Dua jam berlalu, aku mencoba bertahan. Menenangkan diri. Setelah dua kali kirim SMS aku kirim, aku kirim lagi untuk yang terakhr kali:
> KLO G MAU KTM GPP TP BLG DONG
Temanku sudah sedari tadi mengajakku pulang. Tapi, karena janji dengan seseorang, alasanku kepada temanku itu, aku bertahan menunggumu. Aku tadi beruntung bertemu seorang teman. Kalau tidak, apa jadinya? Aku sendirian. Celingak-celinguk. Tidak keruan.
Sumpah, Men. Penolakan berdasarkan penampakan memang sudah sering diulang-ulang, tapi, Men, ironinya menjanjikan banget.
Kalo saran danang wibowo adalah menambah sub-plot, saran gue adalah memperingkas. Kalau karakter Pak Dullah terasa kurang relevan menurut yosi_hsn, lebur saja dengan karakter 'temanku'. Sepertinya ini refleksi dari sejenis kisah nyata, duhai Mas Si Kepala Seksi--bagian tubuh yang lain enggak. Sayangnya, tak semua kisah nyata itu seksi.
Bai-de-wei, pemakaian 'tanyaku' dan 'tanyamu' gue bilang asik.
Terlalu banyak kebetulannya. Menebak tiga angka di belakang nomor hp dengan tepat, teman yang tiba-tiba datang, banyak orang di cafe yang mengobrol di ponsel.. sah-sah saja sih.. ^^
Lalu bagian Pak Dullah, relevansi peringatan beliau itu mau dibawa kemana?
Anyway, selamat dengan rencana penerbitannya ya?
Ini potongan dari sekian puluh cerita yang sedang saya siapkan untuk diterbitkan. Kalau ada penerbit yang tertarik dapat menghubungi saya. Kalau tidak ada penerbit yang mau, secara swadaya bakal saya terbitkan sendiri. Tapi bagaimanapun semua komentar dan kritik tentu sangat saya butuhkan. Dan, tentu saja, tolong ya kita sama-sama menjaga hak cipta. Trims
buat apa berumah berlantai [i]mezzanine[/i]?
sedangkan esok cukup 2x1
tinggallah bak pengelana
malam menginap fajar beranjak
tanpa membawa siapa-s ... lanjut baca
Luhur Satya memelototi judul berita utama di halaman muka sebuah koran minggu: Hotel Marriott Islamabad Dibom. Ia bahkan terbelalak demi membaca berit ... lanjut baca
Ria Aprilia -nama belakangnya mirip merek sepeda motor buatan Italia ya- tiba-tiba menjadi gemar mendendangkan lagu I don't like Monday. Pokoknya gak ... lanjut baca
Bamby Cahyadi sungguh beruntung. Karirnya melesat. Hanya dalam tempo setahun, ia kini menjabat [i]Store Manager[/i]. Jabatan yang cuma selangkah lagi ... lanjut baca
Saat musim kemarau ternyata malam menjadi lebih dingin. Itu jika berada di daerah pegunungan. Hawa dingin di malam hari sungguh menggigit tulang. Term ... lanjut baca
di muka bundaran HI
berkacak menengadah ke langit
seikat bunga masih tertancap
di puncak Tugu Selamat Datang.
oh, gemerlap langit jakarta
asal ... lanjut baca
Mengatasi kebosanan, Vella terlibat percakapan dengan seorang suami yang sedang menunggu istrinya di ruang tunggu Dokter Kandungan. Sang suami menurut ... lanjut baca
Fitri gembira menggantikan kakak iparnya mengunjungi dokter anak. Ia akan memeriksakan bayi kakak iparnya yang baru berusia tiga bulan.
