Menunggu jemputan

Pagi bertemu kembali dengan saatnya, sang surya mulai berani menampakan raganya. Anak kecil merah ini pun juga mulai berani menampakan raganya. Mata sipitnya bertemu lagi dengan alamnya. Kedua jemari sang ibu melucuti pakaian tidur sang anak kecil ini. Membiarkan banyu menjajah sementara di tubuhnya. Menggantikannya dengan seragam. Memasukan beberapa butir nasi dan sekotak susu.

Anak kecil itu berangkat diantar sang ibu nya. Berjalan menuju sebuah kotak di lingkar jalan. Mereka berjalan berdampingan salaing bergandeng tangan. Sebuah panorama yang menyejukan. Mereka saling bercengkrama bergembira. Hingga sampai lah mereka di tempat itu. Perpisahan terjadi . sang ibu masuk menemani sejenak ke dalam. Hingga beberapa menit sang ibu melambaikan tangan berkata “ ade sekolah dulu yah, nanti ibu jemput jam 12”. Sang anak dengan tidak yakin melambaikan tangan kearah

Sang ibu, sambil perlahan lahan meninggalkan sembari menoleh kearah sang anakya. Hingga sang ibu pun merasa tak kuasa meninggalkan buah hatinya. Beranjak melintasi lalulitas dalam lingkar jalan. Sang anak tak yakin, higga ia berlari berlari sangat kencang menghampiri sang ibu. Dan berkata pada sang ibu “ ibu, nanti jemput aku ya”.

Read previous post:  
57
points
(161 words) posted by indra_rbc 13 years 1 week ago
51.8182
Tags: Cerita | komedi | baru nyoba nech | numpang nulis ya...
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mel
mel at Menunggu jemputan (13 years 2 days ago)
80

cerpen pertama yang manis .. marii terus belajar! terus menulis!!! =)

Writer Super x
Super x at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
70

lumayan dengan catatan:
1. emosi
2. konflik
3. eyd
4. pengkarakteran
^_^ mari belajar di k.com...

Writer Paijo RX
Paijo RX at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
70

Adex poop...
Cerpen pertama ya,em...bagus kok, tapi mau saran ya...

- masalah klasik, EYD tolong diperhatikan ya,(hehe aku uga masih belajar EYD :p)

- bener kata lord_celebrum, kalimat "Memasukan beberapa butir nasi dan sekotak susu" kata memasukan bisa lebih diperhalus lagi ya, biar nggak terasa kaku,coz pilihan kata2mu dibagian lainnya udah menarik.

- penulis adalah "Tuhan" dalam suatu cerita, menciptakan tokoh, nah biar terasa lebih hidup kasilah "nyawa", yaitu sebuah emosi dari setiap tokohmu, kasih "jiwa" juga ya,,,

- masih terasa datar ceritanya, bisa dikembangin kok,ini tema menarik, cerita biasa tapi dikemas dengan apik

hehehe, PLUR dech buat adex poop :p
keep writing yach...

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
70

sudah ada modal bagus buat nulis cerpen selanjutnya, paling ejaannya mesti lebih diperhatikan deh..

Writer lord_celebrum
lord_celebrum at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
60

Memasukan (lebih enak menyuapkan ga sih?)

terus, beberapa penulisan harunya di awali huruf besar, seperti sesudah kata "sang".

tapi apa yah? saya kurang merasa emosinya disini? apa saya yang tumpul rasa?

entahlah, saya cuma komen, hehehe

peace!!!!!!!!!!!

Writer malanita
malanita at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
70

Waaaahh ini harusnya ceritanya dilanjutin nih.. kl menurut mala ya.. soalnya msh bisa di kembangkan dari karakter dan kehidupan anaknya itu.. pasti jdnya lebih seru deh..
Awalnya udah bagus lho..

btw, ini cerpen pertama? berapa lama kelarnya?
Mala dulu cerpen pertama lumayan panjang.. hihi

Writer aditia angga
aditia angga at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
60

mengharukan...aku kira anaknya akan ketabrak, tapi cuma mo liatain suasana hati anak keccil yang polos akan perasaanya...atau mungkin penulis ingin mengankat suatu perasaan yang di prasakan oleh seorang bocah polos...kuacian yah...aku dulu udah lupa punya perasaan kaya gitu..bagus deh..

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Menunggu jemputan (13 years 5 days ago)
80

Sebaiknya ada spasi, paragraf, sehingga membacanya ada jeda. Bagus kok ceritanya, seperti kejadian sehari-hari seorang ibu mengantar anaknya ke sekolah.