Guardians of Lothier "Part 1 - Perburuan Pertama (section 1)"

Pagi yang biasa di Lothier. Semakin dingin saja dan angin terus berhembus kencang. Matahari sedikit pun tidak menunjukkan wajah riangnya, tertutup oleh awan mendung yang seakan tak berujung. Namun tampaknya para penduduk masih dengan giat berjuang mengatasi dingin. Mereka memakai mantel-mantel dari berbagai kulit binatang, menutupi telinga dan leher mereka dengan bulu dan memakai bot kulit tebal. The Guardian of the Village; Para Pelindung Desa; setiap pagi mulai berkumpul dan berunding. Saat ini bahan makanan terus menipis dan anak-anak mulai kelaparan. Villea, sang ketua mengumpulkan kami semua untuk mengambil keputusan.

“Kurasa terlalu berbahaya untuk kesana, Lord,” kata Yuse, sambil mengayunkan Dagger-nya dengan tidak sabar.
Lord Villea tidak berkomentar. Ia tertegun dan berjalan kesana –kemari.

“Terlalu berbahaya, Lord,” ulang Yuse, “Akan memakan korban pergi kesana.”
Lord Villea berbalik menghadap Yuse.

“Lalu apa kau punya saran lebih baik?”
“Ah…. Itu…. Kurasa…”

Villea menunggu jawaban dengan tatapannya, tatapan yang ; menurutku, dapat membuat gentar bahkan Warrior terhebat pun. Aku selalu kagum akan tatapan itu, seakan memancarkan ketegaran, keberanian….dan kekuatan.

Yuse terdiam. Anggota yang lain tidak bersuara, namun wajah mereka menunjukkan perasaan cemas. Tampaknya mereka semua pun tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Payah…..

Aku menghela napas dan duduk bersandar. Villea melirikku, sebelum kemudian mendatangiku.

“Ada yang ingin dikeluhkan, anggota baru?”
“Terlalu lambat. Perundingan macam apa ini... Kita menghabiskan waktu.”

Lord Villea menyipitkan matanya.

“Lalu apa kau sudah memiliki jalan keluar terbaik?”
Aku menoleh ke arah barat, dimana sehamparan hutan lebat membentang luas.

“Disini hewan buruan sudah langka, semua telah pindah ke hutan Dwann. Kesitulah kita pergi, tepat seperti kata anda, Lord Villea.”

Aku mengangkat pedangku dan menunjuk ke Hutan Dwann.
“Sudah kubilang anak muda, terla…..”

Villea mengangkat tangannya, membuat yuse terdiam.
“Teruskan,” kata Villea.

Aku terdiam.
“A…apa?”

“Jelaskan rencanamu,” jawab Villea singkat. Matanya mulai memancarkan tatapan khas-nya.

“Re..rencana? A…. kita berangkat sesegera mungkin, sebelum siang dan… um..kembali sebelum gelap, membawa hasil buruan. Sederhana,” jawabku spontan sebelum menyadari jawabanku sungguh bodoh.

“Dan bagaimana bila tak bisa kembali sebelum gelap?” tanyanya.
“Mengapa tidak? Kita hanya pergi berburu?” jawabku.

Aku mulai kehabisan kesabaran dengan mereka. Apa susahnya berburu? Bukankah kita sudah berburu turun-temurun dari dulu sampai sekarang? Hanya saja kali ini lokasi berpindah… Tch, apa itu sulit?

Villea hanya menatapku dan tidak mengatakan apa-apa. Yang lain mulai ribut dan memprotes pendapatku.

“Kau belum pernah kesana. Disana tidak seperti disini. Hutan Dwann jauh lebih lebat daripada disini, ditambah ini pertama kalinya kau ikut kelompok perburuan…,”

“Jadi? Apa itu masalah?” tanyaku.

“Kau tidak tahu apa yang ada didalam sana, Miller. Segala hewan-hewan buas berkumpul. Para penyihir membuat komunitas didalam sana, makhluk-makhluk diluar ras manusia, semua didalam sana,” kata Ballhead dengan nada sedikit bergetar.

“Kita akan habisi mereka semua. Apa susahnya? Mereka hanya makhluk…..Apa kalian pikir aku akan kalah?” jawabku.

“Hey, jangan sombong, anak muda,” sergah Yuse, “Bila kita kesana, bukan hanya mempertaruhkan nyawamu, tapi juga nyawa kita semua. Jangan sembarangan! Kau hanya bocah yang tidak meng…,”
“Cukup, Yuse.”

