Dan Kabut Tak Pernah Nampak Lagi

Sudah lebih dari waktu
Saat ku kira Kau berlalu sendiri
menyusuri sisa sepi yang mengikat perih di dalamnya

Ataukah hanya kamuflase semu bahwa aku yang meninggalkanMU?

Aku tak kuasa berkata-kata
pun saat bisu mengantarkan kita ke peraduan terakhirnya. Tersadar akan hampa yang menghampiri sisa sunyi dari jejakMu yang berlalu
ataukah langkahku yang semakin tak menentu
dan kian menjauh dariMU?

Sesaat pilu itu mengganggu
Namun aku mesti harus berdiri
meraba-raba dalam kegelapan
mencari cahaya

Kau tahu aku tersesat di jalan menujuMu
Kau tahu, aku begitu rapuh tanpa-MU

Maka ketika secercah sinar itu datang,
tak lagi mendung ada di sisi kita.
Dan kuraih tanganMu yang penuh permata dan air kesejukan.

Begitu dekat, begitu lekat
Kukecup penuh rindu

Aku dalam hangatMU

Detik demi detik
MengukirMu dalam tiap desahan nafas, detak jantung
MenggemakanMU di tiap aliran darah, denyutan nadi
MengagungkanMu dalam tiap kerjapan mata,
kemana kaki melangkah

Dan kabut pun tak pernah datang lagi

Rating

39
points
Views: 31 reads
Comments: 5
Rating:
65

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
lazua421's picture
lazua421 at kabut yg pergi... (48 weeks 1 day yang lalu)
50

Puisi yg menyentuh bg jiwa-jiwa yang kabut akan cinta kepadaNya...
Namun, apakah kita manusia benar-benar bisa menghilnagkan kabut itu dari diri kita????

takiyo_an-nabhani's picture
takiyo_an-nabhani at Allahuakbar (48 weeks 1 day yang lalu)
80

Assalamu'alaikum
Ide dan isinya begitu rapuh, dan memang begitu manis untuk diresapi. Namun, apakah larik terakhir tidak terlalu memaksa pembaca? Agak sulit bila memiliki ketertarikan terhadap larik-larik sebelumnya.

pelangi_cinta88's picture
pelangi_cinta88 at salut......... (48 weeks 3 days yang lalu)
100

10 dech buat kamu

_aR_'s picture
_aR_ at (48 weeks 3 days yang lalu)
80

hiks, bagus

Raudhah Fajrin's picture
Raudhah Fajrin at (48 weeks 3 days yang lalu)
80

Menyentuh jiwa.