boneka lumba-lumba itu!

Keluar dari mobil, aku langsung berlari masuk ke rumah menuju kamarku, pintu kamar langsung kututup dan tubuh ini kurebahkan ditempat tidur. Tak terasa air mata menetes di pipiku.
“Sudahlah dek buat apa beli boneka lagi! Kan boneka yang dirumah sudah banyak.”kata mbak Dewi.
“Tapi mbak, aku belum punya boneka lumba-lumba ini. Belikan ya mbak.”rengekku
“Kamu tuch dibilangin kok gak bisa sich! Sekali gak ya gak. Lagian kakak lagi gak punya uang.”
“Ah, mbak Dewi pelit,beli kosmetik aja bisa, trus beli baju baru aja 3 potong!” mbak Dewi pelit.

Yach kejadian di mall tadi siang masih terus terngiang-ngiang di kepalaku. Mbak Dewi memang sekarang telah berubah, dia jadi pelit semenjak pacaran sama mas Farhan. Dulu dia sayang banget sama aku,setiap aku pingin sesuatu pasti dibelikan sama mbak Dewi,tapi setelah pacaran sama mas Farhan, membelikan snack aja sudah jarang banget. Pernah secara tidak sengaja aku mendengar percakapan mereka, mas Farhan pernah menasehati mba Dewi kalau jangan terlalu memanjakan aku, jangan suka menuruti segala keinginanku. Huh, belum jadi kakak ipar aja sudah ngatur-ngatur kayak gitu, gimana kalau ntar dia nikah sama Mbak Dewi? Bisa gawat nich, pikirku saat itu.
Pokoknya aku benci mbak Dewi,sekarang dia gak sayang lagi sama aku,dia lebih sayang sama mas Farhan.Mbak Dewi pelit, mbak Dewi jahat.tak terasa air mata ini menetes lagi,

Seminggu kemudian..............

“Dina, tolong ambilkan buku resep masakan di kamar mbak donk!”
“Males ah!” Jawabku singkat
“Lho Din,tolongin mbak Dewi donk,entar masakannya gosong kalau mbak Dewi tinggal.
“iya..iya.” jawabku ketus
Aku masuk ke kamar mbak Dewi mencari buku yang dimaksud.
“Mbak, bukunya di taruh dimana?” tanyaku sambil berteriak.
“Di laci meja belajar mbak”, jawab mbak Dewi.

Aku mulai membuka-buka setiap laci belajar mbak Dewi.Akhirnya aku menemukan juga buku yang dimaksud. Namun tiba-tiba aku mataku tertuju pada sebuah bungkusan di dekat meja belajar mbak Dewi, rasa penasaran mulai menghinggapi diriku.
Apa ya isi dalam tas plastik itu? Pikirku. Ah, ku buka sajalah toh mbak Dewi juga gak akan tahu.
Lalu ku buka isi tak plastik itu. Betapa kagetnya aku setelah tahu isi tas plastik itu. Boneka lumba-lumba! ya....boneka yang selama ini aku inginkan, ternyata mbak Dewi telah membelinya. Mbak Dewi jahat sekali kenapa waktu itu dia gak mau membelikan boneka itu untukku, ternyata ia juga menginginkannya. Rasanya aku ingin menangis hati ini sakit sekali mengetahui semuanya. Ku angkat boneka itu lalu kulihat ada secarik kertas menempel di boneka itu.Farhan nama itu tertulis di kertas itu. “Farhan?” aku mulai berpikir kenapa nama itu tertulis di kertas itu. Oh pasti mbak Dewi membeli boneka itu untuk mas Farhan, dia kan suka segala sesuatu yang berhubungan dengan laut mungkin termasuk juga lumba-lumba. Kali ini aku tak bisa menahan tetes air mataku. Mbak Dewi benar-benar sudah gak sayang sama aku, dia lebih sayang sama mas Farhan. Kenapa mba Dewi berubah seperti ini?, dia lebih sayang sama orang yang baru 1 tahun dia kenal dibandingkan dengan aku yang telah menghabiskan waktu 14 tahun bersamanya. Semua gara-gara mas Farhan, semua berubah semenjak kehadirannya.Aku benci mas Farhan, aku benci mbak Dewi.

“Din, sudah ketemu belum bukunya?” suara mbak Dewi membuyarkan lamunanku .
“Sudah mbak”. Segera aku berlari ke dapur dan kuberikan buku itu kepada mbak Dewi
“Terima kasih ya Din”kata mbak Dewi
“Ya”jawabku singkat
“Kau kenapa Din? Apa kamu sakit kok kamu kelihatan pucat?” tanya mbak Dewi
“Gak kenapa-kenapa kok mbak”
Aku langsung berlari menuju kamar mbak Dewi.
Ku ambil saja boneka itu,aku akan menyimpannya di gudang,biarin jika aku gak bisa memiliki boneka itu tak satupun orang juga boleh memilikinya. Biar tahu rasa mas Farhan,toh semua gara-gara dia.
Tanpa berpikir panjang aku langsung mengambil boneka itu dan kusimpan boneka lumba-lumba itu di gudang.

