Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki.
Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar
Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya.
Puisi ini atau mungkin apalah namanya, bisa jadi syair. Telah mengingatkanku pada pertualangan hidup Sang Maha Guru.
Lewat sentuhan kata-katanya, aku terpesona. Hingga akhirnya, kuanggap sebagai guru yang tak terhingga...
Yah, dia lah Sang Maha Guru (Kahlil Gibran).
Dan, tulisan ini hampir senada dengan gayanya.
Salut!
Kutunggu karya2 selanjutnya, Mas Beny Hidayat.
[Salam Hangat dari Kairo]
16:07 WK
yupp....betul sekali chau...penulisnya memang pengagum Rumi (gaya bahasa yg halus, indah dan dalam makna)- ada beberapa lagi tulisan serupa dipublish di link friendster berikut:
just sharing...salah satu karya dari projek buku : 'Kuukir Airmataku dalam Indahnya Syair (1)' yg masih tertunda.
Bagi teman2 yg memiliki gaya tulis seirama silahkan ikut berkolaborasi guna memperkaya konten.
Dia , sipujangga cinta terus menyebut nama "cinta" yang telah memenjarakan hatinya...namun teriakkannya hanya menggema dicakrawala, memantul dari sat ... lanjut baca
Kisah Cinta dari Masjid Kampus
Oleh : Ayat Al Akrash (0719)
*Hudzaifah.org* - *Tahun 2040*
Seorang kakek-kakek duduk di sebuah sekret rohis ... lanjut baca
Saat ini disini kala hangat mentari pagi menyapa dunia. Meski Erik tidak mengenalnya namun begitu sangat rasa kehilangan dalam hatinya. Pikirnya : Ya ... lanjut baca
Sahabat… masih ingat ?
dulu aku pernah cerita
Tentang cinta yang sampai saat ini masih merana
Entah kenapa, seorang raja diperbudak rasa
Hingga ... lanjut baca
Ya, Terkadang Aku Bingung Dgn Apa Yg Sedang Terjadi Saat Ini Pada Diriku.
Debaran Ini Selalu Saja Mengganggu Diriku.
Di Saat Aku Sendiri Maupun Di ... lanjut baca
Kisah Cinta yang Menyakitkan
Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan sejak menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan ... lanjut baca
kau memandangku.
dan aku pun memandangmu.
malam ini langit bertaburan bintang di angkasa.
kau genggam lembut tanganku.
tersenyum kepadaku.
kau ... lanjut baca
Dia , sipujangga cinta terus menyebut nama "cinta" yang telah memenjarakan hatinya...namun teriakkannya hanya menggema dicakrawala, memantul dari sat ... lanjut baca
Suasana begitu hening, angin semilir, dan bintang bertebaran di langit. Di tengah alun-alun kota terlihat beberapa keluarga bersuka cita menikmati ma ... lanjut baca
Dengan hati yang mantap Jired pergi dengan penuh keyakinan bahwa cintanya akan diterima oleh si Ici. Dalam perjalanan menuju kerumah Ici, Jired sengaj ... lanjut baca
Aku diberi nama Puti Bungsu, karena aku bungsu dari empat bersaudara, satu-satunya perempuan dari tiga kakakku laki-laki. Dan karena aku bersal dari r ... lanjut baca
senada dengan mas Wafie...
dalem nih Masres ^_^
(salam hangat juga dari Matraman ^_^)
Puisi ini atau mungkin apalah namanya, bisa jadi syair. Telah mengingatkanku pada pertualangan hidup Sang Maha Guru.
Lewat sentuhan kata-katanya, aku terpesona. Hingga akhirnya, kuanggap sebagai guru yang tak terhingga...
Yah, dia lah Sang Maha Guru (Kahlil Gibran).
Dan, tulisan ini hampir senada dengan gayanya.
Salut!
Kutunggu karya2 selanjutnya, Mas Beny Hidayat.
[Salam Hangat dari Kairo]
16:07 WK
yupp....betul sekali chau...penulisnya memang pengagum Rumi (gaya bahasa yg halus, indah dan dalam makna)- ada beberapa lagi tulisan serupa dipublish di link friendster berikut:
http://rescommunity.blogs.friendster.com/res_community/
ato bisa juga dinikmati di
www.duniasastra.com bagian yg poems / puisi
kalo ada info karya2 penulis lokal yg serupa & sejiwa kabar2i yah...mo kita ajak gabung buat nerbitin buku
ini agak berat lho
susah cari "kelas"
yang bisa nikmatin
mnert ku pribadi :
ini indah dan tinggi
seolah membaca tulisan
para pengagum rumi
iy gak??