Fana1

Aku terduduk letih menatap langit. Kali ini tak kusaksikan bintang yang tersenyum padaku. Hanya saja hawa dingin yang memelukku erat dan merangsangku menuju peraduan. Tapi aku acuh... Berkeras membawa diri yang lemah bercumbu dengan dingin yang kelam. Temperatur badanku menggeliat, meronta akan dinginnya malam ini.

Kapan bisa kusaksikan keajaiban itu ?
Kapan bisa kusaksikan hati berkata dalam kebisuannya.

Sejenak dan terus disini bersama jenak. Hingga satu frame menjebakku.

"Hai, kau yang di sana ! Aku mencintaimu sebagaimana kau mencintai kekasihmu."
"Sungguh, aku mencintaimu dengan nafsumu. Yang membawamu menembus bendungan iman. Hingga kau tertatih malam ini. Aku mencintaimu"

"Hai, kau penyamun ! Aku mencintaimu dengan sangat.."
"Cinta yang meluap saat kau ajari aku berwaspada dari tipu daya kegelapan dan rasa lapar. Sungguh, aku mencintaimu..."

"Hai, kau yang bersujud ! Aku sungguh mencintaimu..."
"Kucintai kau karena sujudmu pada Yang Kucintai, hingga kau selipkan kantukmu pada kantung pagi" "Aku sungguh terlalu mencintaimu"

"Hai, kau pencinta. Aku mencintaimu !!!"
"Karena kau menempatkan cinta pada tempat yang aku tak tahu kebenarannya, kau dengungkan cinta pada manusia tapi denting asmara kau bisukan. Aku mencintaimu..."

"Hai, malam. Aku mencintaimu..."
"Siapapun itu, aku mencintaimu. Kau selimuti aku saat aku butuh ketenanganmu. Malam, aku sungguh mencintaimu".

"Hai, pagi yang kan datang. Aku mencintaimu..."
"Kau sadarkan aku akan kuasanya Sang Penciptamu, kuasa yang tak bisa kuakali. Tak rasional tuk kubantah"

"Duhai, Sang Penumbuh Cinta.."
"Hanya Kau lah yang titipkan pada ku cinta dan Kau lah yang berhak atasnya. Aku mencintai-Mu"
"Aku telah mengais simpati pada manusia-Mu, mengemis cinta pada makhluk-Mu, mengharap rizki bukan dari haq-Mu. Aku mencintai-Mu. Karena cinta-Mu."

Aku tersentak dari frame itu. Dan terhengal lelah. Seakan berpacu dengan pegasus mengejar Yang diutus bersama Jibril. Yang diutus Cintaku, menebarkan cinta pada dunia.
Aku turun dari balkon, menuju peraduan dan mengadu pada-Nya dalam sujudku.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer _aR_
_aR_ at Fana1 (12 years 37 weeks ago)
100

sungguh saia mencintai Sang Pemberi Cinta.. :)

Writer muarajiwa
muarajiwa at Fana1 (13 years 2 weeks ago)
80

Bagus. gambaran cinta yang global dan akhirnya menjurus ke satu. Karena cinta memang berasal dari Yang Satu.

Writer rainvyza
rainvyza at Fana1 (13 years 17 weeks ago)
80

sungguh hidup, gambaran dari kata-kata pilihan itu

Writer Alamin
Alamin at Fana1 (13 years 17 weeks ago)
50

waw waw waw thawil awiy jek.....

cinta.......? ya aku cinta "cinta"

Writer layya16
layya16 at Fana1 (13 years 17 weeks ago)
50

hmm

Writer my_be
my_be at Fana1 (13 years 17 weeks ago)
70

pengaruh timur tengah yang kuat, terlihat, apakah mencerminkan dirimu yang tersilaukan dari karyamu..