Berlarian di gelap malam, mZe1lUoKmOp~aUtN - lompat di atas at5apL langit - langit dunia kTeEcKi6l_.6 Berjalan mengendap - ngendap deCng^an! detakan jantung yang terus me%ma9cuH,~ teriakan suara - suara bi(ra#hiN bercampur dengan denguhan nafas yang4 semakin tak teratur. Sinar San1g% Rembulan memancarkan sinar kemesraan d&aKlLaDmG kegelapan malam. Bulu - buluO kelembutan mulai menegang, mengikuti pana8snya% aliran darah di sekujur tubu3h,E kemolekan tubuh itu membius San9gM Penikmat yang mulai memelototkan maOtaV menahan hasrat untuk menerkam.
Perburuan kenikmatan itu berlanjut dalaCmY drama pementasan Sang Pecinta d6iN atas atap langit - langIitH dunia. Melompat di antara kNa2nFaDl1 - kanal dunia, berteriak mem$ain^kanQ irama syahdu bercampur dengan lant%unan7 kidung cinta. Pasangan itu be(rm~al_uF - malu untuk menuntaskan ke9ni2kmIat7anF hasratnya. Berlari sambil berteriak mUeEn%g4gQa@nVgQgTu~ ketenangan dunia lain yang sed6ang( terlelap dalam kelelahan tidur mala3m.$ Keributan itu mengganggu ketenangan malLam,F hasrat yang memuncak membuat lupa@ akan rasa toleransi, tak adaF lagi tentang tenggang rasa, keeRgoiYsanT itu menegaskan malam itu hanyGaM milik mereka berdua.
menurutku yang kurang hanya pengemasannya aja, deksripsi ada, penghayatan ada, kosa kata ada, hanya tinggal pengemasannya itu saja.. Wah, aku gak bisa komentar banyak nih, sudah dikomentarin banyak di bawah... Anyway, semangat selalu!
- formatnya bisa dirapiin kan yak
- Gaya pendeskripsian memang kuat banget dalam ceritamu tapi mungkin bagi orang yang terbiasa dengan alur baca yang cepat, gaya seperti ini tidak berhasil memikat mereka. Saya Khawatir mereka akan terlewati beberapa bagian yang menarik dari ceritamu. Tapi saya salut dengan gaya pendeskripsianmu yang kaya kosakata dan detail.
- Temanya menarik dan eye catching, untuk referensi mungkin kamu bisa baca2 tulisannya v1vald1 judulnya Nafsu Rambo, dia bikin cerita yang kurang lebih mirip2 lah
- Ada ketidakkonsistenan penyebutan nama tokoh, ataukah saya mungkin yang keliru menginterpretasikan. Sang Pemburu apakah sama dengan Sang Pecinta?
- Selebihnya...ah...komentarku adalah komentar yang bodoh. Tidak suka? ya...buang ke laut saja
# terkesan bagai prosa tanpa pembicaraan tokoh... sedikit agak membosankan bagi aq lho...
# bahasa dan permainan katanya bagus dengan polesan metafora di sana-sini, tapi menurutku terlalu bertele-tele karena seperti sajak atau puisi yg mempunyai sejuta arti.
# sebaiknya sisipkan satu atau dua percakapan antara tokoh...
# menurutku, kata2 bahasa asing yg belum terserap menjadi bahasa indonesia dicetak miring. caranya yaitu, misalnya, doggy-style
# ada beberapa penggunaan kata "di" sebagai kata peghubung yang salah. jika kata "di" menunjukkan tempat, maka harap dipisahkan dengan kata selanjutnya. misal "di sudut"
# baca juga karyaku dan beri komentar ya...
# sedikit tambahan, harap dibagi menjadi beberapa paragraf dengan menggunakan sepasi, sebab penulis harus memperhatkan kenyamanan pembaca saat membacanya.
Siaran televisi sedang menayangkan acara berita malam.
“Mahasiswa sekarang suka demo” komentar emak sekenanya.
“Kami membela nasib rakyat. P ... lanjut baca
Apa ini?
Ini apa?
Kau sebut ini biasa! Kau bisa! Kau biasa!
Aku sebut ini biasa! Aku bisa! Aku biasa!
Kau dan aku sebut ini biasa. Kau dan aku b ... lanjut baca
“Bapak minta maaf. Aku khilaf!” ucap bapak memelas.
“Semudah itu kau meminta maaf! Kau menghianati aku. Main serong!” ucap ibu memanas.
“B ... lanjut baca
Karat menggerogoti bingkai perak foto pernikahan ibu dan anjing. Sudah 25 tahun mereka bersanding. Waktu membingkai mereka dalam mosaik kehidupan. Kem ... lanjut baca
Telah lama anjing itu terdampar. Hanyut terbawa riak-riak nafsu. Mabuk menyeruput buih-buih birahi. Terkapar terbuai surga dunia.
Telah kembali an ... lanjut baca
Di pagi buta yang masih berselimut dinginya kabut tebal, Joko dan kedua adiknya : Udin dan Konde, berangkat menuju perkebunan pohon karet. Sehabis sub ... lanjut baca
“Kali ini pengumuman kategori 100 kata!” ucap Bang Amri.
