Alter

"Hey, kita kemana hari ini?"

Aku hanya terdiam, tersenyum padanya.

"Oh, kurasa aku harus pergi membeli lemari. Pakaianku tidak akan muat dalam lemari kecil di kamar. Kau temani aku, eh?"

Aku mengangguk.
Ia tersenyum puas, pergi meninggalkan kami.

"Bunuh dia."
"A..apa?"

"Kau tidak suka dia kan?"
Aku hanya bisa diam. Hatiku bergejolak, ingin membenarkan itu. Namun sedikit bagian di hatiku melawan sekuat tenaga.

".....dia.. teman kita. Dia menemani kita beberapa kali. Dia....."
Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan.

"Apa? Dia meninggalkanmu begitu saja dan pergi dengan yang lain? Dia tak menggubrismu bila tak ada keperluan? Dia memasang tampang yang memuakkan padamu? Dan dia menghindari bicara denganmu?"
Kupejamkan mataku, menghindari itu semua.

"Sudah cukup kau diinjaknya. Kau terlalu sabar padanya. Apa kau ingat tampangnya saat itu? Tanpa senyum, dan menjijikkan. Apa kau ingat kau dulu menemaninya mengurus masalahnya saat tak ada yang menemaninya? Apa kau ingat kau berkorban berapa banyak untuk menemaninya? Ingatkah kau!"

"Tidak.........,"

"Apa kau ingat dia begitu saja meninggalkanmu? Kau ingat dia tidak khawatir saat kau sakit?"

"Tidaaak.........,"

"Kau ingat ia merebut lelakimu!!!!"

"TIDAAAAKK!!!"

Basah... pipiku basah.... hatiku sakit. Terpatri jelas di ingatanku. Saat-saat itu.....

"Menangis pun tak berguna. Akhiri ini. Bunuh dia!"

Aku terisak. Aku tidak bisa menahannya. Tubuhku gemetar.

"Ini.... benda ini akan membantumu mengurangi rasa sakit."

Tanganku menggenggamnya. Dingin..... menjalar ke seluruh tubuhku.

"Hanya satu titik. Tepat di jantung. Kau akan segera terbebas. Percaya padaku."

Aku memandangnya. Haruskah ini kulakukan?

"Ayo, lakukan. Ia belum begitu jauh. Tepat di jantung, semua berakhir."

Aku memandang belati itu. Pantulan wajah sembab balik memandangku. Wajah itu perlahan berubah. Gelap...dan semakin gelap.

"Ya, aku mengerti. Akan kuakhiri semua ini."

Ia tersenyum bangga.
"Lakukanlah, sayang."

"Selamat Tinggal."

"TIDAAK!!! BODOH!!"

Dinginnya belati merasuk ke tulang, menjalar.... dan terus menyebar. Inikah rasanya?
Huhuhu..... tak kusangka tak ada rasa sakit. Dan... aku mengantuk....

"BODOH! Apa yang kau lakukan! Kau.......uhuuk...,"

Darah menyembur dari mulutku.
Huhuuu... aku tidak bodoh.. Aku.. benar kan? Ya... kita akan pergi, Zoe. Dan kau benar..... rasa sakit itu.....hilang.....

Read previous post:  
72
points
(290 words) posted by Zhang he 13 years 31 weeks ago
60
Tags: Puisi | kehidupan | detik detik terakhir | kematian | zhang he
Read next post:  
Writer naela_potter
naela_potter at Alter (13 years 24 weeks ago)
80

^^
gruduk gruduk gruduk,,
kereeeenn...
critanya mengalir, pas klimaks,,
euy, gaya cecil daahh,,

siip2..

Writer Zhang he
Zhang he at Alter (13 years 30 weeks ago)

Wah maap nih klo membingungkan ceritanya ^^
Ihhihihiii... eniwei, thanks komennya!
Ini cerita tunggal kok..

Writer FrenZy
FrenZy at Alter (13 years 30 weeks ago)
70

apakah ini sambungan dari cerita sebelumnya? karena saya belum baca yang sebelumnya, jadi agak bingung.

Writer buayadayat
buayadayat at Alter (13 years 30 weeks ago)
70

akh kawan 'don', tak ada aturan yg menyatakan cerpen harus ada paragraf deskripsi.. bahkan kumpulan cerpen 'bisik-bisik' karya 'reda gaudiamo' adalah dialog secara keseluruhan..
cerita bunuh diri yg sayangnya sudah tertebak di tengah kisah..

Writer Villam
Villam at Alter (13 years 30 weeks ago)
90

buset...
aku suka yang ini!
dan aku gak butuh deskripsi di sini.
bagus.

Writer adlinaraput
adlinaraput at Alter (13 years 30 weeks ago)
50

Bagus kok alurnya ceritanya! I like itu

Writer mpietzzz
mpietzzz at Alter (13 years 30 weeks ago)
70

aku ngerti sih maksud ceritanya....
Tapi sepertinya memang lebih baik jika ada paragraf deskripsi ....

Writer Penulis Buku
Penulis Buku at Alter (13 years 30 weeks ago)
100

benar kata Don...
tapi Nice...lah

Writer Don
Don at Alter (13 years 30 weeks ago)

Ah.

Lebih mirip entry diary daripada cerpen. Dari awal sampe akhir sama sekali tidak ada paragraf deskriptif.

Rasanya cuma si penulis sendiri yang mengerti apa yang sedang terjadi di cerita ini.