gadis,
kau tak akan pernah bisa menyentuhku
aku sudah beku
meski kau terus mencoba
aku sudah lupa,
aku sudah lupa akan arti rasa "itu"
jika hanya berupa desir-desir asa
sekedar harap yang membungkus cakrawala senja
entah kapan ku terakhir kali mengingatnya
gadis,
aku sudah lupa
gadis,
mungkin saja kita bicara tentang "itu"
bila kau terus memaksa
kita bicara diatas norma yang mengikat erat
jangan jadikan ini ritual pagan dalam upacara persembahan
ku mohon ......
inilah kaidahnya,
membuat kita layak disebut manusia
gadis,
tak perlu kau memalingkan wajahmu jika tak setuju
jangan dengan senyum sinismu,
jangan kau sayat pedih kemanusiaanku
gadis,
jangan paksa itu terjadi
jangan biarkan kanibalisme saling memangsa hasrat
jangan biarkan "itu" menjadi berlaku atas diri kita
berlakulah sebagaimana mestinya
diantara saling sengketa pertentangan yang tak bertautan
jangan sampai terjadi diantara kita
jangan ada sebuah kontradiksi,
kontradiksi yang membuat jiwa-jiwa patah hati
gadis,
tolong hentikan
ku harap hentikan sekarang juga
belajarlah untuk terbebas dari belenggu
gadis,
tataplah mataku
jangan biarkan dirimu tersiksa hal semu
jadi tolong hentikan
lebih baik kita sibak tirai kabut diantara kita
gadis,
ku harap hentikan sekarang juga
gadis, dengarlah dentang lonceng menggema
seperti nafsu mu terus memburu
seperti detak jarum jam yang terus memacu
gadis,
kau harus segera berlari
gadis,
jangan gunakan "itu"
gemerlap indah binar matamu
serupa gugusan galaksi memahkotai semesta
jangan gunakan "itu"
dengan benderangmu yang coba meluruhkan ku
gadis,
aku yakin kau tak akan kuasa menerangi hatiku yang pekat
gadis,
sudahlah ......
kau dengan derai tawamu "itu"
jelmaan sejenis gelombang hendak memecah batu karang
serupa ombak saling menggulung
mencoba mengikis pantai dengan belaiannya penuh gairah
seperti "itu",
kesendirianku hendak kau buat tak berdaya
kesendirianku hendak kau terjang dengan hasratmu
gadis,
sudahlah ......
gadis,
kenapa kau harus berlaku begitu menggoda
menjamah nakal fantasiku supaya menggila
menjelma dihadapanku selayak dewi Tara
gadis,
ada satu yang tak bisa kau ubah
aku tetap teguh dalam dekapan erat ambisiku
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
berapa gadis neh...
sadis...eh..gadis, ama akyu ajya..
bisa nya kapan????
Penolakan yang tegas.
just wanna say.,
T.E.G.A.S kawand.,
kept bekarya.,
Kunjungi tulisan saya ya.,