Hari ini aku libur sekolah, tapi hal ini malah membuat aku bete banget karena hari ini mas Farhan mau main ke rumah. Huh aku gak bisa ngebayangin seharian bersama mahkluk menyebalkan itu. Pasti ntar dia mulai ceramah ke aku, yang nasehatin inilah yang itulah, uh ngebayangin aja udah males banget apalagi ntar ngejalaninnya!

“Pagi dina yang cantik” suara siapa itu, kayaknya suara mas Farhan.
“kok pagi-pagi udah ngelamun sih,din?”
Oh my God, ternyata benar mahkluk menyebalkan itu sudah datang sepagi ini, baru aja dipikirin udah muncul,berarti panjang umur tuch dia tapi kalau dia panjang umur berarti penderitaanku juga.
bakalan panjang donk! Huh mungkin memang aku ditakdirkan untuk menderita.
“Din,kok ditanya gak ngejawab sich?”
“eh mas Farhan,kok pagi bener datengnya?”tanyaku sekenanya.
“iya nich ada banyak tugas dari sekolah,takut gak keburu soalnya besok sudah harus dikumpulin!”
“oh gitu ta!” waduh bakalan lama nich mas Farhan main dirumahku,tahu gini,aku mending ikut bunda ke rumah tante Irma tadi, yach walaupun tante Irma tuch judes tapi setidaknya lebih baik daripada dirumah bersama mbak Dewi dan mas Farhan.

“Eh Farhan, sudah lama datangnya?” tiba-tiba mbak Dewi sudah ada di teras rumah.
“Gak,barusan dateng kok,nich lagi ngobrol sama Dina”.
“Ya udah langsung aja yuk ngerjain tugasnya”.
“yuk”jawab mas Farhan singkat.

Hiks....menyebalkan banget,mereka berlalu masuk kedalam tanpa menghiraukan aku lagi.Duh, jadi obat nyamuk, dech. Tapi sebenernya aku ikut senang karena semenjak Ayah meninggal, mbak Dewi jadi anak yang pemurung, dia sangat kehilangan, karena memang mbak Dewi sangat dekat dengan Ayah, namun semenjak mengenal mas Farhan, mbak Dewi sudah gak pemurung lagi, dia sudah bisa tertawa lepas,nilai rapornya juga kian membaik, semua berkat bantuan mas Farhan. Dia telah merubah mbak Dewi menjadi anak yang periang kembali tapi kenapa dia juga merubah mbak Dewi jadi pelit?. Semenjak jadian dengan mbak Dewi, mas Farhan juga gak pernah ngasih hadiah buat aku, huh...emang dasarnya dia pelit!

“Dina...bisa kesini sebentar gak!”, huh ada apa mbak Dewi manggil-manggil juga!.
“iya sebentar” aku masuk kedalam rumah, kulihat wajah mbak Dewi terlihat serius. Waduh ada apa ini? tiba-tiba saja hatiku menjadi tak tenang.

“Din,apa kamu lihat bungkusan plastik di dekat meja belajar kakak?” waduh akhirnya mbak Dewi menanyakan boneka itu aku harus jawab apa nih.
“Din,kamu tau gak?” mbak Dewi kembali bertanya.