Villea akhirnya angkat bicara. Ia memandangku tajam dan berjalan mendekat.

“Young Miller, berapa umurmu?”
“16,” jawabku singkat.

“Ini perburuan pertamamu, anak muda. Mungkin kau kuat, mungkin kemampuanmu hebat, namun jelas sekali kau kekurangan kendali diri. Kuminta jaga sikapmu terhadap senior,” Kata Villea dingin.

Kata-katanya benar-benar menusuk. Apa salahku? Bukankah para pemburu tua itu yang penakut? Cih….. Aku tidak bisa mendebat Lord Villea.

“Yuse, tahan amarahmu. Miller tidak sepenuhnya salah. Satu-satunya tempat yang tersisa hanya di Hutan Dwann…, NAMUN,” lanjut Villea keras melihat Yuse hendak membantah, “kita tidak akan kesana tanpa persiapan.”

Lord Villea berjalan perlahan, memikirkan sesuatu. Yang lain terlihat begitu cemas dan saling memandang satu sama lain. Cih, penakut….

“Kita akan mulai dengan penyisiran dari luar. Masing-masing akan memiliki partner dan menjadi satu kelompok. Jangan berpisah dari partner kalian. Kelompok yang satu dan yang lainnya tidak boleh membuat jarak yang terlalu jauh, dibatasi oleh jarak pandang masing-masing,” jelas Villea.

Anggota yang lain mengangguk-angguk namun terlihat cemas. Lord Villea mengamati seluruh anak buahnya dan melanjutkan.

“Ini bukanlah perburuan yang biasa, dan memang lebih berbahaya. Jadi persiapkan diri kalian baik-baik. Lengkapi diri kalian dengan senjata jarak jauh maupun dekat dengan ukuran ringan. Aku ingin semua siap lengkap dengan senjata disini dalam 10 menit. Laksanakan.”

Semua sibuk berlarian melengkapi diri masing-masing. Aku mengelus pedangku dan duduk saja mengamati yang lain. Kurasa pedangku akan bisa melindungiku.

“Kalau kaupikir pedangmu akan berguna disana, kaulah yang akan mati pertama, anak muda,”

Aku tersentak. Lord Villea berdiri didepanku dengan tangan bersilang didepan dada.

“Aku sudah biasa memainkan pedang sejak kecil,” jawabku,” pedang adalah temanku, dan pedang ini pula yang akan melindungiku di misi pertamaku. Aku bisa memainkan pedang dengan baik.”

“Ya, aku bisa melihat bahwa ini misi pertamamu. Jelas kau belum mengetahui medan.”
Wajahku menjadi panas. Apa lagi salahku kali ini?

“Kurasa pedangmu tidak akan berguna. Kemarikan.”

Aku menyerahkan pedangku. Villea menimbang-nimbang dan mengayunnya 2 kali.

“Persis. Terlalu berat untuk berburu. Sebelum kau sempat mengayunkan satu tebasan, kau sudah akan tercabik.”

Ia mengembalikan pedangku dan meninggalkanku dengan perasaan malu, dan marah.

Bagaimana mungkin pedang ini tidak akan berguna? Pedang ini lebih kecil daripada ukuran pedang biasa, dan bahannya jauh lebih ringan. Aku biasa membawa pedangku bila aku ke hutan mencari makanan. Aku sudah pernah melawan Firehound, Fangbeast, dan hewan-hewan buas lainnya, dan itu semua kulakukan menggunakan pedangku. Apa itu salah?

Dengan kesal aku menuju gudang persenjataan dan mulai mencari senjata lain. Bila Lord Villea menginginkan senjata yang ringan, baiklah. Di rak Dagger aku mengambil Dagger terbesar. Aku menimbang dagger itu dan mencoba mengayun-ayunkannya. Ya, memang jauh lebih ringan daripada pedang, namun sekecil itu bagaimana bisa membunuh hewan besar dengan cepat?

Tch……

Aku mengambil beberapa Dagger. Beberapa kuselipkan di sabukku, satu di masing-masing botku, dan yang terbesar kugenggam dengan tangan kiri. Dengan cepat aku berganti ke rak-rak lain. Aku melihat sebuah senjata seperti Dagger, namun bilahnya jauh lebih besar dan tajam. Cukup berat namun kurasa akan sangat berguna. Aku mencoba menjejalkannya di sabukku, tapi tampaknya sabukku sudah penuh dan berat. Di kejauhan kulihat yang lain sudah berjalan kembali ke lapangan mengelilingi Lord Villea. Dengan asal aku mengambil seutas tali dengan kait diujungnya dan semacam senjata lempar ringan dengan 8 ujung runcing, kemudian berlari kembali ke lapangan. Lord Villea hanya melihatku sekilas.

