Berlarian di gelap malam, melompat - lompat di atas atap langit - langit dunia kecil. Berjalan mengendap - ngendap dengan detakan jantung yang terus memacu, teriakan suara - suara birahi bercampur dengan denguhan nafas yang semakin tak teratur. Sinar Sang Rembulan memancarkan sinar kemesraan dalam kegelapan malam. Bulu - bulu kelembutan mulai menegang, mengikuti panasnya aliran darah di sekujur tubuh, kemolekan tubuh itu membius Sang Penikmat yang mulai memelototkan mata menahan hasrat untuk menerkam.
menurutku yang kurang hanya pengemasannya aja, deksripsi ada, penghayatan ada, kosa kata ada, hanya tinggal pengemasannya itu saja.. Wah, aku gak bisa komentar banyak nih, sudah dikomentarin banyak di bawah... Anyway, semangat selalu!
- formatnya bisa dirapiin kan yak
- Gaya pendeskripsian memang kuat banget dalam ceritamu tapi mungkin bagi orang yang terbiasa dengan alur baca yang cepat, gaya seperti ini tidak berhasil memikat mereka. Saya Khawatir mereka akan terlewati beberapa bagian yang menarik dari ceritamu. Tapi saya salut dengan gaya pendeskripsianmu yang kaya kosakata dan detail.
- Temanya menarik dan eye catching, untuk referensi mungkin kamu bisa baca2 tulisannya v1vald1 judulnya Nafsu Rambo, dia bikin cerita yang kurang lebih mirip2 lah
- Ada ketidakkonsistenan penyebutan nama tokoh, ataukah saya mungkin yang keliru menginterpretasikan. Sang Pemburu apakah sama dengan Sang Pecinta?
- Selebihnya...ah...komentarku adalah komentar yang bodoh. Tidak suka? ya...buang ke laut saja
# terkesan bagai prosa tanpa pembicaraan tokoh... sedikit agak membosankan bagi aq lho...
# bahasa dan permainan katanya bagus dengan polesan metafora di sana-sini, tapi menurutku terlalu bertele-tele karena seperti sajak atau puisi yg mempunyai sejuta arti.
# sebaiknya sisipkan satu atau dua percakapan antara tokoh...
# menurutku, kata2 bahasa asing yg belum terserap menjadi bahasa indonesia dicetak miring. caranya yaitu, misalnya, doggy-style
# ada beberapa penggunaan kata "di" sebagai kata peghubung yang salah. jika kata "di" menunjukkan tempat, maka harap dipisahkan dengan kata selanjutnya. misal "di sudut"
# baca juga karyaku dan beri komentar ya...
# sedikit tambahan, harap dibagi menjadi beberapa paragraf dengan menggunakan sepasi, sebab penulis harus memperhatkan kenyamanan pembaca saat membacanya.
Siaran televisi sedang menayangkan acara berita malam.
“Mahasiswa sekarang suka demo” komentar emak sekenanya.
“Kami membela nasib rakyat. P ... lanjut baca
Apa ini?
Ini apa?
Kau sebut ini biasa! Kau bisa! Kau biasa!
Aku sebut ini biasa! Aku bisa! Aku biasa!
Kau dan aku sebut ini biasa. Kau dan aku b ... lanjut baca
“Bapak minta maaf. Aku khilaf!” ucap bapak memelas.
“Semudah itu kau meminta maaf! Kau menghianati aku. Main serong!” ucap ibu memanas.
“B ... lanjut baca
Karat menggerogoti bingkai perak foto pernikahan ibu dan anjing. Sudah 25 tahun mereka bersanding. Waktu membingkai mereka dalam mosaik kehidupan. Kem ... lanjut baca
Telah lama anjing itu terdampar. Hanyut terbawa riak-riak nafsu. Mabuk menyeruput buih-buih birahi. Terkapar terbuai surga dunia.
Telah kembali an ... lanjut baca
Di pagi buta yang masih berselimut dinginya kabut tebal, Joko dan kedua adiknya : Udin dan Konde, berangkat menuju perkebunan pohon karet. Sehabis sub ... lanjut baca
“Kali ini pengumuman kategori 100 kata!” ucap Bang Amri.
“Pengumuman kali ini akan sedikit berbeda” ucap Mbak Yoshi yang sedang duduk disam ... lanjut baca
Handphone milikku berdering. Nada pesan masuk.
Pengirm : Ibu(08131313xxx)
Waktu : 10 Mei 2008 13:23:33
Ibu menemukan bapakmu
Ibu akan memintan ... lanjut baca
Aku keturunan anjing. Darahnya mengalir dalam tubuhku. Persetubuhannya dengan ibu adalah ibadah. Anjing itu menyumbang mani. Dalam tiga kegelapan aku ... lanjut baca
menurutku yang kurang hanya pengemasannya aja, deksripsi ada, penghayatan ada, kosa kata ada, hanya tinggal pengemasannya itu saja.. Wah, aku gak bisa komentar banyak nih, sudah dikomentarin banyak di bawah... Anyway, semangat selalu!
- formatnya bisa dirapiin kan yak
- Gaya pendeskripsian memang kuat banget dalam ceritamu tapi mungkin bagi orang yang terbiasa dengan alur baca yang cepat, gaya seperti ini tidak berhasil memikat mereka. Saya Khawatir mereka akan terlewati beberapa bagian yang menarik dari ceritamu. Tapi saya salut dengan gaya pendeskripsianmu yang kaya kosakata dan detail.
- Temanya menarik dan eye catching, untuk referensi mungkin kamu bisa baca2 tulisannya v1vald1 judulnya Nafsu Rambo, dia bikin cerita yang kurang lebih mirip2 lah
- Ada ketidakkonsistenan penyebutan nama tokoh, ataukah saya mungkin yang keliru menginterpretasikan. Sang Pemburu apakah sama dengan Sang Pecinta?
- Selebihnya...ah...komentarku adalah komentar yang bodoh. Tidak suka? ya...buang ke laut saja
sarkastik dibalut dengan bahasa sedikit puitis. Itu kekuatan lo... unik juga.
iya nih saiya bacanya lompat2 aja.
# terkesan bagai prosa tanpa pembicaraan tokoh... sedikit agak membosankan bagi aq lho...
# bahasa dan permainan katanya bagus dengan polesan metafora di sana-sini, tapi menurutku terlalu bertele-tele karena seperti sajak atau puisi yg mempunyai sejuta arti.
# sebaiknya sisipkan satu atau dua percakapan antara tokoh...
# menurutku, kata2 bahasa asing yg belum terserap menjadi bahasa indonesia dicetak miring. caranya yaitu, misalnya, doggy-style
# ada beberapa penggunaan kata "di" sebagai kata peghubung yang salah. jika kata "di" menunjukkan tempat, maka harap dipisahkan dengan kata selanjutnya. misal "di sudut"
# baca juga karyaku dan beri komentar ya...
# sedikit tambahan, harap dibagi menjadi beberapa paragraf dengan menggunakan sepasi, sebab penulis harus memperhatkan kenyamanan pembaca saat membacanya.
~Salam ABC~