Mati
aku disini....
berarti tapi hampir tak berfungsi....
sibuk mencari jati diri tapi tak ada yang pasti.....
motivasi, ambisi dan sedikit kreasi yang masih bisa buat aku berdiri.....
aku tak sendiri....
tapi tak jua kutemukan penolong diri....
secuil kumintai saja mereka seperti ingin berlari....
apalagi hati.... sesuatu yang sangat tabu yang mereka padaku ingin beri....
aku punya harga diri....
walau terkadang seharga dengan seperiuk nasi....
setidaknya bisa buat aku berbesar hati....
harga yang bisa kalahkan nurani.... dan takkan pernah mau mati...
juga kupunyai kaki...
berjumlah sama dengan milik para senopati, yang dipakai perangi musuh ibu pertiwi....
namun tidak dengan kakiku ini....
jangankan lari, hendak melangkah saja kakiku pucat pasi...
Mungkin ini yang disebut mati,
hadir di sini memijak bumi,
penuh dengan harga diri,
namun tak ada yang peduli,
dan tak memiliki pegangan yang hakiki...
Rating
Comments: 13
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
kalau tak ada yang peduli
sudah diam saja di sini
sampai ada yang mengerti
kalau kamu lebih baik mati
*halah*
*puisi aneh*
bagus wo, ngungkapin keadaaan kamu???
speechless saya wo....
hontouni sugoii desu
ganbatte...
mati suri ,nak....
bait 1-4 meluapkan kebebanan jejiwa belia...
dan kaututup dengan bait akhir yang bersemangat api-naif...
puiai bernyawa belia...
...begitu banyak akhiran huruf i...
polanya kuartren...tapi yg terakhir bukan kuatren ya? ada 5 baris.
pada setiap baitnya yang sebenarnya digunakan untuk saling menguatkan, namun pada akhirnya terasa sedikit datar...
sedikit saran mungkin ketika seseru mau menggunakan perbandingan atau metafora lebih enak dipertegas dan sedikit lebih sederhana...
ku suka bait akhirnya..
dan lebih enak ini daripada yang tadi(^^)
lebih enak menilai daripada membuat he5x
cobalah sering2 sering membaca puisi teman2 lain di k'kom mungkin bisa dapat ilmu, saia juga dulu awlnya ya sama he5x
wah saya naik kelas di sini om randu...
hahahahahaha
Puisi yg putus asa, nih, ceritanya? Ck ck ck... Sedih amat. Buat yg ini, membuatku agak bertanya-tanya, untuk apa kau menaruh titik2 sebanyak itu? Padahal (menurutku) tanpa ... juga sudah baik
terima kasih
beri berapa angka
titik itu mungkin dari kebiasaan saya menulis sms kali ya....
hahahaha
hehe, puisi ini tidak akan mati, selama di dunia ini masih ada kata2 berakhiran huruf i.
hahahaa...