Aku terdiam memandang pintu di hadapanku. Sejujurnya, tubuhku terasa membatu untuk meraih gagang pintu itu dan membukanya. Kutarik napas panjang lalu menghembuskannya. Kulakukan lagi hal itu sekali.
Perlahan kuraih gagang pintu itu dan kubuka perlahan. Kulangkahkan kakiku menyusuri ruangan itu. Akhirnya kutemui sesuatu yang tak ingin kutemui. Seserong yang tak ingin kucari tapi harus kucari.
“Hai,” sapaku padanya.
Dia menoleh padaku, “Hai,” sapanya balik.
Kami hanya saling tersenyum. Tanpa kata-kata.
“Makasih ya, kamu mau dateng,” ujarnya mencoba mencairkan suasana.
“Kebetulan aja lagi senggang,” jawabku sambil tersenyum.
Suasana kembali hening. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing.
“Aku mau bilang satu hal sama kamu,” ucapnya sambil menatapku.
“Apa?” tanyaku.
“Sebenernya waktu SMA dulu...,” dia menggantungkan kata-katanya. “Aku suka sama kamu.”
Aku tersenyum, “Oh...,” sahutku. Hanya itu yang bisa kuucapkan untuk menyembunyikan irisan luka di hati yang baru saja dia berikan dari kata-katanya tadi. "Kenapa dia baru bilang sekarang...," ucapku dalam hati.
Tiba-tiba suasana kembali dingin.
“Aku juga suka sama kamu,” ucapku sambil tertawa sinis, “dulu.”
Dia memandangku terkejut.
“Andai waktu itu aku nyatakan perasaan ini, mungkin akhirnya gak gini ya...,” aku memandangnya.
Dia tersenyum dan membelai rambutku seperti dulu, “Mungkin,” ucapnya. “Sekali lagi, makasih udah mau dateng.”
Aku mengangguk, “Selamet ya atas pertunangannya,” ucapku sambil tersenyum. Dia berbalik, pergi, dan hilang di kerumunan orang-orang.
Aku pun berbalik, pergi, kembali menuju pintu, tapi kini aku membukanya dengan perasaan yang ringan walau kusadari ada setetes air mata yang menetes. “Sampai sekarang pun aku masih menyukaimu...” ucapku dalam hati.
***
Rating
Comments: 7
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
cerita yang biasa di alami banyak orang..
great..
Kayanya lebih manis non. Semangat nulis yach non!
dikirim bintang alzeyra 16 hours 9 min yang lalu...
aku pernah dengar dari seseorang... jika kamu ingin menulis, menulislah!
Ngga nyambung yak..Hehehe
Wah sama judul puisi ku beberapa waktu lalu. Aku pernah denger cerita langsung dari temenku yang mengalami kejadian ini. Terlambat dech. Tapi ga usah disesali dech, semua ada hikmahnya kok. Ada beberapa salah ketik tuh vit. Trus paragraf ke 2 soal ...pintu itu jadi kaya pengulangan kata yang gimana gitu. Bagaimana kalo di tulis satu misalnya : Perlahan kuraih gagang pintu itu lalu kubuka dengan perlahan. Kayanya lebih manis non. Semangat nulis yach non!
bwt adrian...khan udh ada di critanya...
>>Perlahan kuraih gagang pintu itu dan kubuka perlahan pintu itu. Kulangkahkan kakiku menyusuri ruangan itu.<
Naah...udh masuk khan? tp gak duduk koq...hehehe...
thx 4 d'comment...
Ini adegannya berlangsung saat si aku masih di depan pintu ya, sambil berdiri dan memegang gagang pintu? Si aku sempet masuk atau duduk?
Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^
cerita masa lalu yang manis. tapi aku kurang mengerti alasan mereka untuk tidak menyatakan perasaan masing2, sampai akhirnya mereka ketemu dan salh satunya sudah tunangan knp br bilang?
mungkin aku yg dudul, hehe^^
Tema cinta tak akan habis. Ayo terus menulis.