Read more (1740 words) Maksud kedatangan kami ke tempat ini untuk bertemu dengan Tuhan yang selama ini sudah sering kami berusaha untuk bertemu namun selalu kami gagal untuk menemukan yang benar-benar Tuhan bukan yang hanya main-mainan Tuhan
Mahluk itu berbadan tegap tinggi, wajah bersih bersinar yang teramat gemerlap dengan tanda di ketujuh anggota badan yang membumi juga nafasnya yang wangi berjalan dengan langkah cepat seraya mempersilahkan masuk
Kami duduk dikursi yang berkilauan karena disekelilingnya emas menghiasi setiap helai dari kain yang membalutnya
Mengapa begitu mendadak
Kami sudah tak sabar
Perihal ?
Ini urusan pribadi dan tak seorangpun boleh tau, termasuk mahluk sepertimu sekalipun
Dengan tenang, bukankah seorang bijak selalu berkata-kata perkataan yang berguna
Kami mengangguk
Lagi senantiasa mempercayai orang-orang yang memang sudah dipastikan dapat dipercaya sebelumnya juga dalam hatinya tidak ada iri dengki dan perasangka buruk terhadap segala sesuatu yang emmang tidka buruk dan tidka akan buruk
Kami mengangguk, sayangnya kami bukan orang bijak yang mengerti kebajikan apalagi kata-kata bijak yang dikatakan oleh seorang bijak
Kalian tak bisa memaksa segala sesuatu ada prosedur yang harus senantiasa di lalui tanpa melompat-lompat
Kami diam sejenak, bukankah Tuhanmu Maha Tahu ?
Kalian benar.
Mengapa Ia sampai tidak memberitahu kepada mahluk yang sangat dipercaya karena memang sebelumnya juga dapat dipastikan bahwa mahluk itu bisa dipercaya dan tak ada iri dengki apalagi rencana-renca busuk dalam hatinya
Karena Ia Maha Tahu
Kami tak bisa mengahabiskan waktu kami ber abad-abad disini hanya untuk memperdebatkan apa yang akan kami samapikan kepada Tuhanmu yang secara langsung maupun tidak sudah menjadi Tuhan kami
Kalian seharusnya tidak mepersulit diri, setelah sulit kalian melemperkannya kepada mereka-mereka yang belum sulit agar ikut sulit pula, mahluk itu berdiri sembari mengangkat kedua tangannya, diarahkannya jemarinya yang sempurna itu seraya berkata, bukankah kalian ingin tahu emngapa kalian diciptakan !
Perkataanya itu menerangkan maksud kami yang sudah kami jaga dengan baik itu, entah ekspresi apa yang harus kami tampakkan.
Mahluk yang masih belum bisa kami definisikan itu tiba-tiba merasuk kedalam tubuh kami melalu semua lubang yang ada di tubuh kami, ia masuk lewat mata kami, hidung kami, mulut kami, telingan kami, pori-pori kami, pusar kami dan semua lubang yang ada di tubuh kami. Ia merasuk begitu cepat sehingga prosesnyapun tak bisa kami resapi untuk kemudian kami pelajari, terlau cepat
Tiba-tiba meregang tubuh kami seolah ditarik oleh beberapa kuda, menariknya kesegala penujuru, serasa disayat-sayat sembilu di kulit-kulit kami dan ditusuki pedang-pedang panjang yang tak berujung lagi tumpul dan berkarat menusuk menerobos ke jantung dan ulu hati
Seluruh ruang tiba-tiba gelap tak ada cahaya yang bisa kami bentuk menjadi benda semua tiba-tiba gelap, bola mata kami hilang dan lenyap entah kemana, tak ada suara semuanya hening seolah telingapun ia sembunyikan juga. Di dalam ketidakpastian itu ada yang berbisik entah dari mana
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
Bergetar selruh tubuh kami yang sudah tak berbentuk itu
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Ingin teriak, namun kami lupa mulut kami ada menyumpal serupa gembok yang besar dan mengunci rapat-rapat, teriakan kami dalam hati sia-sia, sekali lagi tubuh kami bergetar-getar tak menentu
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa, Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Suara itu terdengar di tengah ketulian kami, hati kami merasakan di kekosongannya
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Semakin dungu kami dibuatnya, bagaimana dengan manusia ?
