Sehelai angin berhembus hampa
Sekabut jelaga halangi benak
Cahaya bertamu,
: tak terang – tak redup
tak kelam – tak hidup
di sela usia aku bertanya, ada apa?
Dijaga waktu, kujalin kembali
retak-retak cermin yang membayangi
Pada celah udara aku bertanya, hendak ke mana?
Sebab telah habis jarak untuk ku melangkah
meski ajal belum menjarah
bahkan ujung dunia belum kujamah
Hanya berhenti. Aku tak bisa bergerak
lagi!
Lembar demi lembar sejarah tak menulis
diksi-diksi hati yang tak dapat membunuh lagi
Semua berteriak!
Semua berontak!
Tapi, tak bisa bergerak.
Hanya darah, menggenangi
nanah.
Rating
41
points
Views: 51 reads
Comments: 7
Rating:
Comments: 7
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Cukup buatku bergidik!
tapi ada kehampaan yang ku liat dibelakang nya, karna semua tlah mencapai puncaknya..
Merdeka!!! (apa coba nih?)
bro, gmn caranya spy puisi bisa meletus?
tapi belum kunjung meletus ^_^
sebuah puisi telah mati semalam...
bagus . bagus .
wuih sinai sinai... kalo sejarah gak menulis, kita corat coret aje biar mangkin kusut hehehe