“Baiklah. Kita akan berangkat. Ingat pesanku, saling melindungi satu sama lain, jangan saling meninggalkan. Nyawa kalian di tangan kalian sendiri.”

Aku melihat yang lain saling berpandangan dengan gugup. Hah! Ini akan sangat menyenangkan! Misi perburuan pertamaku! Akan kubuktikan aku bisa.

Aku begitu bersemangat ingin segera dimulai, namun tampaknya yang lain sungguh khawatir. Lord Villea tampak menyadari itu.

“Aku benar-benar kecewa,” katanya perlahan.
Semua mata kembali tertuju padanya.

“Kemana semangat dan keberanian kalian? Apakah hanya sebatas ini? Sungguh mengecewakan.”

Beberapa tertunduk namun beberapa terlihat memprotes. Yuse ; yang tampaknya paling berani membantah, maju.

“Lord Villea, tolong dipertimbangkan, tujuan kita kali ini hutan Dwann. Meskipun dengan persiapan, kemungkinan kita semua akan mati disana lebih dari 70%...”
“Ya! Itu yang akan terjadi bila kalian semua pengecut seperti ini.” Jawab Villea tegas membuat Yuse menjadi tertunduk.

“Kemana semangat awal kalian yang mengatakan akan melindungi keluarga kalian?” lanjut Villea, “Saat kalian bergabung denganku, bukankah kalian mengatakan akan melindungi penduduk desa? Apa kalian bisa melihat sekarang ini nyawa penduduk desa terancam bila kita tidak segera mencari lahan perburuan baru?”

“Aku tahu ini tidak mudah, namun bila kalian lemah seperti ini, semua akan mati, tepat seperti pikiran kalian saat ini!”

Lord Villea terdiam sesaat mengamati anak buahnya sebelum melanjutkan.

“Sekarang, tidak ada cara lain. Keluarkan keberanian dan semangat kalian, dan berjuang bersamaku. Angkat kepala kalian!” sentak Villea.

Beberapa mulai bangkit dan menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri, namun sebagian masih terlihat ragu. Lord Villea tampak tidak sabar.

“Guardian!!” gelegar Lord Villea, “Pikirkanlah nasib keluarga kalian bila kalian gagal! Apa mereka bisa bertahan hidup? Apa anak-anak kalian akan bisa melewati musim dingin? Pikirkan bagaimana perasaan mereka seandainya mereka melihat kalian pengecut seperti ini! Memalukan! Bangkit, Warriors! Ini bukanlah akhir dunia! Angkat senjata kalian dan berjuang bersamaku!”
“Yeeaaaah!!” jeritku spontan sambil mengacungkan dagger-ku tinggi-tinggi.
'
Semua saling berpandangan sesaat sebelum ikut bersorak. Kurasa setidaknya semua telah menemukan keberanian mereka masing-masing. Wajah-wajah cemas telah terganti oleh wajah penuh semangat. Masing-masing bersorak menyerukan tekad mereka. Aku tersenyum memandang Lord Villea. Ia tampak puas melihat anak-anak buahnya.

“Baiklah, pertahankan semangat kalian. Kita berangkat, Warriors. Bentuk kelompok masing-masing. Laksanakan!”

Masing-masing tampak memisah membentuk kelompok. Aku dengan cepat bergeser kesamping Lord Villea. Ya, aku ingin berjuang disampingnya, melihat bagaimana aksinya. Yang lain memandangku dengan pandangan aneh.

“Kenapa?” tanyaku gusar.
“Kau hanya akan mengganggu Lord Villea! Lord Villea akan berada didepan memandu kami . Kalau kau ikut didepan, kau akan…,” kata Vanguard.

“Cukup. Biarkan anak ini bersamaku. Aku yang akan mengawasinya. Kalian semua ingat partner kalian, dan saling melindungi. Ingat pesanku dan ikuti panduanku. Mari berangkat.”

Aku tersenyum senang. Sungguh menyenangkan bisa berburu bersama Lord Villea dan aku menjadi partnernya! Ha, inilah saatnya aku menunjukkan keahlianku. Akan kutunjukkan hasil latihanku selama bertahun-tahun.

