Waduh, aneh2 aja.
Nggak tahu siapa yg mesti dikasihani. Saras dan Bute? Jelas nggak lah. Lalu Yandri? Meski dia punya kelemahan, tapi kan dia punya banyak istri? Jadi kurang respect.
Tapi idemu boleh juga ya. Sesuatu yg nggak kepikirian olehku. Cuma saranku meng. endingnya, kayaknya sudah umum nih yg kepergok begitu di kamar tidur. Mengenai gaya bahasanya juga cukup mengalir. Ditunggu cerita lainnya ya?
Kamu membuat cerita pendek ala majalah. Atau bisa juga disebut cerita bersambung, saking begitu banyak pergantian alur dan setting. Cerita kamu memang menggigit. Tetapi, untuk sebuah cerpen yang aku secara subyektif anggap "bernilai" tulisan ini masih kurang.
SURYA merasa sangat bahagia saat terjaga pagi itu. Tak banyak buang waktu, dia pun segera bangkit, membersihkan dan merapikan diri sesempurna mungkin ... lanjut baca
“PA, lihat daster mama nggak?” tanya mama pada papa seusai mandi sore itu. “Itu lho, daster warna ungu gradasi ke merah muda.”
“Enggak. ... lanjut baca
HARI itu, Imma berulang tahun yang ke-sembilan belas. Sebuah pesta sederhana diadakan di rumahnya. Beberapa teman kuliah terdekatnya nampak hadir di ... lanjut baca
PAGI yang menakjubkan. Langit ceria, embun sedikit memberikan kemilaunya pada ujung runcingnya daun. Matahari sedang jatuh cinta, nampak dari raut w ... lanjut baca
Mobil Tyas menepi di dekat warung kopi di daerah pegunungan yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar terakhir untuk stock shot proyek film doku ... lanjut baca
SEMAKIN hari, semakin banyak saja jenis manusia absurd di dunia ini. Tuhan telah menciptakan dua jenis dari manusia, laki-laki dan perempuan, tapi ... lanjut baca
BEGITU tiba di kontrakannya, Hendra yang baru pulang kerja malam itu langsung berlari ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang. Sebelumnya, d ... lanjut baca
Seperti inilah semuanya berproses; tanpa melibatkan satu unsur kesengajaan, saya dan kamu berkenalan dengan tidak menyebut nama satu sama lain secara ... lanjut baca
KATA orang, diam itu emas. Tapi bukan karena alasan itu Dian menjadi gadis pendiam. Tekanan-tekanan semu dari kedua orang tuanya cukup andil dalam h ... lanjut baca
TAK banyak yang kulakukan selama dua jam ini. Aku hanya memandangi wajahku—yang tak pernah terlihat lebih baik—di cermin. Pipi tembem ini, jerawat ... lanjut baca
Ku kejar semua yang tertinggal
Tak ku hiraukan semua penghalang
Ku coba menangkap semua mimpiku
Harapanku tuk kembali pulang
Tapi waktu ta ... lanjut baca
Kala senja ku sempatkan diriku untuk masuk ruang maya ku. Sore ini kacau… sekacau hatiku…
Si Abang : mungkin ada ruang kosong dlm hatimu...
Si ... lanjut baca
tiada gelap kini terang adanya
hawa dingin tergantikan hangat
malam tlah kembali tidur
kini pagi yang cerah membuka hari
mentari mengintip di ... lanjut baca
pagi hinggap di jendela
(atau jendela yang memerangkap pagi?)
jendela memerangkap pagi yang hinggap di jendela
(atau pagi hinggap di jendela yang ... lanjut baca
Melihat cahaya disela jendela..
Ibu jemari terkulum dalam liur..
Badan tersungkur meringkuk malas..
Terasa dingin hawa alam..
Serasa bersa ... lanjut baca
Pagi ku hilang
Pagi ku melayang
terbang bersama angin sore, terhempas badai senja
kubuka jendela hati, seraya menatap semesta bertabur benih dan em ... lanjut baca
mentari seperti masih enggan terbangun
atau sang awan yang terlalu gagah menutupi
jangan salahkan hujan yang terus turun
dingin menyesaki ruangan ... lanjut baca
Date: Wed, 26 Nov 2008 21:44:15 +0800
From: "indah ip" Add to Address BookAdd to Address Book Add Mobile Alert
Yahoo! DomainKeys has confirmed t ... lanjut baca
Jam setengah 9 lewat, matahari udah terang banget tapi mata blom pengen melek. Kenapa sih setengah 9 udah sepanas ini...perasaan gw baru tidur sejam a ... lanjut baca
Pagi yang menakjubkan: langit biru cerah, embun memberikan kemilau di ujung daun; mungkin bulan terlalu rindu pada matahari—hingga enggan pergi mesk ... lanjut baca
seru...!!!
good story
Waduh, aneh2 aja.
Nggak tahu siapa yg mesti dikasihani. Saras dan Bute? Jelas nggak lah. Lalu Yandri? Meski dia punya kelemahan, tapi kan dia punya banyak istri? Jadi kurang respect.
Tapi idemu boleh juga ya. Sesuatu yg nggak kepikirian olehku. Cuma saranku meng. endingnya, kayaknya sudah umum nih yg kepergok begitu di kamar tidur. Mengenai gaya bahasanya juga cukup mengalir. Ditunggu cerita lainnya ya?
Kamu membuat cerita pendek ala majalah. Atau bisa juga disebut cerita bersambung, saking begitu banyak pergantian alur dan setting. Cerita kamu memang menggigit. Tetapi, untuk sebuah cerpen yang aku secara subyektif anggap "bernilai" tulisan ini masih kurang.