Sebuah Puisi Telah Mati : Malam Ini!

Sehelai angin berhembus hampa
Sekabut jelaga halangi benak
Cahaya bertamu,
: tak terang – tak redup
tak kelam – tak hidup
di sela usia aku bertanya, ada apa?

Dijaga waktu, kujalin kembali
retak-retak cermin yang membayangi
Pada celah udara aku bertanya, hendak ke mana?

Sebab telah habis jarak untuk ku melangkah
meski ajal belum menjarah
bahkan ujung dunia belum kujamah

Hanya berhenti. Aku tak bisa bergerak
lagi!

Lembar demi lembar sejarah tak menulis
diksi-diksi hati yang tak dapat membunuh lagi
Semua berteriak!
Semua berontak!
Tapi, tak bisa bergerak.

Hanya darah, menggenangi
nanah.

Rating

41
points
Views: 51 reads
Comments: 7
Rating:
58.5714

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
70

Cukup buatku bergidik!

warna kecil's picture
warna kecil at hampir sama, kya si bro (51 weeks 2 days yang lalu)
70

tapi ada kehampaan yang ku liat dibelakang nya, karna semua tlah mencapai puncaknya..

Merdeka!!! (apa coba nih?)

aurasinai's picture
aurasinai at meletusin! (51 weeks 2 days yang lalu)

bro, gmn caranya spy puisi bisa meletus?

my bro's picture
my bro at mirip merapi (51 weeks 2 days yang lalu)
80

tapi belum kunjung meletus ^_^

ucu_zu's picture
ucu_zu at aku mengira... (51 weeks 3 days yang lalu)
50

sebuah puisi telah mati semalam...

rajinskali's picture
rajinskali at wooow (51 weeks 5 days yang lalu)
90

bagus . bagus .

tebingcakrawala's picture
tebingcakrawala at Sebuah Puisi Telah Mati : Malam Ini! (51 weeks 5 days yang lalu)
50

wuih sinai sinai... kalo sejarah gak menulis, kita corat coret aje biar mangkin kusut hehehe