Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata

Setangkup lagi es krim Ben and Jerry, aku belum merasa mual. Kupadatkan bulatan rasa coklat itu dengan sendok perak kecil, menaburkan sedikit butiran coklat padat untuk menambah manisnya, lalu menyendok secuil ke mulutku.

Adegan komikal dari sekeping DVD bajakan di DVD playerku masih berlanjut, dengan tawa rekaman yang dibuat-buat dan actor yang berlagak bodoh. Aku masih belum tertawa, tidak bisa tertawa tepatnya. Entah sudah berapa mangkok besar es krim yang kulahap, bersama bungkus-bungkus potato chip yang terbuka dan belum dihabiskan. Berapa banyak pun aku makan, kekosongan masih tetap mengisi hatiku. Bahkan serial komedi kesukaanku tidak bisa membuatku tersenyum, sedikit pun tidak.

Anehnya, tidak ada air mata membanjiri pelupuk mataku. Tidak ada air mata mengucur turun, membuktikan betapa ironis aku menangis ketika menonton film komedi. Membuktikan aku masih punya perasaan, kalau sekarang aku sedang sedih. Apartemen yang kosong ini menambah sepi, hanya ketokan ringan pengantar makanan delivery atau bunyi mobil lalu lalang yang sesekali terdengar. Tidak ada bunyi telepon, suaramu yang bilang, “Aku merindukanmu, Cleo. Aku minta maaf.” Handphone metalik di sampingku juga tidak berbunyi, walau aku sudah memasangnya di volume maksimal, supaya jika kamu menelepon atau SMS, aku bisa segera mendengarnya. Tapi tidak ada satu pun SMS yang masuk.

Kadang aku mendengar diriku mengatakan sendiri dalam hati, jangan menangis, Cleo. Hei, tapi aku memang tidak menangis, kan? Dengan perasaan kebas memandang layar televisi yang tergantung di dinding kamarku, memeluk bantal besar dan meringkuk dalam selimut hangat. AC menyala dengan suhu terdingin, makanan yang tak sanggup kuhabiskan masih berantakan di sampingku.

Baru kemarin kamu datang ke sini, tengah malam saat aku terkantuk-kantuk mencoba membuka mata dan terseok ke pintu untuk menyambutmu. Kamu tersenyum, setangkai mawar putih kesukaanku di tanganmu. “Aku mencabut semua durinya supaya kamu tidak terluka.” Alangkah manisnya, tapi ternyata durimu sendiri yang melukai aku.

Kita bercinta sampai pagi di ranjang yang sedang kutiduri sekarang, bau dirimu masih melekat di kasurku, wangi parfum di lapisan bantalku. Aku suka wangi ini. Setidaknya itu membuktikan kamu memang pernah ada di sini, bilang kamu mencintaiku, memelukku dan menemaniku tidur sampai pagi.

Tapi tadi pagi jam delapan ketika aku bangun, kamu tidak ada di sana. Aku menggapai dengan mata tertutup, meminta ciuman selamat pagi, ingin mencium wangi telur goreng matang dari dapur seperti kemarin-marin kau memasakkanku makan pagi. Tapi engkau sudah tidak di sana. Hanya bagian ranjang yang kau tiduri meninggalkan bau dirimu dan bantal yang telah tersusun rapi.

Kamu telah pergi, ya kan? Kamu pergi dan mungkin tidak kembali lagi, karena hari ini hari terakhirmu di kota ini. Kamu mungkin sedang duduk di dalam pesawat, memandang keluar jendela dan memikirkan anak-anak mungil yang akan melompat kegirangan di depan pintu rumahmu. Aku hanyalah seorang gadis yang kau temui di sebuah club, suatu malam yang dingin ketika kau sedang menginginkan sesosok tubuh untuk menghangatmu di kamar hotel. Kamu hanya menginginkan aku untuk membuatmu lupa akan segalanya, pekerjaan yang menyesakkan, pertengkaran yang tidak selesai, dan hari-hari esok yang tidak ingin kau pikirkan.

Tapi begitu pula dengan aku. Ketika bertemu denganmu, aku mungkin hanya sedang mencari jalan keluar, yang cepat. Aku ingin berhenti memikirkan kapan aku akan bahagia, setelah beberapa tahun bermimpi ingin bahagia. Aku sudah bosan ditinggalkan oleh pacar-pacarku yang tukang selingkuh, ringan tangan dan kekanakan. Aku ingin seorang pangeran yang lembut, dewasa, dengan uluran tangan membawaku ke dunianya.

