Banjir

Banjir itu menyapu lantai rumahku
lalu menggenang.
Awalnya rendah, lalu meninggi tanpa ampun.
Berlompatan isi rumahku, di pagi buta itu
ketika air menyentuh bokong.
"Kenapa sih, tadi malem pake nekat tidur di lantai?"

Semua basah, tanpa tersisa,
buku, ilmu, dan surat cintaku
Lumat jadi bubur.
"Sayang, mau nggak kirim 200 lembar surat cinta lagi?" :(

Satu jam, air meninggi, aku naik ke atas kursi
Teman serumahku sudah menaikkan kulkas ke atas meja
Lalu duduk di bangku kayu seperti pertapa menunggu wangsit.

"WAAAA!!!"
Kadal, lintah, pacet, dan kelabang
Mulai ikut berduyun naik, takut tenggelam.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ateng
Ateng at Banjir (13 years 31 weeks ago)
50

boleh jugalah ceritanya,waspada,atau siaga satu.sort but simple,cool.

Writer Shinichi
Shinichi at Banjir (13 years 31 weeks ago)
50

di mana nih kejadiannya?

kota maksudna?

nice

Writer takadi007
takadi007 at Banjir (13 years 31 weeks ago)
70

hemm.. Mungkin bisa dibuat lagi yang banjir versi surat cinta. kayaknya itu menarik untuk jadi bahan tulisan selanjutnya..

Writer zera
zera at Banjir (13 years 31 weeks ago)
50

kamu cerita kalau kamu kebanjiran ya?

Writer buayadayat
buayadayat at Banjir (13 years 32 weeks ago)
50

bait-2 mu bisa menambah parah banjir kawan.. sebab kertas butuh kayu yg ditebang, kau minta 200 lembar pula.. :p

Writer GodelivaSilvi
GodelivaSilvi at Banjir (13 years 32 weeks ago)
50

Popok ratusan, hancur semuaa....