Gadis itu selalu menarik perhatianku. Di sudut taman di pagi hari, gadis itu duduk sambil membaca buku. Kadang dia tertawa sendiri jika dia sedang membaca komik. Kadang dia menangis ketika yang dibacanya adalah sebuah novel. Adapula waktu matanya diam di sebuah halaman majalah remaja.
*_*
“Kamu tahu siapa gadis itu?” tanyaku pada Ferdi, sahabatku, di saat kami berdua sedang berjalan bersama menyusuri taman itu menuju sekolah.
I dunno... cerita yang terlalu klise. Sudah banyak cerita sejenis.
Saran dari saya, tulislah sesuatu yang kamu ketahui dengan baik. Lebih baik tokoh Gita dikatakan mengidap HIV dibanding AIDS. Saat seseorang sudah sampai pada tahap AIDS maka jangankan mau baca buku di taman, bangun dari tempat tidur saja sudah tidak bisa.
Tapi alurnya kok terasa cepat sekali ya? Jadi eksplorasi emosi kesedihannya agak kurang terasa buat saya ^_^
Aku suka bagian waktu Git angaku pernah suka sama wali kelasnya. Hohoho, pak gurunya pasti muda dan tampan dunk. Habis muridnya sampe naksir gitu.
Yak, keep writing aja...
Jatuh Karena Cinta
Inginku milikimu
Seperti dirimu ingin milikinya
Betapa aku mencintaimu
Seperti betapa dirimu mencintainya
Selamanya hati ... lanjut baca
Jawablah Perasaanku...
Sadarkah dirimu akan keberadaanku?
Apakah kamu tahu perasaanku ini?
Aku ingin dirimu melihat diriku
Aku ingin dirimu tahu ... lanjut baca
Ku Bertanya...
Ku bercerita pada bintang
Tentang dirimu yang kucintai
Dirimu yang mengisi hariku
Dan mengindahkan hidupku
Ku berteriak pada m ... lanjut baca
Kananku hanyalah hampa
Manusia figuran
Kiriku hanyalah penat
Manusia iblis
Haruskah aku melangkah mencari ketenangan
Kedamaian yang terakhir kura ... lanjut baca
Aku tahu yang sebenarnya terjadi
Aku tahu ini hanyalah kesemuan semata
Aku tahu dirimu tak akan terraih
Tapi aku tahu aku tak bisa tidak mencintaim ... lanjut baca
Usiaku bertambah satu tahun
Tapi artinya waktuku berkurang satu tahun
Sebelumnya...
Aku tidak mudah percaya pada orang lain
Aku bukan seseorang ... lanjut baca
Doni, cowok 18 tahun, playboy, tajir and smart.
Layla, cewek 16 tahun, childish, cengeng dan keras kepala.
Kok bisa ya mereka jadian?
***
Pada s ... lanjut baca
1.
Mungkin aku memang terlalu gombal
Mengungkapkan apa yang kurasa kepadamu
Seperti kamulah hidupku...
Kamulah jantungku...
Kamulah jiwaku...
... lanjut baca
How do I get through one night without you
Aku memandangi bintang di atas sana. Ingin kuraih bintang-bintang itu untuk kupeluk. Untuk menemani kese ... lanjut baca
Lucky terus mengintip tapi napasnya semakin ngos-ngosan karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua yang dilihatnya adalah orang-orang seumur ... lanjut baca
Tiba-tiba saja tanganku ingin menari bergerak menuliskan puisi
Rupanya kau tuan Hamzah yang berkunjung menuntun jemari
Selarik bait dari cerita masa ... lanjut baca
Sore itu
Diantara kebisingan kota
Beralaskan tanah kering
Pohon besar sendirian
Sampah dibakar
Tanpa satupun yang mendengar
Isak tangisnya, me ... lanjut baca
Wanita di sudut sana mencontek.
Aku tahu. Dengan sebuah benda yang teramat canggih.
Aku lihat berulang. Jika dia buka kedua pahanya, benda itu ak ... lanjut baca
entah kenapa
aku seperti pengecut
meringkuk di sudut di bawah bukit
yang mereka bangun
dengan api dan keringat
mereka tak juga menyerah
terus me ... lanjut baca
Tertendang ku terlempar menggerang
Darahku menetes
Lukaku makin merobek
Tangisku memecah
Aku hanya tersungkur di sudut itu
Dia terus menendang
... lanjut baca
Pagi belum nampak. Aku pun masih terelap dalam tidurku yang mungkin nyenyak, mungkin tidak...
Sudah sebulan aku tidur beralaskan ubin dingin. yah, me ... lanjut baca
Lentik kembang merah darah
Tanpa bau wangi yang terlalu,
Kelopak tepi kuning keemasan
Di atas sana langit menjadi sehitamku
Kisah lalu merasuk ... lanjut baca
di sudut bibir Kasumi
hisap aura magis
sintal leher bukit tanjakan rona
puting teratai merah muda
rumpun kolam belanga
di sudut bibir Kasumi
b ... lanjut baca
Dalam deru raungan mesin bertabu,
dalam penat asap menggumpal pekat,
Ramai pasar, berkoar - koar,
Disini,...
Di sudut kota ini, dibawah lampu me ... lanjut baca
Jam satu lewat dua belas menit, di malam ke-21 Ramadhan, di kesunyian malam, aku masih berada di depan komputerku. Berkutat dengan tugas-tugas dan l ... lanjut baca
gita....hahhhh...udah mati hiks..hiks...waduh mati..bagus banget
I dunno... cerita yang terlalu klise. Sudah banyak cerita sejenis.
Saran dari saya, tulislah sesuatu yang kamu ketahui dengan baik. Lebih baik tokoh Gita dikatakan mengidap HIV dibanding AIDS. Saat seseorang sudah sampai pada tahap AIDS maka jangankan mau baca buku di taman, bangun dari tempat tidur saja sudah tidak bisa.
Secara keseluruhan cukup baik.
Keep writing ya...
aduuh...cerita yg mengharukan,tapi sayang kurang panjang....
Tapi alurnya kok terasa cepat sekali ya? Jadi eksplorasi emosi kesedihannya agak kurang terasa buat saya ^_^
Aku suka bagian waktu Git angaku pernah suka sama wali kelasnya. Hohoho, pak gurunya pasti muda dan tampan dunk. Habis muridnya sampe naksir gitu.
Yak, keep writing aja...