Guardians of Lothier "Part 2 - Kebangkitan Ras Level 3 (section 1)"

Aku membuka mataku dan hal pertama yang kulihat adalah Lord Villea. Ia tidak mengucapkan apapun, hanya mengawasiku. Aku melihat sekeliling, berusaha mengenali dan mengingat-ingat apa yang terjadi. Aku berbaring disebuah ranjang yang nyaman dengan selimut dari kulit menyelimutiku. Perapian disebelah kanan ranjang membuat udara menjadi jauh lebih hangat. Disampingnya, berdiri sebuah lemari kecil berisi buku-buku yang kelihatan tua namun tersusun rapi. Disamping kiriku, Lord Villea mengenakan baju kulit tebal dan jubah merah tua, duduk memandangku. Dibelakangnya sebuah kotak besar berisi berbagai senjata terbuka lebar. Di ujung terlihat pedang-pedang digantung di dinding, busur-busur dan tabung anak panah tergeletak, dan senjata-senjata lainnya.

“Dimana ini?” tanyaku, kaget dengan betapa lemahnya suaraku.
“Kamarku. Tidak begitu bagus, kurasa,” jawabnya singkat.

Aku mencoba mengingat mengapa aku bisa disini sambil berusaha bangkit, namun bahu kananku memaksaku berbaring lagi. Perban terlihat melilit bahu kananku. Dan tiba-tiba saja semua kembali jelas. Aku sedang melawan seekor makhluk hitam jelek di hutan. Makhluk itu menggigitku. Kemudian mereka mengeroyok. Lord Villea datang. Ia mendampingiku. Makhluk-makhluk itu semua menyerang, dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.

“Lord…apa yang terjadi?”
“Kurasa kau sudah bisa mengingat sedikit? Bagian mana yang kau tanyakan?” tanyanya dengan sedikit tersenyum.

“Aku ingat kau datang menyelamatkanku, dan kemudian aku tidak ingat lagi setelah itu.”

“Bukan aku, Miller. Dirimulah yang menyelamatkan dirimu sendiri. Benar-benar kekuatan yang luar biasa. Lukamu parah sekali, namun kau masih bertahan disana. Aku sungguh kagum.”
“Benarkah?” tanyaku tidak percaya.

Rasanya senang sekali dipuji Lord Villea seperti itu. Tapi…..

“…..tapi aku jatuh, Lord Villea. Aku tidak cukup kuat. Kurasa aku pingsan….. apa yang terjadi? Aku meninggalkan anda berjuang sendiri! Makhluk itu banyak sekali! Anda sendiri saja dan makhluk itu terus berdatangan! Aku…”

“Hey. Santailah sedikit. Intinya sekarang kau sudah aman disini. Tenangkan dirimu dulu.”

Aku terdiam dan berusaha tenang kembali. Lord Villea beranjak, mengambil sebuah mangkok yang mengepulkan asap dari meja dan memberikannya padaku.

“Makanlah dulu. Gunakan tanganmu perlahan.”

Aku menerima mangkok itu dan mencoba sesuap dengan tangan kananku yang masih terasa lemah. Supnya enak sekali. Hangat, dan berisi beberapa potong daging. Aku tersenyum. Kurasa perburuan itu berhasil.

“Apa perburu……”
“Ya,” potong Lord Villea, ”Kita memiliki stok daging yang cukup banyak saat ini.”

Aku nyengir senang. Aku kembali makan beberapa suap sebelum akhirnya tidak tahan untuk bertanya.

“Apa yang terjadi setelah aku pingsan?”
“Sebenarnya tidak banyak,” jawabnya, “kau pingsan, namun setelahnya aku tidak sendiri. Apa kau lupa kita pun memiliki kawanan?”

Aku mendadak tersenyum. Benar! Yuse dan kawan-kawan!

“Ya, benar,” kata Lord Villea, “Mereka datang tepat sesudah kau tak sadarkan diri. Black-Saurian itu memang sedikit merepotkan….”
“Black-Saurian?” potongku.

Lord Villea mengangguk.
“Itulah nama makhluk yang kau sebut makhluk hitam bau.”

“Bagaimana anda tahu aku menyebut mereka makhluk hit….?”
Lord Villea mendengus.
“Mungkin karena suaramu terlalu pelan didalam sana.”

