Usang 3rd

Fana masih duduk di pagoda harapannya. Menatap ke depan, perhatikan episode demi episode jalan kehidupannya.

Dan ia kembali terjebak dalam satu frame ritmis. Gejolak antara hati dan jiwanya...

"Berlari
Takkan menyelesaikan masalah sampai kau berlari ke ujung dunia.(*dari teh inicumatyara)

Tapi aku sudah terlanjur jauh, dan tak mungkin bagiku untuk kembali. Walaupun aku bisa kembali, aku tak boleh kembali dalam wujudku yang seperti ini

Tapi selamanya berlari kau takkan temukan jawabmu, hanya saja cakar ketakutan yang akan kau jumpai

Biarlah takut peluk aku dalam kelamnya, mungkin saja di sana aku temukan dunia yang bisa akui wujudku di dalamnya

Tapi kau akan kehilangan jiwa dan cintamu dalam kelamnya ketakutan, hingga suatu saat akan jadikan hidupmu mati dan dingin seperti bumi.

Usah kau nasehati aku, karena nasehatmu akan lemparkan aku ke langit hingga aku jatuh dan terjembab tak kenali diriku

Ini bukan nasehat saudaraku, tapi ini adalah kata yang kubekali dengan pisau perasaan pabila dia menemui orang yang menentangnya. Dan kubekali dengan perisai kasih pabila ada orang yang ingin berlindung dengannya.

Buat apa berbicara kasih ? Kasih sendiri tak mengerti kemana ia akan berjalan.. Bicarakanlah nafsu, hingga kau akan temui nikmatnya secangkir kepuasan

Kau berbicara tentang nafsu seperti berbicara tentang anak bayi dalam susuan. Kau akan temukan jiwa hitam.(*dari aziz) Sepekat rongrongan kelam masa lalu.

Usah bicarakan masa lalu, seandainya saja kenyataan masa depan masih bersembunyi dariku.

Kau tak sadar, pagi membawamu tatap masa depan. Lalu perlahan ia bergantian dengan siang yang mengajarimu cara mengisi masa kinimu hingga kau rasakan kantuk. Dan dalam buaian malam kau akan resapi apa yang telah kau lakukan dalam masa lalumu.

Baiklah, aku akan kembali. Tapi tetap dengan berlari. Walau nanti kujatuh, bukan untuk
bangkit. Tapi aku akan terus berlari."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer _aR_
_aR_ at Usang 3rd (12 years 38 weeks ago)
100

memangnya kita udah kenal yah waktu itu?
*inget banget itu kalimat dalam foto melina :D

ahaha, saia tersanjung :p

bagus..tapi, beda ama jiwa yg sekarang yah?
gud ;)
*saia suka kelamnya :D

Writer mel
mel at Usang 3rd (13 years 14 weeks ago)
90

mhh terus berlari?
bagus.. terus menulis! SEMANGAT..