Waiting for Pure Love

"Malam yang indah kurasa hari ini?"

Bintang tersenyum memandang kerlap-kerlip dunia di bawah sana.
"Apakah hari ini istimewa? Rasanya sedikit lain...."

"Tentu. Hari kasih sayang. Tidakkah kau merasakannya, Bintangku? Cinta bersemi di udara," ucap Bulan tersenyum manis.

"Cih... Cinta? Omong kosong! Makhluk-makhluk dibawah sana itu semua munafik! Masa kau belum tahu itu?"

Bulan menoleh anggun dan mengernyit.

"Kurasa kau tidak pantas mengucapkan itu. Tidak semua manusia seperti itu. Mereka masih memiliki cinta di hati mereka.... Cinta yang murni dan abadi."

"Kau telah dibodohi, Bulan," jawab Bintang, tersenyum sinis, "Tidakkah kau lihat yang terjadi di bawah sana? Perang itu? Kerusakan itu? Aku yakin kau melihat itu semua. Oh.. ataukah kau berusaha menutup mata atas itu semua?"

Bulan menunduk sedih. Dipandangnya dunia yang dikasihinya itu, dimana ia menggantungkan harapannya akan cinta yang bersemi dan memberikan kehangatan.

"Bintang sayang... aku percaya pada mereka, ya... manusia. Aku percaya akan cinta. Dan kini saatnya kaupun percaya. Lihat kedua pasangan yang memadu kasih itu. Tidakkah itu cinta?"

Bintang tertawa sinis.
"Kau dibutakan cinta kosong, eh Bulan? Tidakkah kau sadari, terjadi kecurangan dibawah sana?"

Bulan, setengah berharap itu tidaklah benar, mengawasi pasangan itu.
Seakan tak ada yang dapat memisahkan mereka, mereka bersatu, menyatukan cinta dan tubuh mereka. Namun secepat angin, mimpi buruk menghampiri. Sesosok gadis bersimbah air mata membuyarkan dunia mereka. Jeritan, teriakan dan tamparan mengotori indahnya waktu, dan berakhir dengan isak dan tangis. Dalam sekejap mata, lenyaplah keindahan itu.

Bulan memejamkan mata, menahan sakit hati, sementara Bintang tertawa penuh kemenangan.

"Kau lihat? Akan sia-sia kau berharap pada makhluk-makhluk hina itu! Mereka bicara cinta sejati? Omong kosong!"

Bulan terdiam, tenggelam dalam kesedihannya. Tidak ada lagikah cinta sejati dibawah sana? Tidak adakah kasih yang menghiasi berjalannya waktu?
Dalam tangisnya, Bulan memandang sedih dunia manusia.

"Aku.... tetap percaya. Manusia... akan menemukan cinta itu. Kau akan melihatnya, Bintang, dan kau akan menarik kembali ucapanmu.......Aku tetap...... menggantungkan harapanku pada mereka..... Aku akan terus menunggu.......dan mengawasi dari sini, di langit gelap ini.......walau akhirnya aku harus padam."

"Kau bodoh, Bulan. Namun akupun akan terus disini, menemanimu sampai saat terakhir, saat kau kecewa, saat hatimupun akhirnya diremukkan oleh makhluk-makhluk itu....."
Tawa sinis menggema ke seluruh penjuru, mengiringi berakhirnya malam itu.

Read previous post:  
99
points
(109 words) posted by Zhang he 13 years 25 weeks ago
70.7143
Tags: Puisi | kehidupan | Alam | Kehidupan | zhang | zhang he
Read next post:  
Writer lfour
lfour at Waiting for Pure Love (13 years 11 weeks ago)
70

kok...
jadi dalem yah....
setelah baca cerita ini...

tapi nice story kok

Writer naela_potter
naela_potter at Waiting for Pure Love (13 years 21 weeks ago)
80

suka sekali..
emg byk sekali cinta-cinta di dunia yg mulai terkikis..
^^
but,msh ad jg cinta yg menurutq hakiki banget: cinta Tuhan pd makhluknya.

Writer rainvyza
rainvyza at Waiting for Pure Love (13 years 22 weeks ago)
80

senangnya ada bulan dan bintang yang bisa bercakap2 disini ^_^

Writer shafira
shafira at Waiting for Pure Love (13 years 23 weeks ago)
70

so mellow..

Writer Rijon
Rijon at Waiting for Pure Love (13 years 23 weeks ago)
60

Sama kayak hallow, aku gak dapet esensinya ^^

entah kenapa?? Tapi aku lebih suka ini dari yg di HGO!! Wakakakak *no hard feeling*

Writer mocca_chi
mocca_chi at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
60

aku setuju ama bintang

Writer Puetri
Puetri at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
90

Aku suka aja ma critanya..
menurutku bagus..

Writer laz_chester
laz_chester at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
50

aq blm bs dpt esensinya....

Writer addang13
addang13 at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
50

Writer Zhang he
Zhang he at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)

Wkwkwkwkwk..

Pesannya apa ya?? ^^;
Gx ada sih sebenernya.. daku sedang menunggu cinta sejati..wkwkwkwkwkkk!!

Si diehard tau aja... ^^;

Eniwei, thanks nih komennya!!

-zhang-

Writer Alfare
Alfare at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
60

Umm. Kok pada akhirnya nggak ada hikmah yang bisa diambil dari cerita ini ya? Jadi ingat taruhan antara Philemon dan Nyar di Persona 2.

Writer diehard
diehard at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
30

curhat...curhat.....

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
80

Penyelesainnya kurang mantap.

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
80

mungkin kalo ada bintang lain yg pendapatnya berbeda dengan sebuah bintang di cerita ini, bisa jadi lebih rame diskusinya. tapi menarik kok.

Writer Shinichi
Shinichi at Waiting for Pure Love (13 years 24 weeks ago)
70

ide yang sangat bagus menurut saia...
tapi, ini belum ke endingnya kali yak?
atau udah selesai?

pesannya apa? masa cuman mengatakan kebohongan dan wajah semu aja!
tapi, ini dah cukup bagus kok!
da seperti koment kamu di tempatku,

ayo kita sama-sama belajar

ayooooo...
hehehe