Dunia ini terlalu banyak dipenuhi oleh kritik. Sedikit kesalahan akan membuatmu terlihat seperti itik di tengah kumpulan angsa. Tidak ada lagi kata maaf. Semua seperti dusta yang selalu khilaf. Pertobatan itu bukan kata. Ia hanya sebuah nada yang tak bernyawa. Tidak ada bentuknya.
intinya masih tetap nda terlalu ngerti
namun tiap pemenggalan cerita memilikimasalah yang beda, namun ujung-ujungnya memang cuma satu, masalah kehidupan yang dipersonifikasikan ke dalma banyak hal untuk memperindah tata kalimat seklaigus membuat bingung. heeee
Pertengkaran antara aku dan saya.
Suasana intropeksi diri ??
berusaha menjelaskan konflik yang hanya kita sendiri mengetahui ?
apa sih ??
Jika melihat dari sudut pandang orang ketiga jelas sangat membingungkan.
Cerita ini bukan sekedar permainan kata.
Karena cerita ini tidak biasa maka gw berusaha melihat dari sudut pandang tak biasa.
Hasilnya ?
Sungguh tidak biasa...
sampai-sampai aku tak bisa menuliskan karena sulitnya mencari kata.
another intense cerpen nihh kev! keren keren. dan, with no offense to fellow cerpen-ers yang udah komen dibawah, sepertinya bahasanya sah-sah aja tuh. masih bisa dimengerti. menurut gwe loohhh. x) anyways. great work bro! keep it up! =D
baca deh di atas:
kita yang memilih, ato keinginan kita yang memilih?
apakah kita mengontrol keinginan kita?
nafsu... kita?
dan masalah penggunaan gemulai pada rambut, tidak ada yang salah dengan itu, bukan? penggunaan ini memperkuat personifikasi pada rambut, menambah kesannya yang hidup.
Aku memandangi cermin. Pakaianku sudah rapih. Wajahku bersih. Senyumku pasti.
Sudah satu tahun berlalu. Diriku sudah menjadi baru.
“Jangan ke ... lanjut baca
Aku hanya punya ini
Bunyi-bunyian penuh iri
Gemercik air tanpa isi
Nyanyi-nyanyian bunga lili
Ingatkah kamu?
Mimpi?
Ingatkah kamu?
Cinta?
In ... lanjut baca
Laki-laki itu berjalan perlahan di tengah sebuah taman. Tidak jauh dari tempatnya ada sebuah bangku. Setelah mencapainya, ia menaruh sebuah koper keci ... lanjut baca
Aku tidak bisa berbohong.
“Ayah, baju anak itu bagus sekali!”
Anakku tersenyum lebar sembari menunjuk ke arah seorang pemuda. Tanganku berge ... lanjut baca
Zaman Dahulu kala. Hiduplah seorang ratu yang telah lama menjanda tanpa dikaruniai anak, bernama ratu Miyapuih.
Sudah 10 tahun ia ditinggal oleh sang ... lanjut baca
Adalah seraut paras tua-bijaksana yang terbayang di benakku kala aku mengingatmu, Bapakku.
Kau yang selalu kubanggakan, yang selalu kukagumi cara p ... lanjut baca
lelah menimbun kun fayakun, aku bersetia memigura prahara. gelora asmara tak lagi setara gairah abrakadabra, dengan aroma cendana dan bau nirwana di a ... lanjut baca
Aku adalah sebutir pasir putih
Terseret ombak dan terbentur karang
Lalu tenggelam ke dasar samudera
Aku adalah sehelai daun kering
Diantara bung ... lanjut baca
Terlalu Banyak
Apa karena selalu itu?
hingga rasa terpendam di hati sudah tak terasa lagi
atau karena terlalu lama, Sayang?
sampai bening sinar ... lanjut baca
Pada saat matahari menerbitkan senyumannya kepada bumi
Udara sudah terasa sesak
Manusia ataupun makhluk hidup lainnya
Sangat susah mencari udara se ... lanjut baca
apa yang telah kamu berikan pada dunia
saat kamu berkata "kejamnya dunia ini"
apa yang telah kamu perbuat untuk dunia
saat kamu berkata "kejamnya ... lanjut baca
"Cinta,cinta..mengapa harus ada rangga yang lain,jika rangga yang menemanimu saat ini belum cukup kau sakiti?"rangga bergumam panjang-cinta selalu sel ... lanjut baca
Siang ini
Ku ratapi alam raya tak lagi tersenyum
Angin panas menyengat sayat tubuhku..pedih...
hareudang...
Suasana alam saat ini
Membuatku t ... lanjut baca
intinya masih tetap nda terlalu ngerti
namun tiap pemenggalan cerita memilikimasalah yang beda, namun ujung-ujungnya memang cuma satu, masalah kehidupan yang dipersonifikasikan ke dalma banyak hal untuk memperindah tata kalimat seklaigus membuat bingung. heeee
Pertengkaran antara aku dan saya.
Suasana intropeksi diri ??
berusaha menjelaskan konflik yang hanya kita sendiri mengetahui ?
apa sih ??
Jika melihat dari sudut pandang orang ketiga jelas sangat membingungkan.
Cerita ini bukan sekedar permainan kata.
Karena cerita ini tidak biasa maka gw berusaha melihat dari sudut pandang tak biasa.
Hasilnya ?
Sungguh tidak biasa...
sampai-sampai aku tak bisa menuliskan karena sulitnya mencari kata.
another intense cerpen nihh kev! keren keren. dan, with no offense to fellow cerpen-ers yang udah komen dibawah, sepertinya bahasanya sah-sah aja tuh. masih bisa dimengerti. menurut gwe loohhh. x) anyways. great work bro! keep it up! =D
Aku menyalahkan saya.
Saya menyalahkan aku.
Aku, menyalahkan saya.
Semua salah saya.
Bukan aku.
Salah saya.
Bukan aku.
Salahkan saya!
Jangan aku.
Saya.
Aku.
knp bagian yg itu aja gw jadi sedikit pusing ya?...
ku salahkan penulis saja ah.. ^^
ngga ngertiiii
wah, perkiraan saya nggak jauh meleset ri tag yang dibuat penulisnya. Kekeke...
baca deh di atas:
kita yang memilih, ato keinginan kita yang memilih?
apakah kita mengontrol keinginan kita?
nafsu... kita?
dan masalah penggunaan gemulai pada rambut, tidak ada yang salah dengan itu, bukan? penggunaan ini memperkuat personifikasi pada rambut, menambah kesannya yang hidup.
sekian.
sumpah gak paham, kok ada ya rambut gemulai setahuku tubuh yang gemulai.
Aku sayang dia. Lentik kakinya. Gemulai rambutnya. Silih berganti kecupnya. Aku sayang kamu, katanya.
ada penjelasan ???
nggak ngerti......
kata2nya susah, hehe..
saya adalah saya
saya adalah saya
saya adalah saya
saya akan tetap menjadi saya
tak ada yang salah dengan saya...
inilah saya
saya salah/!?