Senandung Senja Berjelaga

Senandung Senja Berjelaga

Senja bersenandung lara sewarna lembayung yang mulai temaram. Seorang pria muda menatap masa depan ke arah Sang Surya yang akan tenggelam.

"Sampai kapan aku harus seperti ini?" katanya, sedang langit belumlah terlalu kelam.

Peluh bercampur debu tergambar indah di keningnya yang sudah basah. Meski lelah ia tetap melangkah menatap rumah. Pria itu merebahkan dirinya di atas tikar rumput, di bawah pepohonan bambu, di dekat tempatnya bekerja. Matanya menatap nanar langit yang mulai samar, aku mendekatinya.

"Ada apakah tuan gerangan menatap langit yang mulai kelam?" sapaku padanya.
"Menanti kedatangan Sang bintang!" jawabnya.
"Sang bintang tak akan datang, ia terhalang awan, awan pembawa hujan," kataku.
"Aku tak peduli, aku akan bertahan, akan kutunggu Sang bintang datang walau badan tersiram hujan," tegasnya.
Aku diam sejenak aku tak tahu pasti apa yang dia cari, aku hanya berusaha memahami, mencoba untuk mengerti.
"Dengan segala hormat ijinkan aku untuk menemanimu, tuan!" pintaku padanya sambil menyeka jelaga di sela putih keningnya.

Aku adalah hati kecilnya yang berbicara tentang hidupnya. Seorang pria muda calon bapak yang khawatir masa depan buah hatinya kelak, sekelam hitam angkasa, seburam suram dirinya. Pria muda pekerja biasa dengan jelaga di sela putih keningnya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Senandung Senja Berjelaga (2 years 34 weeks ago)

saya nulis ini dengan tujuan baik, ketika itu merenung soal hidup yang penuh debu hitam, umpama jelaga yang bila sedikitpun tetap tampak hitam di sesuatu yang putih,
hanya bermain cerita tentang anak manusia yang akan selalu ada sisi hitamnya karena manusia bukan malaikat.
ada sisi hitam tentu ada sisi putih, dan sisi itulah yang menjadikannya sebaik-baik mahluk.

Writer Shinichi
Shinichi at Senandung Senja Berjelaga (12 years 32 weeks ago)
70

interesting

nice

Writer caroline
caroline at Senandung Senja Berjelaga (12 years 36 weeks ago)
80

Kata- kata nya sangat mudah dipahami, dan simple untuk dibaca, ceritanya unique
Keep writer:)
Good LUck :)

Writer Arra
Arra at Senandung Senja Berjelaga (12 years 36 weeks ago)
70

kata-katanya puitis.. kayak baca dongeng deh!