Aku, tidak menyangka akan jatuh cinta. Ingin jatuh cinta, tapi tidak menyangka akan jatuh cinta. Apa lagi padamu. Rasanya pahit dan manis bersamaan, menerima genggaman tanganmu dengan senang, tapi dalam hati memberitahu diri sendiri, ini bisa berakhir kapan saja.

Teleponku berbunyi, tanda SMS masuk. Aku meraihnya. “Selamat tinggal” adalah pesan terakhir yang kamu kirimkan kepadaku. Aku meletakkannya di balik bantal, masih tidak bisa menangis. Dan kusuapkan satu sendok es krim lagi untuk melenyapkan pahit di mulutku.

**

Read previous post:  
Read next post:  
Writer niska
niska at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
80

Bagus... kebayang dengan jelas..

Writer w1tch
w1tch at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
80

Ini dua orang kenapa putus sih? Neko, ayo, ajakin balik!

Writer splinters
splinters at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
80

aku suka episode singkat ini. terutama di paragraf pertama :) i can picture myself doing such stuff hihihihihi :p

Writer arien arda
arien arda at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
70

Rien suka kok sama ceritanya..
bener kata om Her
keep writin..
ditunggu lagi ya karyanya

Writer heripurwoko
heripurwoko at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
80

Neko, aku pikir, di hotel-lah mereka kali pertama bertemu. Setelah itu kita tidak tahu bagaimana akhirnya sampai mereka tinggal satu ranjang untuk kurun waktu yang lama. Menurutku, tidak ada yang ganjil kok. Gimana win?

Tapi kalo komentar bunda ery ada benernya tuh.

Overall, secara pribadi aku suka bacanya. Abaikan kata-kata v1vald1. Bikin lagi ya... Go girl!

Writer v1vald1
v1vald1 at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
70

Cara bertuturnya memang bagus. Tapi biasa. Ada beberapa tulisan senada ini -bahkan- di sini. Idenya pun mirip dengan beberapa cerita kamu. Meeting stranger in a club, having one nite stand, and that's it. Still, harus diakui, kamu memang penulis yang berbakat. Meski aku kurang terkesan dari cerita ini.

80

Kita bercinta sampai pagi di ranjang yang sedang kutiduri sekarang, bau dirimu masih melekat di kasurku, wangi parfum di lapisan bantalku.

vs

Aku hanyalah seorang gadis yang kau temui di sebuah club, suatu malam yang dingin ketika kau sedang menginginkan sesosok tubuh untuk menghangatmu di kamar hotel.

Wah, jadi bercintanya di kamar Cleo, walaupun si cowoknya tidur di hotel, trus kok cowoknya terus2an tinggal di kamar Cleo?

Writer -riNa-
-riNa- at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
80

gw jadi ikutan sedih baca cerita ini. Suka!

Writer bunda_ery
bunda_ery at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
60

tapi ada satu kalimat yg kelihatannya rancu. " Aku, tidak menyangka akan jatuh cinta. ingin jatuh cinta, tapi tidak menyangka akan jatuh cinta" kata TAPI ini menunjukkan dua kalimat yg saling bertentangan. cocoknya " aku tidak ingin jatuh cinta tapi tidak menyangka akan jatuh cinta". but nice story

Writer mar5hal...
mar5hal... at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
60

bukan pengalaman pribadi kan??

Writer KD
KD at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
100

ga dapet PRIS, maklum; sekedar baca cepat

Writer farida
farida at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
90

idem dengan lavender, ceritanya singkat tp mengena banget kerennn!!

Writer brown
brown at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 9 weeks ago)
70

aku suka karakter perempuan dalam cerita ini. tidak memungkiri kesedihan dalam hatinya, tapi juga tidak mengiba-iba kpd sang lelaki untuk kembali.

Writer Argh
Argh at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
90

isi dan pendeskripsiannya SANGAT indah :)
terus buat lagi ya!

Writer hikikomori-vq
hikikomori-vq at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
70

aku berusaha u. ga mikir aneh2 waktu baca ini. Maklum masih belum cukup umur

Writer yoshe
yoshe at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
70

wew, bahasa yang hebat. rasanya begitu menyentuh, buatku. setelah aku selesai baca, rasanya ada setitik air mata di sudut mataku. great!

Writer hymen
hymen at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
70

keren bgt uy,pengen deh bikin cerita kayak gini

Writer lavender
lavender at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
80

ajarin dong bisa bikin cerita yg singkat tp ngena and cool banget =)

Writer fortherose
fortherose at Setangkup Es Krim Tanpa Air Mata (13 years 10 weeks ago)
80

...Frenzy! perselingkuhan yang manis ;p

aku suka yang ini:
“Aku mencabut semua durinya supaya kamu tidak terluka.” Alangkah manisnya, tapi ternyata durimu sendiri yang melukai aku.

:)