“Iya mbak,yang isinya boneka lumba-lumba itu kan?” kenapa sih mbak Dewi jahat banget , sudah tahu aku pingin banget memiliki boneka itu dan mbak Dewi gak mau membelikannya tapi ternyata mbak Dewi diam-diam telah membeli boneka itu!buat mas Farhan yach?mbak Dewi lebih sayang sama mas Farhan dibandingkan dengan aku!”
“ya ampun Din,darimana kamu dapat pikiran seperti itu?, waktu itu mbak Dewi bener-bener gak punya uang jadi gak bisa beli boneka itu buat kamu, makanya mbak Dewi nabung dulu trus mbak Dewi juga cerita sama mas Farhan kalau kamu pengin banget boneka lumba-lumba itu.
Mas Farhan yang beli boneka itu,ya buat kamu Din,tapi kata mas Farhan dikasihkan aja pas hari ulang tahunmu,hari ini kan kamu ulang tahun,mbak sama mas Farhan mau kasih boneka itu ke kamu tapi sekarang bonekanya sudah hilang”
Duerrrrrrrr....... rasanya seperti disambar petir mendengar penjelasan mbak Dewi, ternyata selama ini aku salah menilai mas Farhan, ternyata dia sayang sama aku, dia ingat hari ulang tahunku padahal aku sendiri lupa dengan hari ulang tahunku. Oh Tuhan maafkan aku yang telah berprasangka buruk terhadap mbak Dewi dan mas Farhan.
“Din, dimana boneka itu?”
aku langsung berlari menuju gudang,tak ku jawab pertanyaan mba Dewi.Langsung saja aku buka pintu gudang namun ku terkejut dengan apa yang kulihat, boneka itu telah rusak digigiti tikus.Aku tak kuasa menahan tangisku,boneka itu telah rusak gara-gara kebencian hatiku sendiri,sekarang aku benar-benar kehilangan boneka itu semua karena salahku sendiri,Tuhan ampuni semua yang telah aku lakukan.
Ku ambil boneka itu, ku peluk erat-erat boneka itu,dengan langkah yang terkulai aku menuju ruang tamu untuk menunjukkan apa yang telah terjadi dengan boneka ini kepada mbak Dewi dan mas Farhan.
“Kenapa bonekanya Din?” tanya mas Farhan
“bonekanya rusak digigiti tikus mas” aku tak kuasa menahan tangis, air mata akhirnya membasahi pipiku ini
“maafin aku ya mbak, maafin aku juga ya mas, aku telah berprasangka burung sama kalian,aku pikir boneka ini untuk mas Farhan!.
“sudahlah Din,ntar kan bisa beli boneka itu lagi yang penting sekarang kamu tahu kalau mas Farhan sangat sayang sama kamu”.
“iya mas” aku sedikit tenang oleh ucapan mas Farhan barusan.
“ya udah sekarang kita potong kue aja”kata mas Farhan lagi,
“O iya Din, kue itu buatan mas Farhan lho,dari seminggu kemarin dia pinjem buku masakan mba Dewi,katanya dia pengin buat kue khusus buat kamu dan sekarang kuenya sudah jadi”
“bener mas?”tanyaku
“iya,kata mbak Dewi kamu suka cheese cake”.
“terima kasih ya mas,Dina gak nyangka ternyata mas Farhan begitu perhatian sama aku”.
“ya sudah sekarang tiup lilinnya tapi make a wish dulu yach sebelum ditiup”
“baiklah”. Kututup mata ini lalu ku berdoa kepada Tuhan.
”ya Tuhan aku cuma minta kiranya kau selalu berikan kebahagiaan kepada mbak Dewi dan mas Farhan,seperti mereka telah memberikan aku kebahagiaan dihari ini”.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer noir
noir at boneka lumba-lumba itu! (15 years 5 weeks ago)
60

EYD, tanda baca, jeda, huruf besar kecil, diperhatikan yah...biar lebih rapi ceritanya ^^

Lalu kalau percakapannya panjang, tanda " diletakkan di akhir, seperti ini:

“Ah, Mbak Dewi pelit,beli kosmetik aja bisa, trus beli baju baru aja 3 potong! Mbak Dewi pelit."

Gaya penceritaannya bagus, dari sisi anak kecil (atau abg ya semestinya, wong 14 tahun).

-keep writing-

Writer my bro
my bro at boneka lumba-lumba itu! (15 years 16 weeks ago)
70

ud bagus sih cm harus lbh dikembangin lg deh ide ceritanya

Writer ArSeLa
ArSeLa at boneka lumba-lumba itu! (15 years 16 weeks ago)
70

jadi kangen ama lumba2 he he he..keep writing ya,ri tunggu cerita lainnya..wah ada apa ni dhika ma arienku he he he...just kidding bro..keep writing ya

Writer Arra
Arra at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)
70

asyik

Writer yoshe
yoshe at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)
70

nng... ini cerita anak bukan ya? soalnya dari gaya bahasanya, aku ngerasa ini cerita buat cerita anak gitu. sebenernya gaya bahasanya udah cukup oke kok. menurutku ga usah diperbaiki gimana. mungkin yang perlu dirubah cuma penggunaan tanda bahasa yang bener aja. soalnya rada ngos2an bacanya.

Writer arien arda
arien arda at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)
70

*dhika.. its nice story
* nanti Rien kasih tahu Arsela ya kalo dhika mo jadi hun nya juga....
hehehehehehehehhe...
keep writing...
keep smille

Writer zepboy
zepboy at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)
80

cerita ini tuh dah bagus tinggal gimana kamu bisa mengolahnya. tapi saya salut ma cerita ini.

Writer caca_realza
caca_realza at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)
70

jujur loh, ni comments bwt lo.. ^_^
1. q ga jago bwt cerita cuman sebagai pembaca aj >> da baguuss..tpi kalo liat ekpresiq sendiri dicermin,waktu baca ga ada yang berubah..hehe..aq liat idungq tetp ada hahha...
tetep nulis yg buannyak ye..
SEMANGAT!

Writer dhika moreno
dhika moreno at boneka lumba-lumba itu! (15 years 17 weeks ago)

kasih comment lagi yach...soalnya dipostingan ke2 ini aku nyadar banget gak ada perubahan yg berarti di teknis ataupun isinya...klo ada yg mau baik hati bisa memperbaikinya aku seneng banget!thx yach, oya buat arsela kirain kmu tuch cewek padahal aku dah siap2 jadi "your hun" lho!hahahahaha