"Uh...bete banget dech" pikirku ketika harus melintasi ujung jalan rumah, dan sialnya aku hampir tiap hari lewat tempat itu. Orangtuaku selalu bertanya kenapa aku terus mengeluh tiap lewat ujung jalan yang kumaksud, dan aku juga selalu tutup mulut menjawab pertanyaan mereka.
Bagaimana mungkin aku menceritakannya pada orangtuaku. Alasanku bukan karena ada yang menggangguku di ujung jalan, bukan pula ada hantu atau anjing galak yang membuat aku takut. Tapi karena ada cowok ganteng yang selalu buatku deg-degan. Ya...cowok yang jadi "polisi cepek" di ujung jalan rumahku lah alasanku selalu memasang tampang cemberut jika habis melihatnya mengatur lalu lintas kendaraan di ujung jalan sana.
"Kamu jatuh cinta, Gin?" tanya Lisa suatu hari ketika aku cerita tentang cowok yang selalu kutemui padanya.
"Iya" jawabku malu-malu.
"Seperti apa tampangnya?" Lisa tampak penasaran.
"Dia tinggi, badannya atletis, rambutnya mirip Jimmy lin. Pokoknya keren banget dech" jawabku sambil membayangkan cowok keren yang kumaksud.
"Aku jadi penasaran nich" ucap Lisa padaku.
"Hehe..." aku hanya tertawa kecil mendengar ucapan Lisa.
Hari ini kembali aku melihatnya ketika hendak berangkat sekolah. Ia memakai kaos lengan buntung warna abu-abu dipadu celana boxer diatas lutut warna hitam. "Uh...seksi sekali" pikirku dalam hati. Namun seperti biasanya ia tidak melihatku, bahkan menolehpun tidak. Padahal ingin sekali rasanya aku diliriknya walau cuma sebentar.
Sampai sekolah, aku kembali menceritakan pertemuanku dengan cowok itu pada Lisa.
"Emang nama cowok itu siapa, Gin?"
"Gak tau" jawabku lesu.
"Kenapa gak kamu tanya?"
"Gak mungkin kali, Lis"
"Kenapa gak mungkin?"
"Jangankan nanya nama, ngelirik aku aja gak pernah" gumamku dalam hati.
"Kamu gak pede?" tanya Lisa lagi. Aku hanya terdiam tak bisa berkata-kata.
"Pede aja kali, Gin. Walau kamu gemuk dan agak hitam, tapi kamu manis loch" hibur Lisa sambil tersenyum.
"Thanks ya, Lis"
Bel tanda masuk berbunyi. Aku dan Lisa segera berlari masuk kedalam kelas bersama teman-teman yang lain. Setelah duduk di dalam kelas, aku sempat menoleh sebentar pada Lisa.
"Kamu gak akan pernah tau alasanku, Lis" ucapku dalam hati. Karena cowok itu tak akan suka padaku, bukan karena dia terlalu keren atau karena profesinya sebagai polisi cepek tapi dia sudah lulus SMA sedangkan aku baru kelas 1 SD.
Rating
Comments: 14
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hagh ?
cinta anakelas 1 SD ?
hihi, zaman sekarang...
bikin kaget juga endingnyah...
ok
gw kasih point 7 deh buat my friend
endingnya agak gmanaaaa gitu ya? Keep writing! ^^
^^
Satu aja kritikannya : Apakah anak kelas 1 SD akan berpikir secara logis menimbang-nimbang hal usia? Hehehe biasanya anak seumur gini masih bersifat cuek secueknya atau malu semalunya. Jadi faktor utama dia tidak bisa berkenalan adalah rasa malu itu. Hehehehehehe.....
Kasih 10 points deh, bwt semangat menulismu yg lg tinggi. Keep your spirit, my friend!
selamat pagi gina.. selamat pagi lis..
kalian berdua ini loh.. pagi pagi bukannya siapin pr atau pelajaran buat sekolah pagi ini, malah sibuk ngegosip.. duuh.. anak anak jaman sekarang..
^__^
mencoba membuat kejutan yang drastis ya? :haha
So what... ga papa lagi, cinta gak mandang usia. misal 8 tshun lawan 18 tahun. sepuluh tahun lagi. jadi 18 lawan 28 tahun... banyak pasangan jenjang waktunya segitu
..mantaappp ...
salam kenal yak ^^