Setelah me ... lanjut baca
Suasana terminal pagi ini sudah mulai ramai, bus antar kota sudah berjajar dengan desing klakson yang tak henti. Calon penumpang dan para calopun suda ... lanjut baca
Kulihati tiap detak jam yang kuletakkan di atas mejaku itu melaju dengan sangat lambat, seumpama ketiga jarum jam itu dengan malasnya melakukan tugasn ... lanjut baca
Siang itu sebuah motor bebek berwarna hitam masuk melewati ruang televisi. Aku satu-satunya orang yang ada di sana. Motor itu berhenti tepat di sampin ... lanjut baca
Sabtu pagi aku ada di sebuah swalayan di jalan Tamansiswa setelah makan sabu alias sarapan bubur, karena beberapa barang keperluan sehari-hari sudah w ... lanjut baca
Café ini terlalu sepi. Hanya ada kau dan aku, serta beberapa pasangan yang menikmati malam. Kita duduk menyendiri di pojok ruangan. Segelas Ice choco ... lanjut baca
“ Setting ¬-nya, tentu saja diambil pada masa dua puluh tahun kemudian.. It’s a special birthday present for my older sister.. Happy Birthday, s ... lanjut baca
"a birthday present for moccha_chi.. happy birthday yeaa, sist.. Wish this story will be happen twenty years later.. ehehehehe.. ^^ peace Smile anyway ... lanjut baca
Kulambaikan tangan kiri tanpa jempol seperti orang kebanyakan saat menyetop angkot. Dan kenderaan berwarna kuning itu berhenti hendak mengangkutku.
... lanjut baca
”beri aku senyuman, agar aku bisa bertahan,” sergahku.
aku lupa: mimpiku hitam-putih ataukah berwarna
di taman, kupu dan bunga menyimpan cum ... lanjut baca
Di sini di sebuah kebun
Tunggui bibit jadi tunas atau
Mati di gempur belatung
Kuhitung waktu, Mundur
Aku sibuk, jangan kau ganggu
Nanti saja ... lanjut baca
memakai kata-kata yang biasa
Hahaha kebetulan gambar profilenya ON LINE, saya kasih comment.
Mana cerita-ceritanya, wah jadi kangen dengan ceritamu yang penuh dengan gairah dan bikin mandi basah.
Sumpah, Men. Penolakan berdasarkan penampakan memang sudah sering diulang-ulang, tapi, Men, ironinya menjanjikan banget.
Kalo saran danang wibowo adalah menambah sub-plot, saran gue adalah memperingkas. Kalau karakter Pak Dullah terasa kurang relevan menurut yosi_hsn, lebur saja dengan karakter 'temanku'. Sepertinya ini refleksi dari sejenis kisah nyata, duhai Mas Si Kepala Seksi--bagian tubuh yang lain enggak. Sayangnya, tak semua kisah nyata itu seksi.
Bai-de-wei, pemakaian 'tanyaku' dan 'tanyamu' gue bilang asik.
cerita ini buat aaq masih kurang berasa gregetnya. Tapi sip.
Revisi lagi ya, dipoles lagi biar makin sip!
cerita mengalir dengan baik. Menurutku bisa ditambahkan cerita sampingannya biar lebih terasa lucunya..
Oiya, mo nerbitin buku sendiri yahh?? Aq jg pernah lohh.. Lam kenal..
Omong2 soal cafe.. komen juga dunk cerpenku: Cafe: Women's Talk.. Thx!
Semoga nasibmu bisa berubah seperti tukul. ^^
sapa bilang gak bisa tepat? makanya kalau beli nomor jangan yang belakangnya 3 nomor sama gitzu lho.
CRT BGS BGT, GW SLT AMA LO. KPN CMNT GW?
Terlalu banyak kebetulannya. Menebak tiga angka di belakang nomor hp dengan tepat, teman yang tiba-tiba datang, banyak orang di cafe yang mengobrol di ponsel.. sah-sah saja sih.. ^^
Lalu bagian Pak Dullah, relevansi peringatan beliau itu mau dibawa kemana?
Anyway, selamat dengan rencana penerbitannya ya?