Peri peri kecil berhamburan
kabar menyakitkan datang tiba - tiba
katanya setiap telinga lancip akan dipotong
sementara itu
bibi rusa sibuk memotong bawang
kali ini akan di buat akbar begitu dia membatin
entah untuk kesekian kalinya
tak ada yang berani menghampiri lembah itu
banyak yang mati kalau kesana
bahkan untuk sekadar lewat
maupun tersesat
petaka tak henti - hentinya datang
tapi tekad bibi rusa sudah bulat
kali ini tidak boleh ada kematian lagi
maka dengan gigih dia potong bawang itu
menjadi serpihan kecil - kecil
peri - peri takut bawang
bibi rusa semakin cepat mengiris dan mengiris
harus sebelum gelap
karena begitu malam tiba
peri - peri akan merubah wujud
ganas, ngeri dan anyir darah terbayang
bibi rusa takut akan pikiran itu
tapi ini demi anak - anak dewa
yang di titipkan padanya
dan harus diselamatkan
sebelum malam
sebelum gelap
esoknya
matahari muncul lembut
para burung ribut berkicau
seketika ada lengkingan
kepala bibi rusa di temukan
terpisah
dan kedua telinganya teriris habis
anak - anak dewa tertidur karena kenyang
tampak darah kering di bibir
lembah kembali sunyi...
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
tragedi yg disuratkan dengan indah.
Hehe... tragiss puisinya.. ada yang kanibal yah?
Assalamualaikum?
Puisi yang bagus...
rimanya aku suka
tapi ada apa ini ya... terasa ada aura magisnya,..
tapi entah deh...entar salah lagi..