“Pengumuman kali ini akan sedikit berbeda” ucap Mbak Yoshi yang sedang duduk disam ... lanjut baca
Handphone milikku berdering. Nada pesan masuk.
Pengirm : Ibu(08131313xxx)
Waktu : 10 Mei 2008 13:23:33
Ibu menemukan bapakmu
Ibu akan memintan ... lanjut baca
Aku keturunan anjing. Darahnya mengalir dalam tubuhku. Persetubuhannya dengan ibu adalah ibadah. Anjing itu menyumbang mani. Dalam tiga kegelapan aku ... lanjut baca
Tidak seperti biasanya jika kini aku jalan sendirian menelusuri jalan kecil didepan kost-ku, sementara rokok pemberian teman masih terus ku hisap…
... lanjut baca
Sudah lama saya ingin menulis tentang Bambang Cahyadi sebagai penulis cerpen, karena saya selalu terkesan dengan gaya penuturannya, dan sekaranglah ke ... lanjut baca
semalam di hamparan terang rembulan
masih saja menatap, akankah ada rindu kau titipkan atau setidaknya kau selipkan di celah bundarnya
masih sama se ... lanjut baca
Topo bukanlah terlahir sebagai anak seorang pejuang, apalagi anak seorang pahlawan atau tentara. Topo hanya seorang lelaki berusia empat puluhan, sewa ... lanjut baca
Karya ini merupakan barang bukti pembajakan dari www.indahip.blogspot.com
bukan planet merah yang disalahpersepsikan orang akan kembang sebulat p ... lanjut baca
:iyut fitra
Di koran minggu, kau tuliskan untukku sebuah puisi
Tentang seseorang yang terus berlari memanggul amarah
Demi mencari hakikat hati da ... lanjut baca
GADIS DI PELOSOK MALAM
Malam mengusik
Titik titik sepi, terbungkam
Dalam gelas gelas kaca
Termangu, diam meratap
Dingin jatuh di daun jendela ... lanjut baca
Seharusnya ini tak terjadi. Seharusnya tak boleh berakhir seperti ini. Ini seperti dulu yang sering menimpaku pada akhirnya. Bukan hanya sekarang, set ... lanjut baca
Berita mengenai dukun santet itu sedemikian cepat menyebar. Korban yang bertambah setiap hari, semakin membuat warga desa penasaran untuk menemukan da ... lanjut baca
Suatu pagi di sebuah sarang yang berada pada dahan nangka yang rindang, seekor burung Pipit kecil mencoba belajar terbang dengan di tunggui oleh induk ... lanjut baca
menurutku yang kurang hanya pengemasannya aja, deksripsi ada, penghayatan ada, kosa kata ada, hanya tinggal pengemasannya itu saja.. Wah, aku gak bisa komentar banyak nih, sudah dikomentarin banyak di bawah... Anyway, semangat selalu!
- formatnya bisa dirapiin kan yak
- Gaya pendeskripsian memang kuat banget dalam ceritamu tapi mungkin bagi orang yang terbiasa dengan alur baca yang cepat, gaya seperti ini tidak berhasil memikat mereka. Saya Khawatir mereka akan terlewati beberapa bagian yang menarik dari ceritamu. Tapi saya salut dengan gaya pendeskripsianmu yang kaya kosakata dan detail.
- Temanya menarik dan eye catching, untuk referensi mungkin kamu bisa baca2 tulisannya v1vald1 judulnya Nafsu Rambo, dia bikin cerita yang kurang lebih mirip2 lah
- Ada ketidakkonsistenan penyebutan nama tokoh, ataukah saya mungkin yang keliru menginterpretasikan. Sang Pemburu apakah sama dengan Sang Pecinta?
- Selebihnya...ah...komentarku adalah komentar yang bodoh. Tidak suka? ya...buang ke laut saja
sarkastik dibalut dengan bahasa sedikit puitis. Itu kekuatan lo... unik juga.
iya nih saiya bacanya lompat2 aja.
# terkesan bagai prosa tanpa pembicaraan tokoh... sedikit agak membosankan bagi aq lho...
# bahasa dan permainan katanya bagus dengan polesan metafora di sana-sini, tapi menurutku terlalu bertele-tele karena seperti sajak atau puisi yg mempunyai sejuta arti.
# sebaiknya sisipkan satu atau dua percakapan antara tokoh...
# menurutku, kata2 bahasa asing yg belum terserap menjadi bahasa indonesia dicetak miring. caranya yaitu, misalnya, doggy-style
# ada beberapa penggunaan kata "di" sebagai kata peghubung yang salah. jika kata "di" menunjukkan tempat, maka harap dipisahkan dengan kata selanjutnya. misal "di sudut"
# baca juga karyaku dan beri komentar ya...
# sedikit tambahan, harap dibagi menjadi beberapa paragraf dengan menggunakan sepasi, sebab penulis harus memperhatkan kenyamanan pembaca saat membacanya.
~Salam ABC~