Guardians of Lothier "Part 2 - Kebangkitan Ras Level 3 (section 2)"

Dalam beberapa hari staminaku sudah pulih dan aku mulai keluar untuk melihat-lihat keadaan diluar. Tampaknya cuaca semakin dingin. Salju mulai turun dengan lebat dan diiringi angin kencang. Namun semangat para penduduk tidak surut dengan cuaca dingin. Para lelaki semakin gencar mencari kayu bakar dan menyimpannya untuk persediaan. Para wanita menyiapkan perapian, menyajikan sup hangat dan berkumpul untuk membantu penduduk yang lain. Semua terlihat normal menurutku, kecuali para Guardians. Beberapa anggota sering menghilang dan kembali setelah agak lama, semua bergilir seperti itu, sementara Lord Villea sendiri tampak sibuk dengan sesuatu dan sering berdiri melihat hutan Dwann dari kejauhan. Kurasa sesuatu sedang terjadi. Namun saat kutanya, Lord Villea tidak menjelaskan apapun.

“Pulihkan dulu tubuhmu, Miller. Kau kuanggap sedang cuti dari tugas saat ini.”

Setelah itu, Lord Villea tidak menjawab apapun. Para anggota yang lain tampaknya masih terlihat tidak menyukaiku. Hampir semuanya dengan cuek tidak meladeniku. Cih, dasar tua bangka…..

Aku tidak bisa melakukan apapun, jadi aku memfokuskan untuk memulihkan bahuku. Setiap hari kucoba untuk menggerakkan bahuku dan mulai kembali menggenggam pedangku. Kurasa kemajuannya pesat sekali. Dalam waktu dekat, aku setidaknya sudah bisa mengangkat pedangku dalam jangka waktu yang panjang, walaupun sedikit sakit. Dibahuku kini tertinggal bekas luka besar yang kurasa akan menjadi tanda kekalahanku selamanya.

“Hmm… kurasa kau sudah cukup sehat sekarang,” kata Lord Villea suatu hari saat mengamatiku berlatih.
Aku meletakkan pedangku dan nyengir.

“Aku sudah sehat seperti tidak pernah luka!”

Lord Villea tersenyum tipis dan mendekat. Dipukulnya bahuku dengan ringan, namun rasa sakitnya menjalar sampai ke ujung jariku.

“Arrrrghhhh!!”
“Kau ini…….terlalu percaya diri..”

Lord Villea melambaikan tangan dan berjalan menjauh.

“Kutambah beberapa hari lagi,” kata Lord Villea,”Pulihkan dirimu sampai pulih total.”

Tapi ini tidak adil! Kurasa luka seperti ini tidak akan pulih total. Tidak adil!

“Tunggu, Lord Villea!” Aku tergopoh-gopoh berusaha mengejarnya.

Ia tidak menoleh dan tidak menunggu, terus berjalan seakan tidak ada yang memanggil.

“Lord….uh… tidak adil! Luka seperti ini akan memakan waktu lama! Aku ingin berburu lagi! Aku ingin tahu apa yang sedang kalian kerjakan!”

Tetap diam tak bersuara, Lord Villea terus menatap ke depan, melangkah dengan cepat.
Habis sudah kesabaranku.

“Dengarkan aku!!”
Aku berdiri memblokir jalannya dan menatap garang matanya.

“Cukup sudah! Aku ingin kembali berburu! Aku ingin kembali melindungi desa! Istirahat ini membuatku muak! Kalian kasak kusuk disana merencanakan sesuatu sementara aku disuruh bersantai! Ini tidak adil!”

“….kau bahkan belum bisa mengayunkan pedang, Miller,” jawab Villea sabar.
“Persetan dengan itu! Setidaknya beritahu aku apa yang terjadi! Aku bisa menggunakan tangan kiriku untuk berburu. Tidak ada alasan!”

Lord Villea terdiam, menatapku dingin.

Dibawah tatapannya, aku merasa kecil. Sepertinya aku sudah kelewatan…. Bicara seperti itu kepadanya….

“…….maaf,”

Aku menunduk, menghindari tatapan matanya. Lord Villea berjalan melewatiku begitu saja. Namun kemudian ia berhenti.

“Rapat malam ini. The Tavern, jam 8.”

Hatiku serasa melompat. Rapat Guardians! Ha! Ini benar-benar seperti mimpi! Tidak kusangka malah diperbolehkan mengikuti rapat. Yes!

“Terima kasih, Lord Villea,” jawabku dengan cengiran lebar yang tidak bisa kututupi.

Ini akan menyenangkan!

Read previous post:  
82
points
(1671 words) posted by Zhang he 13 years 25 weeks ago
68.3333
Tags: Cerita | petualangan | fantasi | fiksi | petualangan | zhang | zhang he
Read next post:  
80

setelah nyasar2 akhirna ketemu lanjutan nih cerita huehue. Bagian yg ini juga bagus, enak dibaca. Gw ga ada ngeliat ada yg kurang.

80

Wah... ga boleh dilewati nih...

70

konichiwa???????????
crtx keren........
good luck
btw arigato gozaimasu atas bnt'nxxxxxxxx

80

Ah bagus-bagus, hanya saja deskripsi tentang latar (tempat berlangsungnya cerita)rasanya sangat kurang.

Coba tambahkan bagian yang menerangkan bagaimana bentuk kota / benteng, serta kondisi hutan.

BTW silakan kritik cerita saya juga >_<

http://kemudian.com/node/109483

80

Ugh. Lagi2 ceritanya kepotong. Bikin penasaran kok hobi.

Anyway, orang habis digigit werewolf ntar jadi werewolf juga kan.

baca ceritaku juga yach ^o^V

80

Mari dilanjutkan...