HARI itu, Imma berulang tHa*hLuTnX yang ke-sembilan belas. Sebuah pestWa8 sederhana diadakan di rumahnya. BebeArapaE teman kuliah terdekatnya nampak hadFirA di situ. Namun dari sek&ianT tamu yang hadir, ada satu2 sosok yang membuatnya tergugah.
“Ruli?” begitu terperangahnya Imma saatC dilihatnya sosok itu berjalan mVeFl3aFnSgMkMa2hY ke arahnya dengan sekotak kad3oT ulang tahun.
“Happy Birthday,” Ruli tersenyum maniAs,O semanis saat pertama mereka berZtem+uP sepuluh tahun yang lalu, s&aUaXt! mereka kelas empat SD.
“Katanya kamu di Amrik. Hm,P aku tahu pasti kamu k&aYnYg6e_nC sama aku kan?”
“Jangan Geer! Aku pulang sebMentCar9 cuma mau ngejemput sepupuku yAa7nOgI tahun ini juga mau kulLiah3 di sana.”
“Terus, kenapa kamu ke ru&ma4hkQu?U Aku kan nggak ngundang ka^mu1?J Abisnya aku pikir kamu u5d~a0h8 lupa sama aku. Nggak pernSahU kasih kabar apa-apa sejak perp1isahManQ SMA dulu. Sombong!”
“Kamu pikir tarif SLI itu! murah? Aku di sana tuh4 tinggal numpang di rumah sodXaraY-soTdarPaanV.Q Makanya aku mesti pinter-pinter ng0irYit^.Y Lagian aku nggak pernah l%u%p6aI sama kamu kok. Buktinya a7kQuS bisa sampe ke sini kBa&r#eDnWaC aku inget hari ini kaHmuD ulang tahun.”
“Cuma itu kan yang kamu6 inget? Selebihnya nggak ada.”
Hmmm.... terus terang dari kisah yang diangkat memang sangat klise. Plotnya pun seolah tak baru.Ketemu di acara A, ketemu lagi saat B, di akhiri dengan C.
Tetapi, harus diakui, kamu sebenarnya punya tehnik bertutur yang baik. Dialog yang kamu gunakan pun tidak mentah.
Namun sayangnya, membaca tulisan ini seperti baru membaca draft kasar sebuah novel. Bila dibuat dalam short story, kesannya tidak greget.
kisah yang kamu tulis ini termasuk kisah yang biasa diangkat ya? kisah sepasang sahabat cewe cowo yang akhirnya salih suka. menurutku penyampaian kamu bagus, ngalir. tapi, kayaknya kalimat yang kamu pake agak panjang2 ya...?
...Emosi saya naik. Mendadak, saya lebih mengidolakan Pawang Hujan ketimbang Einstein. Dan memuja ilmuwan yang berhasil menciptakan molekul air tanpa ... lanjut baca
{1}
Ketika saya sedang menatapimu dan tiba-tiba kamu balas menatap saya, sebuah ledakan terjadi di dalam dada dan mestinya kamu tahu gejala itu ada ... lanjut baca
“Tehnya, Mbak,” perempuan sekitar empat puluh tahunan itu masih melakukan hal yang sama setiap pagi, antara pukul setengah sembilan hingga sembila ... lanjut baca
bagian sebelumnya
Oedipus Kompleks?
“Apakah itu?” tanyaku mengambang di udara bersama sketsa Riana.
Temanku menjelaskan istilah itu seb ... lanjut baca
Aku melihatnya di sana. Selintas, tetapi keyakinanku berani membunuh waktu dan dosis minimalis kejelasan dalam hiruk pikuk keramaian. Itu dia!
“Y ... lanjut baca
Ponselku berdering saat kami tengah bercumbu malam itu. Ah, sialan! Terkutuklah si pengganggu kesenangan orang! Aku nyaris membanting ponsel sampai ku ... lanjut baca
Ponselku berdering saat kami tengah bercumbu malam itu. Ah, sialan! Terkutuklah si pengganggu kesenangan orang! Aku nyaris membanting ponsel sam ... lanjut baca
Bukan tidak sengaja sepasang mata saya menemukanmu ketika suara merdu itu diperdengarkan. Bosan ini memaksa saya melakukan ekspedisi visual ke seisi ... lanjut baca
“Saya sedang tidak merindukan siapa-siapa,” kecuali diri saya—dan rasa rindu keparat itu sendiri.
Saya pernah merindukan dia. Berhari hingga ... lanjut baca
“Wah, kau tampan sekali,” matanya seterang cahaya malam purnama saat mengatakannya. Dan terlengkung tulus melukis indah lesung pipinya. Sekali lag ... lanjut baca
Apakah kita telah melangkah
di jalan kecil ini
seribu tahun yang lalu?
Dinding-dinding itu telah hilang
namun aku masih mendengar
langkah ka ... lanjut baca
Danau ini masih seperti 2 tahun yang lalu, mengingatkan aku pada kenangan bersamamu. 2 tahun lalu kita disini, menghabiskan sejuknya hari dengan menyu ... lanjut baca
Happy birthday to me..happy birthday to me….happy birthday,,,happy birthday..happy birthday to me…happy birthday laura…yaa..lagu yang ku nyanyik ... lanjut baca
JULI YANG KE-2
Ini juli yang kedua semenjak aku mengenalmu
bermacam rasa sudah aku hadapi, mencinta dan menangis pernah aku lalui
ini juli yang ked ... lanjut baca
Hari ini hari yang ke 23 pertemuanku dengan gadis cantik itu, Dan itu juga kalau coret coretan di dinding kamarku tidak meleset, Karena setiap kali ak ... lanjut baca
Aku kehilanganmu di hari itu
Di mana matahari bersinar redup
Dan awan hujan menari di atasku
Sampai terakhir kau melangkah pergi
Tak setetes pun a ... lanjut baca
Hari itu terasa begitu indah
Siang malam terus gembira
Semua karena aku mencinta
Terus, terus cinta dirinya
Senyum indahnya terus terbayang di d ... lanjut baca
Semua hari-hariku yang diisi oleh senyummu telah pergi
Itu terjadi hanya seperti sebuah mimpi, datang dan pergi terlalu cepat
Saat itu ketika kau me ... lanjut baca
Jabatan
Yang selalu menawarkan kekuasaan dan kesenangan………..
Orang menghalalkan segala cara demi mendapatkannya
Manusia dapat dikatakan ber ... lanjut baca
sorry yah kalo keberatan...tapi klise gitu deh...
whatever...gaya bertutur kamu bagus kok...ringan mudah dipahami..Tapi memang kurang greget
Hmmm.... terus terang dari kisah yang diangkat memang sangat klise. Plotnya pun seolah tak baru.Ketemu di acara A, ketemu lagi saat B, di akhiri dengan C.
Tetapi, harus diakui, kamu sebenarnya punya tehnik bertutur yang baik. Dialog yang kamu gunakan pun tidak mentah.
Namun sayangnya, membaca tulisan ini seperti baru membaca draft kasar sebuah novel. Bila dibuat dalam short story, kesannya tidak greget.
kisah yang kamu tulis ini termasuk kisah yang biasa diangkat ya? kisah sepasang sahabat cewe cowo yang akhirnya salih suka. menurutku penyampaian kamu bagus, ngalir. tapi, kayaknya kalimat yang kamu pake agak panjang2 ya...?