writing!
^_^
hweeeeeeee,,,kupikir lagi kangen ma sapa,,,huhu,, padahal aku kan juga lagi kangen,, T_T
yup, sudah terduga dari awal klo kangennya ama pet...

tp bagus ko... keep writin' ya....
dah bagus...mungkin terlalu datar aza....jadi konfliknya kurang terekpos.
Lucu banget sih. Tapi masih kurang dieksplor. Ini jadi kayak curhatan gitu doang tanpa greget.
-keep writing-
sangat setuju dengan hendra...kangennya ga terasa...dan ga menggetarkan hati, but keep writing
terlalu datar, coba kamu benahi stukturnya pasti lebih terasa kangenya
Dari paragraf awal dah curiga kalo itu bicara tentang "the beloved pet". Cute banget...saya suka sekali sama jalinan kata-katanya. Lugas, polos dan sweet....