Dingin kurasa
sebelum turunnya putri dari angan
Ia mengajakku bermain api
’tuk hangatkan perasaan sepi yang beku
Ku nikmati setiap lekuk tubuhnya
Ku jamah bisikannya
Ku resapi desahan nafasnya
Kini,
aku hanya terpaku menatap api itu
Tanpa kehangatannya
Aku bosan
Aku benci
Haruskah cinta itu tercipta dari sentuhan putri anggun bergaun api
Aku hanya ingin menunggu cinta
wanita seutuhnya
bukan bidadari dari surga
atau seorang iblis betina
Rating
37
points
Views: 3 reads
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
apreciated..literature yg nyaris sempurna dengan kemasan yg sederhana..lugas dan jujur...,mungkin dengan sedikit polesan hiperbola akan lebih manis lagi..,
terus berkarya !!
rima demi rima yang dibangun antarlirik telah mampu mengesankan 'sebuah' yang mengacu pada imagery, entah disengaja atau tudak pada kata "Ku"jamah, nikmati dst memang sengaja dipisah atau apa? secara eyd disambung tapi puisi bisa bebas hanya saja tentu harus dipertimbangkan 'makna' nya. oke
keren ^_^
Kata-kata dan inti puisinya keren.
kl aq tetap mengharap bidadari