Sebenarnya... ini adalah postingan pertama, kalau dibilang cerita kasar dari cerpen saya yang judulnya "Dan Akhirnya..." jadi,kalau ada yang merasa de'javu, ya selamat menikmati de'javu aja deh... hehe
SURYA merasa sangat bahagia saat terjaga pagi itu. Tak banyak buang waktu, dia pun segera bangkit, membersihkan dan merapikan diri sesempurna mungkin ... lanjut baca
“PA, lihat daster mama nggak?” tanya mama pada papa seusai mandi sore itu. “Itu lho, daster warna ungu gradasi ke merah muda.”
“Enggak. ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
PAGI yang menakjubkan. Langit ceria, embun sedikit memberikan kemilaunya pada ujung runcingnya daun. Matahari sedang jatuh cinta, nampak dari raut w ... lanjut baca
Mobil Tyas menepi di dekat warung kopi di daerah pegunungan yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar terakhir untuk stock shot proyek film doku ... lanjut baca
SEMAKIN hari, semakin banyak saja jenis manusia absurd di dunia ini. Tuhan telah menciptakan dua jenis dari manusia, laki-laki dan perempuan, tapi ... lanjut baca
BEGITU tiba di kontrakannya, Hendra yang baru pulang kerja malam itu langsung berlari ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Sebelumnya, d ... lanjut baca
Seperti inilah semuanya berproses; tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, saya dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara ... lanjut baca
KATA orang, diam itu emas. Tapi bukan karena alasan itu Dian menjadi gadis pendiam. Tekanan-tekanan semu dari kedua orang tuanya cukup andil dalam h ... lanjut baca
TAK banyak yang kulakukan selama dua jam ini. Aku hanya memandangi wajahku—yang tak pernah terlihat lebih baik—di cermin. Pipi tembem ini, jerawat ... lanjut baca
Jakarta pagi itu
Penuh sesak lautan kesedihan
Jiwa-jiwa, penuh kebimbangan
Diliputi debu kesengsaraan
Jakarta pagi itu
Anak-anak, bersenandung ... lanjut baca
Krishna
Aku kesiangan lagi... Sebenarnya tidak terlalu siang sih, hanya sedikit telat. Dan tak akan ada pengurangan premi jika setelah menuruni mot ... lanjut baca
Pagi itu hujan. Jam menunjukkan pukul 06.30, seperti biasa kuliah hari ini akan dimulai pukul 08.00. Aku pun menyiapkan keperluan kuliah, dan memasuka ... lanjut baca
Aku langkahkan kakiku pagi itu menuju warung langgananku. Di meja warung ada koran Jawa Pos, aku lihat sebentar sebelum akhirnya memesan makanan.
... lanjut baca
Melisa Purnama Wangi, lengkapnya. Gadis manis yang hari itu berkemeja putih motif kembang merah malu-malu.. Sepatunya hak tinggi yang seiring berganti ... lanjut baca
Pagi menggeliat di lentik matamu yang hitam
ada kembang - kembang mimpi
diatas tumpukan pagi yang lewat
lalu singgah di kamar hati
sekara ... lanjut baca
Ku masih menjaga hatimu,
dengan debaran di jantungku
dengan hatiku yang terus melukiskan namamu
rasa yang ada tak pernah berubah
rasa yang ... lanjut baca
mari, kemari, sayang
kita lukis sketsa sejarah pada paha dan payudara
segera kemasi hurufhuruf, katakata dan kalimat
jangan lupa puisi di laci ... lanjut baca
Perempuan itu datang ke rumah ditemani seorang laki-laki yang mengaku bapaknya. Berbalut celana jeans dan kaos ketat yang membuat orang dengan mudah m ... lanjut baca
"Kenalin, nama saya imr, hobi saya online, hidup saya lebih banyak di dunia maya, jadi kalo nyari saya di glodok, harco mangga dua, WTC atau BEC gak
... lanjut baca
top markotop
kasi komentar ya...
apa aja deh boleh...
yah...yah...yah...yah...
tQ bwt yang udah
-dadUn-
bagus kok..
Teu satuju si purnama kawin jeung si Gemintang Ayu... Karena Ayu tunangan Sayahh...
Nice....
kirain apa? sampe ngos-ngosan bacanya.
..kayanya pernah baca yg kaya gini deh. dmana yaa??? *mikir
rupa2nya sejak dahulu kala...
kak dadun suka nulis cerita ttg jatuh cinta ma shbt yah?
ckckckck...
=P
senasib siy,,,cuma kayaknya beda posisi...
*iseng2 baca postingan pertama heuheuheu
lam kenal juga...aQ tertarik ma smua karya kamu.bgus bgt dch