Air tinggal semata kaki
Pada sungai yang dalam
Tak ada lagi sumur bisa digali
Sebab akal sudah tenggelam
Begitu kita ingin hidup
Pada tanah yang ranah
Pepohonan meranggas menguap
Lelap sudah menanti rebah
Hujan tak menetes lagi
Embun masih lelapnya ketika pagi
Hanya air mata yang berinai
Pada tanah satu persatu mati
Jauh dari keramaian
Penuh kerikil samar – samar
Karena gelap tak punya bulan
Yang menerangi walau samara
-Indonesiaku butuh pemimpin yang bijak pada tiap – tiap air mata-
Rating
19
points
Views: 31 reads
Comments: 2
Rating:
Comments: 2
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
emang bagus nih!
kreeeeennn...
pngen bisa nulis kyk gtu...
pnya gw kasih opini jga y..
byar bsa kyk lu