Aku mempercepat langkahku mengiringi disamping Villea. Ia tidak menoleh kepadaku, namun menyadari aku disana.

“Gugup di misi pertamamu?”
“Tidak. Aku senang sekali.” Jawabku.

“Bagus. Kendalikan dirimu nanti dan jangan jauh-jauh dariku. Berburu membutuhkan kecepatan dan keahlian. Waspada setiap saat. Jangan sembrono! Akan fatal bagi nyawamu.” Katanya cepat.

Aku mengangguk. Sungguh diluar dugaan. Sejak kecil aku mendambakan ingin bertarung dan belajar dari Lord Villea. Ia seperti idolaku sejak aku mulai belajar memainkan pedang. Dan kini, aku berdiri disampingnya dan menjalankan misi pertamaku bersamanya. Aku sungguh tidak sabar. Lord Villea tampaknya melihatku tersenyum-senyum sendiri.

“Entah kau ini memang berani atau bodoh. Hahahaa, tidak apa. Tidak gugup dan tidak takut sudah cukup bagus. Konsentrasilah sekarang. Ini bukan main-main, ingat itu.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Read previous post:  
Read next post:  
50

oke >:) >:) >:)

50

>> The Guardian of the Village; Para Pelindung Desa; setiap pagi mulai berkumpul dan berunding.

Tanda ';' sebaiknya jadi '-' contoh:
>> The Guardian of the Village - Para Pelindung Desa - setiap pagi mulai berkumpul dan berunding.

Itu aja komennya. thanks^^

50

iiiia...
aku suka...
aku ampe serius lho..
tumben banget seorang Anandya Putri
bisa serius..
Hwehehehe..
lamnal..
salam kenal jugag..

50

wew suka aku bacanya
baca lanjutannya dulu

80

Wew gak nyangka ternyata sang penulis cerita yaoi bisa nulis fantasi juga. Hehehe...

gw ada sedikit comment nih:
"Ia mengembalikan pedangku dan meninggalkanku dengan perasaan malu, dan marah."
Yang malu dan marah sapa? Lord Vilea ato Miler? Klo menurut gw rada ambigu nih kalimatnya.
Overall, lumayan kok. Di seri pertama udah bisa menggambarkan sifat2 karakter dengan cermat. Tapi kayaknya "percakapan batin"nya agak kurang, mengingat ini novel 1st person.

OK segitu dulu deh, ntar klo mo yang lebih detail gw kasih di forum.
(udah 10 points nih... ntar klo udah 20 mo ngepost The Last Dragon gw. Hehehe...)

80

>> The Guardian of the Village; Para Pelindung Desa; setiap pagi mulai berkumpul dan berunding.

Gw gak ngerti penggunaan tanda ';'

Mengenai cerita, senada sama yg bawah-bawah. Bagus kok!!

gw baca Part 2 dulu!!

70

keren bngt k'crtxx
klw bs yg bkn yng dpt rng penasaran yyyy
chayo

80

melupakan soal isi ceirta serta alur, cill, kurasa udah ada perbaikan dari tata cara dan pemilihan kalimat ketimbang Ardelmu.okeh..

ada satu hal yang pelru kamu perhatikan, karakteristik tokoh harus konsisten okehh

80

Next

60

Hmm. Maaf. Kayaknya agak terlalu masuk ke dalam adegan ya?

Menurutku, kalo sudut pandang orang pertama, ada baiknya menaruh fokus juga pada pikiran-pikiran si tokoh utama di samping apa yang dia lihat di sekelilingnya.

Coba pertimbangkan itu dulu. Masih banyak yang bisa digali lho!

Saran Delivered

Sudah diganti sedikit di paragraf pertama. Uda cukupkah??

Thanks buat komennya ya..

90

secara keseluruhan ini adalah pembuka cerita panjang yang cukup menarik, karena langsung dimulai dengan 'set-up' sebuah perburuan yang 'mungkin' penting.

tapi usulku, paragraf pertama bisa didaur ulang dengan cara menceritakannya segera melalui sudut pandang sang tokoh 'aku', dengan lebih kentara, supaya pembaca juga bisa langsung masuk ke dalam diri tokohnya sejak awal.

dan... aku cukup menikmati dialognya.
lanjut ya...

80

Menurut saya, untuk cerita genre di kemudian.com harus bisa bersaing dengan mengusung thema yang lain.

Salah satunya dengan membaca dan membandingkan cerita satu dengan yang lainnya.

Dan rata-rata ide dan ceritanya mirip-mirip. Salam kenal.