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
!!!! buta kami Ya.. Allah, tuli ! dungu, tolol kami yang sempurna telah dengan sengaja membuatnya hina dan lalu mengakui bahwa manusia memang hina, sesungguhnya tidak dan sesungguhnya tidak !, kamilah yang membuat hina ini dan membalutkannya dalam diri kami amsing-masing, dan setan ! dia hanya tertawa terbahak-bahak melihat mahluk ia benci dikarena rasa cemburunya yang berlebihan. Ya Allah engkaulah Tuhan kami kini tiada kearaguan atas-Mu, tiada keraguan kami untuk menyembah-Mu bersujud bersama-sama dengan semesta, matahari, bintang, rembulan dan segala yang Engkau ciptakan. Ya Allah yang Maha Besar !, kami begitu kecil tak terlihat disbanding denga semesta yang begitu rumit dan belum kami jangkau sebelumnya dan seterusnya oleh akal kami yang dangkal. Jelaslah kini siapa musuh kami yang selama ini tak tampak jelaslah kini kami yang selama ini tertutupi oleh yang bukan kami. Kami yang hina tak pantas ini, sudah kurang ajar ingin bertemu dengan Sang Kuasa, padahal ilmupun kami tak sampai mahluk tak beradab macam apa kami ini ! jelaslah kini perbedaan kami dengan-Mu walau memang sebelumnya sudah nampak jelas perbedaan yang mencolok itu namun kami buta atau bahkan kami sudah berbuta-buta yang tidak buta sebenarnya, kami tuli akan ayat-Mu yang benar-benar itu !. Ya.. Allah kini tinggal kami mohon ampunan-Mu atas semua kelancangan kami dan kekurang ajaran kami yang hina dan tolol kosong ini. Engkaulah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang. Engkaulah Yang Maha Menghidupkan, Maha Menghentikan, Maha Memelihara, Maha Bijaksana, Maha dari segala Maha yang pernah ada juga yang tak pernah ada sekalipun Engkaulah Yang Berkehendak atas segala yang terjadi di dalam alam semesta dan beberapa tempat lainnya yang belum pernah kami terpikirkan bahwa ada tempat seperti itu sebelumnya. Engkaulah yang kini kami imani dengan iman yang sebenar-benarnya iman Engkaulah, Allah Subahanahuata’la tiada Tuhan yang kami layak sembah kecuali Engkau Yang Maha Sempurna.
Dan kamipun terbangun dengan kondisi yang seharusnya membaik, dasar manusia !
Masih hendak berpalingkah mereka dari segala sesuatu yang sudah jelas dan bahkan sangat jelas itu ?
Masih ada ruang bagi nurani untuk menyelinap untuk membisikan Asma Allah kedalam hati dan dada mereka ?
Adakah kesempatan untuk berbenah dan bersiap-siap untuk menempuh jalan yang akan segera kita tempuh dengan jarak yang berabad-abad itu ?
Mungkinkah kiranya manusia itu kemabali pada-Nya dengan keadaan seperti keadaan pada awalnya dulu ia diciptakan ?
Kini berkecukupankah mereka (manusia) yang sudah menganggap teknologi sudah bisa mencukupi seluruh kebutuhan hidup mereka ?
Manusia,
Bukankah Tuhan memberikan pedoman yang jelas tentang hidup, untuk apa hidup dan bagaimana hidup ! serta contoh yang nyata berupa manusia pula yang memang sengaja di hadirkan agar kalian (manusia) tak banyak bertanya tentang apa yang kalian tak mengerti
Maka
Masih hendak berpalingkah kalian dari segala sesuatu yang sudah jelas dan bahkan sangat jelas itu ?
-bal-
Bandung,26 Januari 2007
subhanallah !!!
benar-benar menggugah,
terima kasih atas ilmunya.
Sengaja ndak pakai tanda bacakah???
nilai 8 untuk ceritanya
penulisannya
aduh tolong dikoreksi
Wow..Bgus,tp kta2ny brat bgt...
agak bingung dengan penulisannya. Namun isinya bagus.....mampu membuat pembaca berpikir. keep writing.
coment isi cerita:
aku prihatin dengan kehidupan sekarang ini. Zaman dimana Tuhan sudah mati...tergantikan dengan uang dan kekuasaan...hiks....yang jujur semakin terinjak...hiks.
Thanx atas peringatannya.