“Aku sudah mendengar jeritanmu sejak pertama kali,” lanjut Lord Villea, “kurasa itu saat bahumu digigit.. Aku langsung menuju kesana. Kawanan yang lain menjaga pertahanan belakangku. Jadi mereka datang sedikit terlambat.”

Aku mendengarkan sambil terus menikmati supku.
“Lalu?” tanyaku.

“Perburuan besar-besaran kurasa,” jawab Lord Villea, “Mereka jelas menang jumlah, tapi tidak menang akal. Ballhead melancarkan serangan api. Kami menjebak para Black-Saurian itu, kemudian…….”
“Panggang mereka?” desakku bersemangat.
“Bakar habis,” jawab Lord Villea setuju.
“Yeah! Hebat!”

Aku begitu bersemangat perburuan itu berhasil, namun Lord Villea tidak terlihat bersemangat.
“Um…..apa ada sesuatu yang buruk?”

Lord Villea bangkit dari kursinya dan berjalan ke perapian. Ia memandang perapian itu beberapa saat.

“Kurasa tidak dalam waktu dekat. Namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi.”

Aku tidak begitu mengerti. Bukankah kemenangan ini berita bagus?

“Apa yang terjadi? Bukankah kita menang?”
“Ya, benar, tapi dengan cara yang salah. Perburuan itu membuat beberapa bagian hutan rusak. Tidak hanya para Black-Saurian, tapi makhluk lain kurasa juga menjadi korban pada insiden itu. Ini tidak benar,” jelas Villea.

“Apanya?” tanyaku, masih tidak mengerti.
Lord Villea terdiam sebentar, namun kemudian berbalik.

“Sudahlah. Kau istirahat kembali. Pulihkan tubuhmu untuk misi selanjutnya.”

Aku terperangah.
“Misi selanjutnya? Aku lulus???” tanyaku tidak percaya.

Lord villea mengangguk.
“Kerja bagus, namun kau masih butuh latihan lebih lanjut. Jadi pulihkan dulu tubuhmu.”

“Yes!” seruku spontan. Lord Villea tersenyum kecil dan meninggalkanku untuk istirahat.

Ha! Sulit dipercaya! Aku benar-benar tidak percaya aku lulus misi pertamaku begitu saja. Tapi tunggu dulu……Bukankah aku melanggar perintah? Aku pergi meninggalkan Lord Villea jauh-jauh, sehingga mendatangkan bahaya.. dan..bukankah aku tidak melakukan apapun? Yang kulakukan hanya menghalau beberapa ekor hewan….. dan juga.. bukankah akhirnya aku jatuh pingsan??? Bahkan sebelum pertempuran yang sebenarnya dimulai….. jadi mengapa aku lulus!?

Aku berusaha memikirkan itu sebelum akhirnya jatuh tertidur tanpa tahu jawabannya...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Read previous post:  
44
points
(1186 words) posted by Zhang he 13 years 25 weeks ago
62.8571
Tags: Cerita | petualangan | fantasi | fiksi | petualangan | zhang | zhang he
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

Bagus banget. Mengalir dan santai. Tensai suka...

80

Hiiyy... kok gw semakin merinding setelah baca ini ya? Trauma gara2 loe dulu pernah bikin cerita Yaoi, n sekarang disuguhi adegan 2 orang pria berbicara di kamar tidur yang dihiasi perapian... @_@
Di luar itu, storynya cukup bagus kok. No problem!

70

Comment saya......far more better than your story in HGO!! Good JOB!!

80

Hmm. Kalau menurutku, penceritaannya sudah bagus. Cuma, aku masih bertanya-tanya ke arah mana cerita ini akan dibawa. Sebenarnya ini bukan hal yang buruk sih, tapi rasa penasaran yang bisa terbangun terasa agak kurang.

Tokoh-tokohnya sejauh ini berjumlah terbatas. Tapi walaupun begitu, semuanya masih terkesan datar. Kurasa, motivasi dan nilai-nilai yang tiap tokoh pegang mesti agak lebih ditonjolkan. Maksudku, Miller sejauh ini keren sih. Tapi masih kurang menarik simpati.

Lepas dari itu, ayo semangat! Kubaca nanti lanjutannya, ya!