Kutelusuri gedung sekolahku. Tak banyak berubah. Hanya sedikit lebih reyot daripada lima tahun yang lalu. Sebenarnya aku hanya sekolah disini selama setahun lalu pindah ke luar kota.
Aku menoleh ke suatu kelas, di mana dulu aku menjadi penghuni kelas itu selama kelas sepuluhku. Aku masuk ke dalamnya, tidak banyak berubah. Aku memandang dua bangku di baris kedua dan ketiga yang berseberangan. Yang baris kedua tempat duduk sahabatku, Dhiqa dan ketua kelasku, Rezha. Yang baris ketiga, tempat dudukku.
makna nya dapat banget, yg baca bisa ngerasain perasaan penulis, tentang kesepian, atau peraaan..., hampa. mengingat kenangan, apalagi yang nggak mungkin terulang, amang menyakitkan. itu yang dengan sangat baik bisa digambarkan penulis. bagus!! keep writing!
endingnya cukup bagus.. jadi inget sekolah lama dulu.. semoga endingnya bukan bagian dari real-storynya ya.. hehehe.. hanya: 'reyot' atau 'reot'? stau saya 'reot'..
Jatuh Karena Cinta
Inginku milikimu
Seperti dirimu ingin milikinya
Betapa aku mencintaimu
Seperti betapa dirimu mencintainya
Selamanya hati ... lanjut baca
Jawablah Perasaanku...
Sadarkah dirimu akan keberadaanku?
Apakah kamu tahu perasaanku ini?
Aku ingin dirimu melihat diriku
Aku ingin dirimu tahu ... lanjut baca
Ku Bertanya...
Ku bercerita pada bintang
Tentang dirimu yang kucintai
Dirimu yang mengisi hariku
Dan mengindahkan hidupku
Ku berteriak pada m ... lanjut baca
Kananku hanyalah hampa
Manusia figuran
Kiriku hanyalah penat
Manusia iblis
Haruskah aku melangkah mencari ketenangan
Kedamaian yang terakhir kura ... lanjut baca
Aku tahu yang sebenarnya terjadi
Aku tahu ini hanyalah kesemuan semata
Aku tahu dirimu tak akan terraih
Tapi aku tahu aku tak bisa tidak mencintaim ... lanjut baca
Usiaku bertambah satu tahun
Tapi artinya waktuku berkurang satu tahun
Sebelumnya...
Aku tidak mudah percaya pada orang lain
Aku bukan seseorang ... lanjut baca
Doni, cowok 18 tahun, playboy, tajir and smart.
Layla, cewek 16 tahun, childish, cengeng dan keras kepala.
Kok bisa ya mereka jadian?
***
Pada s ... lanjut baca
1.
Mungkin aku memang terlalu gombal
Mengungkapkan apa yang kurasa kepadamu
Seperti kamulah hidupku...
Kamulah jantungku...
Kamulah jiwaku...
... lanjut baca
How do I get through one night without you
Aku memandangi bintang di atas sana. Ingin kuraih bintang-bintang itu untuk kupeluk. Untuk menemani kese ... lanjut baca
Lucky terus mengintip tapi napasnya semakin ngos-ngosan karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua yang dilihatnya adalah orang-orang seumur ... lanjut baca
Aku, kamu dan kenangan
Berdiri dalam segaris jalan
Ada yang tinggal
Ada yang tanggal
Aku, kamu dan kenangan
Dalam perundakan subuh
Gumul kita ... lanjut baca
Kembali Sepi menyapaku. Memanggil namaku, mendekatiku dan masuk untuk merajai hatiku. Entah yang keberapa kalinya. Tak pernah bosan Sepi mengunjung ... lanjut baca
WAKTU YANG TAK PERNAH BERUBAH
Aku pulang, batin Karto. Ada kerinduan yang membuncah pada setiap langkahnya dan bertumpuk di dada, menggunung ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
Antara Aku, Dia, dan Suara Gadis Mezzo Sopran [new version]
Detik terus saja berlalu menggerogoti hari. Terkadang malah berlari seolah bumi b ... lanjut baca
Ketika cinta tak lagi memandang siapa yang ia cintai, aku tetap bertahan mencoba menjawab mengapa. Aku mulai pertanyaan itu dari apa yang aku rasakan. ... lanjut baca
Aku membuka pintu itu dengan tergesa. Dia berdiri di situ, basah. Tentu saja basah, kerena malam ini hujan, dan dia nekat menerobosnya. Sebenarnya apa ... lanjut baca
Aku, ia, dan mereka. Di tengah kegelapan. Di dalam sebuah ruangan.
Aku menutup mata. Membiarkan ia mengeluarkan semua isi kepalanya dan aku hanya m ... lanjut baca
makna nya dapat banget, yg baca bisa ngerasain perasaan penulis, tentang kesepian, atau peraaan..., hampa. mengingat kenangan, apalagi yang nggak mungkin terulang, amang menyakitkan. itu yang dengan sangat baik bisa digambarkan penulis. bagus!! keep writing!
ngg' nyangka banget.
bener emang
jodo ngg kemana
juga takdir
jadi inget temen-temen sma ku
kangen mereka
endingnya cukup bagus.. jadi inget sekolah lama dulu.. semoga endingnya bukan bagian dari real-storynya ya.. hehehe.. hanya: 'reyot' atau 'reot'? stau saya 'reot'..
cinta pertama yah?
weeks.. cinta pertama saya di mana?
tak perlu diingat.. hehe..
nice story!
---------------
----
Mampir ke website dan blogku ya, klik aja:
SEFRYANA KHAIRIL OFFICIAL WEBSITE
Tentang Kita