Saya masih duduk sendiri. Menunggu. Memandang tanah-tanah kering.
Di taman ini, saya adalah tak lebih seekor cacing. Menggeliat ke sana ke mari mencari celah basah. Sebab cacing tak suka cahaya berlebih, menusuk pori-pori. Sebab cacing juga tak perlu mencari pasangan untuk kawin. Tidak
seperti manusia.
Di taman ini, saya adalah seorang sepi. Tak menanggapi lalu lalang yang tak berarti.
Travel yang kunaiki ini memang nyaman, dengan kapasitas tujuh penumpang. Aku duduk di kursi nomor tiga. Tepat di belakang sopir. Aku sibakkan tirai pe ... lanjut baca
kemudianer jakarta?
Datangi KOPDAR TGl 18 Besok
di Plasa Semanggi JAM 1
di foodcourt katanya
kalo mo ketemu prince, mungkin 'magang' dulu di ... lanjut baca
/1/
apa lagi yang harus
kuungkapkan
selain
aku sangat mencintaimu?
/2/
Tidakkah cukup detik untukmu
dengan ketiga belah jarum yang
salin ... lanjut baca
/1/
Semalam saat hujan meteor, kau tidur mendengkur
Di kursi sebelah pintu
Di sebelahmu, abu dari tiga batang rokok plus ampas
Kopi tak sanggup ... lanjut baca
Secangkir Ca Latte yang coba kautuang dalam diary
Kugantikan dengan bandrek buatan Mpok Minah
Yang rumahnya baru kena gusur pemerintah
Kemarin lusa ... lanjut baca
Chaa, di sudut kota, kusaksikan jejak-jejak kakimu
Di panjang trotoar jalan. Saat suara transjakarta memamerkan kecepatannya, menyalib kendaraan roda ... lanjut baca
Kamu pasti sedang berpikir, mengapa awan yang putih itu tiba-tiba bisa mendung? Lalu hujan? Lalu menciptakan lengkungan paduan warna yang disebutkan s ... lanjut baca
Ini bukan kisah sundel bolong yang kautakuti
syahdan, sundal tak suka memakai sandal
ia bertelanjang kaki
bertelanjang dada
tapi tetap bercelana ... lanjut baca
http://reinvd.kemudian.com/2008/12/30/darah-muda/
dara
. darah.
mukamu kah yang pernah kukecup
dengan lidah
saat seribu wajah sudah tak be ... lanjut baca
Kelinci Bulan #1
Tak ada kelinci di bulan!
Begitu yakinmu, takku taknya. Tak tak yang lain yang tak sempat
Kuletak di bibirmu. di telingamu. di ... lanjut baca
Kurangkai beban di tangan
lalu kujalinkan di bidang bahu
biar tak jatuh satu - satu.
Berpikir tuk lanjutkan kesinambungan
yang tlah tercipta.
... lanjut baca
Suara api yang menari-nari. Membakar kayu-kayu kering yang menyokongnya. Kehangatan yang dipancarkannya membangunkan Kifasas.
Menggeliat, dia meli ... lanjut baca
Pagi kembali menyambut, saat mentari masih bersembunyi malu di balik bukit tampak seorang gadis berambut panjang duduk di atas hijaunya padang rumput. ... lanjut baca
PATUNG setengah badan Dr. Subakti Budikusuma berdiri gagah di pintu gerbang sebuah universtas di Bandung. Itu adalah penghormatan untuknya, karena jas ... lanjut baca
Tamu-tamu lain dibolehkan pulang. Saya, James, Arsya, delapan saksi itu dan beberapa polisi naik ke lantai dua. Semua saksi duduk di beberapa meja di ... lanjut baca
Saya tunggu kamu di tempat biasa
pengirim : 0816196xxxx
Sms dari seseorang yang pernah mengisi hidup saya. Dulu.
Cuaca mendung seperti ini lebi ... lanjut baca
Beberapa hari yang lalu seorang teman curhat kepada saya. Ia mengatakan bahwa ia sedang mengalami dilema, dilema yang pasti akan melanda setiap jiwa ... lanjut baca
Aku duduk di sebuah pojok kafe dengan segelas Muscat dalam suasana malam yang dingin mencari hangat. Kafe ini berlantai dua. Di tingkat kedua di lanta ... lanjut baca
kami yang duduk berjejer
ataupun kami yang berputar-putar
kami yang menunggu datangnya uluran tangan
walaupun seharga bawang
yang bermimpi jadi ju ... lanjut baca
Kelima murid padepokan Suryanata merapat, punggung beradu punggung semuanya dalam keadaan siaga.
Mereka telah dikepung dengan tombak – tombak dan ... lanjut baca
Satu lagi pring yang aku kenal...
hmm,hmm, hmm...
Nakal!
hihi//..
lagi trend
isu bunuh orang dan bunuh diri...
q suka bahasa yang indah. tapi ceritanya biasa.
lagi lagi realita yang membuat semua itu jadi "biasa", hehehehe,...,
Good story, mengangkat realita kehidupan Babe-babe... teruslah berkarya
Oh, jadi cerita ini yang membuatmu membuka Forum tentang Plot ya Di... Seperti kata Mas Khrisna, keren hehehe
Namun terkadang sangat sukar mendapat sisi feminim saat kita (lelaki) mau bertutur tentang aku (sang wanita).
Ayu Utami - Saman
Saya menjadi epigoni karya ini
Ternyata saya keasyikkan, saya begitu menikmati Ayu Utami
Lalu terjadilah
Arra bener banget
kelemhana terbesar saya adalah plot/alur yang terlalu standar
ada saran?
entah di.. saya merasa menonton sinetron
...(idenya)
tapi deskripsi kamu yang asik (mengingatkan saya dengan ayu utami) membuat saya menikmati cerita ini sampai habis...
nice!!
keren. saya hanya bisa berkata demikian. selebihya, sang guru lebih mafhum.
salam kata!
iya, Hantu Langit yang kedua cuma perkembangan dialog aja kok...
aku mungkin bakalan kasih kejutan di lanjutan yang ketiga, keempat, atau kelima
bukan malaikat tanpa nafsu yang kudasarkan dalam cerita kali ini
tapi malaikat perpaduan manusia
karena Tuhan tdk begitu mengerti harus menciptakannya sebagai apa
tapi.............
makasih bgt ya, de seneng dpt banyak petuah dr mas
de sndiri lbh seneng bkin cerita berbasis politik
cm kaya gitu biasanya jarang yang mau baca.
apalgi skrg aku g bgitu konsen nulis.
sibuk mid semester, he he..
Mas sk mtk?
ak lbh sk fisika and kimia!